alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Tower SUTT Golang-Dolopo Patah Diterjang Puting Beliung

DOLOPO, Jawa Pos Radar Madiun – Puting beliung yang menerjang wilayah selatan Kabupaten Madiun Minggu sore (16/1) tidak hanya membuat mawut lapak pedagang kaki lima di Desa Sareng, Geger. Ternyata juga merobohkan sebuah menara saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 30 kV Golang-Dolopo. ‘’Tower nomor 75 roboh,’’ kata Manajer PLN UPT Madiun Christian Ismunandar, Selasa (18/1/2022).

Pantauan di lokasi, terdapat beberapa tower SUTT yang berdiri di area persawahan Desa/Kecamatan Dolopo itu. Satu menara yang roboh lantaran patah pada bagian bawah. Tower berdimensi 2x2x20 meter itu patah sekitar dua meter dari landasan. ‘’Kemarin (17/1) sudah ditindaklanjuti. Juga sudah dapat dilakukan pengaturan jaringan,’’ ujar Christian.

Dia mengklaim robohnya satu tower itu tidak berdampak signifikan. Hanya, suplai listrik ke sejumlah pelanggan sempat padam sekitar dua jam. Pemadaman terjadi karena sistem proteksi otomatis bekerja untuk keamanan. Pun, telah dilakukan pengaturan jaringan sehingga pemadaman tidak lebih lama. ‘’Robohnya tower juga mengakibatkan gangguan final trip pada jalur SUTT 70 kV Ponorogo-Dolopo sirkit kedua dan jalur SUTT 30 kV Golang-Dolopo,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Akhir Pekan, MUS Dikunjungi 1.000 Wisatawan

Christian menyampaikan, sejumlah tindakan darurat telah dilakukan. Seperti pemasangan pengaman konduktor dan sosialisasi ke warga sekitar. PLN UPT Madiun juga mendirikan emergency tower agar arus listrik tetap bisa tersalur. ‘’Emergency tower masih dalam proses pembangunan. Kemungkinan perlu waktu tujuh hari mempertimbangkan kendala di lapangan, seperti kondisi cuaca,’’ bebernya.

Pasokan listrik di jalur SUTT 70 kV Ponorogo-Dolopo sirkit kedua dan jalur SUTT 30 kV Golang-Dolopo bakal tidak normal berbulan-bulan. Sebab, perbaikan menara SUTT utama tidak semudah membalik telapak tangan. ‘’Perbaikan tower yang roboh estimasi enam bulan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

DOLOPO, Jawa Pos Radar Madiun – Puting beliung yang menerjang wilayah selatan Kabupaten Madiun Minggu sore (16/1) tidak hanya membuat mawut lapak pedagang kaki lima di Desa Sareng, Geger. Ternyata juga merobohkan sebuah menara saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 30 kV Golang-Dolopo. ‘’Tower nomor 75 roboh,’’ kata Manajer PLN UPT Madiun Christian Ismunandar, Selasa (18/1/2022).

Pantauan di lokasi, terdapat beberapa tower SUTT yang berdiri di area persawahan Desa/Kecamatan Dolopo itu. Satu menara yang roboh lantaran patah pada bagian bawah. Tower berdimensi 2x2x20 meter itu patah sekitar dua meter dari landasan. ‘’Kemarin (17/1) sudah ditindaklanjuti. Juga sudah dapat dilakukan pengaturan jaringan,’’ ujar Christian.

Dia mengklaim robohnya satu tower itu tidak berdampak signifikan. Hanya, suplai listrik ke sejumlah pelanggan sempat padam sekitar dua jam. Pemadaman terjadi karena sistem proteksi otomatis bekerja untuk keamanan. Pun, telah dilakukan pengaturan jaringan sehingga pemadaman tidak lebih lama. ‘’Robohnya tower juga mengakibatkan gangguan final trip pada jalur SUTT 70 kV Ponorogo-Dolopo sirkit kedua dan jalur SUTT 30 kV Golang-Dolopo,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  515 Rumah di Madiun Rusak Disapu Angin Kencang

Christian menyampaikan, sejumlah tindakan darurat telah dilakukan. Seperti pemasangan pengaman konduktor dan sosialisasi ke warga sekitar. PLN UPT Madiun juga mendirikan emergency tower agar arus listrik tetap bisa tersalur. ‘’Emergency tower masih dalam proses pembangunan. Kemungkinan perlu waktu tujuh hari mempertimbangkan kendala di lapangan, seperti kondisi cuaca,’’ bebernya.

Pasokan listrik di jalur SUTT 70 kV Ponorogo-Dolopo sirkit kedua dan jalur SUTT 30 kV Golang-Dolopo bakal tidak normal berbulan-bulan. Sebab, perbaikan menara SUTT utama tidak semudah membalik telapak tangan. ‘’Perbaikan tower yang roboh estimasi enam bulan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/