alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Ingin Dapat Migor, Pelaku Usaha Mikro Wajib Kantongi NIB dan NPWP

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun bakal digerojok puluhan ribu liter minyak goreng (migor). Itu sebagai solusi problem harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tersebut belakangan ini. ‘’Migor itu khusus untuk usaha mikro (UM), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pelaku usaha,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan, Jumat (18/2).

Indra mengklaim pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Seperti berkoordinasi intensif dengan pemprov meminta migor sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang membuahkan hasil. ‘’Pemprov menyediakan migor untuk pelaku UM dan masyarakat umum,’’ ujarnya.

Setiap pelaku UM dijatah 18 liter dengan harga Rp 13.500 per liter.  Namun, untuk mendapatkannya, pelaku UM wajib memiliki nomor induk berusaha (NIB) dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). ‘’Sehingga, jatah migor sebenarnya dibatasi tidak untuk semua pelaku UM,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Penipu Ibu-Ibu Belanja Kena Batunya

Pihaknya tak punya banyak wewenang perihal itu. Indra mengatakan, syarat NIB dan NPWP ditentukan pusat. Sementara, kondisi lapangan di kabupaten ini belum banyak yang memiliki syarat tersebut. ‘’Saat ini masih dalam pengupayaan,’’ tutur Indra. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun bakal digerojok puluhan ribu liter minyak goreng (migor). Itu sebagai solusi problem harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tersebut belakangan ini. ‘’Migor itu khusus untuk usaha mikro (UM), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pelaku usaha,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan, Jumat (18/2).

Indra mengklaim pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Seperti berkoordinasi intensif dengan pemprov meminta migor sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang membuahkan hasil. ‘’Pemprov menyediakan migor untuk pelaku UM dan masyarakat umum,’’ ujarnya.

Setiap pelaku UM dijatah 18 liter dengan harga Rp 13.500 per liter.  Namun, untuk mendapatkannya, pelaku UM wajib memiliki nomor induk berusaha (NIB) dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). ‘’Sehingga, jatah migor sebenarnya dibatasi tidak untuk semua pelaku UM,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Problem Sampah di Jatisari, DLH Kabupaten Madiun Sebut Kesadaran Warga Rendah

Pihaknya tak punya banyak wewenang perihal itu. Indra mengatakan, syarat NIB dan NPWP ditentukan pusat. Sementara, kondisi lapangan di kabupaten ini belum banyak yang memiliki syarat tersebut. ‘’Saat ini masih dalam pengupayaan,’’ tutur Indra. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/