alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Pelebaran Jalan Basuki Rahmat “Makan” Pagar Lapak UMKM Tawangrejo

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun totalitas mendukung Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali melebarkan bottleneck Jalan Basuki Rahmat. Pagar lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kelurahan Tawangrejo bakal dikorbankan untuk dirobohkan kendati baru selesai dibangun.

Tidak itu saja, pembebasan lahan warga terdampak pelebaran jalan nasional itu juga bakal difasilitasi. Demi kelancaran proyek yang saat ini dalam proses pengerjaan tersebut. ‘’Kami bantu baik izin maupun pengukuran ulang, yang penting ada win-win solution-nya,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Jumat (18/3).

Di lokasi proyek, sejumlah pekerja dengan alat berat ekskavator mulai memotong pohon-pohon tepi jalan. Pun, para pekerja provider memindahkan tiang dan kabel utilitas udara di kawasan tersebut. ‘’Langsung action semua, provider sudah menindaklanjuti hasil rakor (rapat koordinasi),’’ ujarnya.

Berdasarkan desain perencanaan, pepohonan, tiang, dan kabel utilitas tersebut terdampak proyek. Sebab, sisi kanan dan kiri badan jalan bakal dilebarkan empat meter. Sebagian bangunan fasilitas umum maupun milik warga setempat juga terdampak. ‘’Proyek ini urgen, sehingga tiang dan kabel sementara dipindah,’’ tuturnya.

Staf Teknik BBPJN Jatim-Bali Agung Dwi Cahyono menambahkan, saat ini pekerjaan masih tahap pemotongan pohon-pohon tepi jalan. Badan jalan tersebut rencananya dilebarkan menjadi 14 meter. Sehingga, sisi kanan-kiri bottleneck harus disterilkan. ‘’Sementara kami mulai dropping boks drainase dan pemotongan pohon,’’ terangnya.

Baca Juga :  Plengsengan Kali Piring Ambrol 50 Meter

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Khususnya terkait lahan terdampak yang diklaim milik warga. ‘’Kalau untuk pengukuran ulang belum. Kami juga koordinasi dengan disperkim (dinas perumahan dan kawasan permukiman) dan dishub (dinas perhubungan) setempat,’’ ungkapnya.

Pihaknya bakal melakukan pendekatan kepada warga bersama DPUPR jika terjadi kendala di lapangan. Termasuk dengan PT Refindo Intiselaras Indonesia yang lahannya juga terkepras proyek. ‘’Kata kepala DPUPR (Kota Madiun, Red) insya Allah dapat diselesaikan,’’ tuturnya.

Tidak hanya pelebaran jalan, pihaknya juga bakal mengerjakan penanganan minor lima ruas jalan nasional di wilayah Kota Madiun. Yakni, Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). ‘’Kami perbaiki dulu ruas jalan yang rusak, selanjutnya aspalnya kami overlay,’’ ujarnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun totalitas mendukung Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali melebarkan bottleneck Jalan Basuki Rahmat. Pagar lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kelurahan Tawangrejo bakal dikorbankan untuk dirobohkan kendati baru selesai dibangun.

Tidak itu saja, pembebasan lahan warga terdampak pelebaran jalan nasional itu juga bakal difasilitasi. Demi kelancaran proyek yang saat ini dalam proses pengerjaan tersebut. ‘’Kami bantu baik izin maupun pengukuran ulang, yang penting ada win-win solution-nya,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Jumat (18/3).

Di lokasi proyek, sejumlah pekerja dengan alat berat ekskavator mulai memotong pohon-pohon tepi jalan. Pun, para pekerja provider memindahkan tiang dan kabel utilitas udara di kawasan tersebut. ‘’Langsung action semua, provider sudah menindaklanjuti hasil rakor (rapat koordinasi),’’ ujarnya.

Berdasarkan desain perencanaan, pepohonan, tiang, dan kabel utilitas tersebut terdampak proyek. Sebab, sisi kanan dan kiri badan jalan bakal dilebarkan empat meter. Sebagian bangunan fasilitas umum maupun milik warga setempat juga terdampak. ‘’Proyek ini urgen, sehingga tiang dan kabel sementara dipindah,’’ tuturnya.

Staf Teknik BBPJN Jatim-Bali Agung Dwi Cahyono menambahkan, saat ini pekerjaan masih tahap pemotongan pohon-pohon tepi jalan. Badan jalan tersebut rencananya dilebarkan menjadi 14 meter. Sehingga, sisi kanan-kiri bottleneck harus disterilkan. ‘’Sementara kami mulai dropping boks drainase dan pemotongan pohon,’’ terangnya.

Baca Juga :  Empat Penjuru Diterangi Lampu Hias Addressable

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Khususnya terkait lahan terdampak yang diklaim milik warga. ‘’Kalau untuk pengukuran ulang belum. Kami juga koordinasi dengan disperkim (dinas perumahan dan kawasan permukiman) dan dishub (dinas perhubungan) setempat,’’ ungkapnya.

Pihaknya bakal melakukan pendekatan kepada warga bersama DPUPR jika terjadi kendala di lapangan. Termasuk dengan PT Refindo Intiselaras Indonesia yang lahannya juga terkepras proyek. ‘’Kata kepala DPUPR (Kota Madiun, Red) insya Allah dapat diselesaikan,’’ tuturnya.

Tidak hanya pelebaran jalan, pihaknya juga bakal mengerjakan penanganan minor lima ruas jalan nasional di wilayah Kota Madiun. Yakni, Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). ‘’Kami perbaiki dulu ruas jalan yang rusak, selanjutnya aspalnya kami overlay,’’ ujarnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/