alexametrics
29.9 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Wali Kota Madiun Maidi Jadikan Rusunawa II Tempat Pengungsian Korban Banjir

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan berbagai antisipasi atas berbagai bencana yang masih diprediksi maupun sudah terjadi. Salah satu upaya antisipasi adalah melalui pembentukan tim khusus yang beranggotakan 180 orang tersebar di masing-masing kecamatan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, pihaknya mengacu pada rekomendasi dari perkiraan BMKG. Bahkan, dirinya sudah memerintahkan BPBD untuk mendirikan posko bantuan. Sehingga saat dibutuhkan, 24 jam siap gerak.

Diungkapkannya di Kota Madiun terdapat dua kerawanan bencana yang patut diwaspadai. Yakni banjir dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan pohon tumbang. “Kami sudah antisipasi itu semua. Seperti menjadikan rusunawa II sebagai tempat pengungsian korban banjir di wilayah timur,” katanya, Rabu (17/11).

Baca Juga :  Lebih dari Setengah Abad Tri Rahayu Tekuni Usaha Konveksi

Seperti diketahui, daerah timur Kota Madiun yang termasuk dalam zona merah banjir ada di Kelurahan Kelun, Tawangrejo, Pilangbango dan Rejomulyo. “Kalau nanti seandainya di rusunawa II tidak cukup akan ditempatkan juga di asrama haji,” ujar Maidi.

Mantan Sekda Kota Madiun itu menambahkan pihaknya juga memastikan fasilitas di tempat pengungsian korban banjir lengkap. Mulai dari dapur umur dan pakaian. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan berbagai antisipasi atas berbagai bencana yang masih diprediksi maupun sudah terjadi. Salah satu upaya antisipasi adalah melalui pembentukan tim khusus yang beranggotakan 180 orang tersebar di masing-masing kecamatan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, pihaknya mengacu pada rekomendasi dari perkiraan BMKG. Bahkan, dirinya sudah memerintahkan BPBD untuk mendirikan posko bantuan. Sehingga saat dibutuhkan, 24 jam siap gerak.

Diungkapkannya di Kota Madiun terdapat dua kerawanan bencana yang patut diwaspadai. Yakni banjir dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan pohon tumbang. “Kami sudah antisipasi itu semua. Seperti menjadikan rusunawa II sebagai tempat pengungsian korban banjir di wilayah timur,” katanya, Rabu (17/11).

Baca Juga :  Kereta Barang Temper Brio di Madiun, Pengemudi Selamat

Seperti diketahui, daerah timur Kota Madiun yang termasuk dalam zona merah banjir ada di Kelurahan Kelun, Tawangrejo, Pilangbango dan Rejomulyo. “Kalau nanti seandainya di rusunawa II tidak cukup akan ditempatkan juga di asrama haji,” ujar Maidi.

Mantan Sekda Kota Madiun itu menambahkan pihaknya juga memastikan fasilitas di tempat pengungsian korban banjir lengkap. Mulai dari dapur umur dan pakaian. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/