alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Puluhan Ton Sampah Sumbat Kali Piring

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Belum tuntas penanganan talut yang ambrol, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kini dipusingkan dengan puluhan ton sampah yang menyumbat aliran Kali Piring. Sekitar 30 ton sampah menumpuk di bawah jembatan Bok Malang.

Puluhan ton sampah itu terbawa arus sungai bersamaan hujan deras yang mengakibatkan talut Kali Piring ambrol. Material limbah itu didominasi potongan bambu tua. ‘’Belum seluruhnya dapat kami angkat. Akan kami teruskan besok (hari ini, Red),’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Madiun Suyanto, Selasa (18/1/2022).

Suyanto mengungkapkan, proses evakuasi sampah mengalami kendala. Alat berat yang digunakan bermasalah. Kendati begitu, sterilisasi sungai tetap dilakukan. Alasannya, tumpukan sampah itu berpotensi menimbulkan banjir. ‘’Kondisinya sudah parah. Harus segera dibersihkan, mengantisipasi dampak buruk kalau terjadi hujan deras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dua Bulan, 20 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Madiun

Dia menambahkan, jika sterilisasi tidak segera dilakukan dapat mengganggu proses pemasangan kantong pasir pengganti talut ambrol. Terutama saat debit air sungai sedang tinggi. ‘’Sementara kami fokuskan pada penanganan prioritas sumbatan aliran air sungai. Setelah selesai, pemasangan kantong pasir kami lanjutkan,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Belum tuntas penanganan talut yang ambrol, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kini dipusingkan dengan puluhan ton sampah yang menyumbat aliran Kali Piring. Sekitar 30 ton sampah menumpuk di bawah jembatan Bok Malang.

Puluhan ton sampah itu terbawa arus sungai bersamaan hujan deras yang mengakibatkan talut Kali Piring ambrol. Material limbah itu didominasi potongan bambu tua. ‘’Belum seluruhnya dapat kami angkat. Akan kami teruskan besok (hari ini, Red),’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Madiun Suyanto, Selasa (18/1/2022).

Suyanto mengungkapkan, proses evakuasi sampah mengalami kendala. Alat berat yang digunakan bermasalah. Kendati begitu, sterilisasi sungai tetap dilakukan. Alasannya, tumpukan sampah itu berpotensi menimbulkan banjir. ‘’Kondisinya sudah parah. Harus segera dibersihkan, mengantisipasi dampak buruk kalau terjadi hujan deras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waduk Dawuhan Kering Kerontang, Konstruksi Bendungan Terancam

Dia menambahkan, jika sterilisasi tidak segera dilakukan dapat mengganggu proses pemasangan kantong pasir pengganti talut ambrol. Terutama saat debit air sungai sedang tinggi. ‘’Sementara kami fokuskan pada penanganan prioritas sumbatan aliran air sungai. Setelah selesai, pemasangan kantong pasir kami lanjutkan,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/