alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Manajemen Tak Persoalkan Suporter Kelola Blue Force

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sinyal kebangkitan MPFC kian menguat. Selain mengantongi restu Asprov PSSI Jatim, manajemen klub berjuluk Blue Force itu membuka pintu bagi suporter untuk mengelola klub kebanggaan warga Kota Madiun tersebut. ‘’Saya rasa tidak masalah selama itu untuk MPFC. Tapi, MoU (memorandum of understanding) saat ini belum klir atau deal,’’ kata Ketua Harian MPFC Armaya, Senin (18/4).

Yayak, sapaan Armaya, mengatakan, tidak ada persoalan bila klub sepak bola dikelola suporter. Asalkan ada kesepakatan bersama antara pemilik, manajemen, dan suporter. Dia mengapresiasi upaya suporter itu. Pun mendukung penuh untuk masa depan Blue Force. Khususnya, pada musim kompetisi 2022-2023. ‘’Banyak yang menghubungi saya menanyakan nasib MPFC. Semua saran dan masukan kami tampung. Termasuk The Mad Mania dan Great Bull Boys yang bersemangat menyelamatkan MPFC,’’ ungkapnya.

Besok (19/4) Yayak bakal menggelar pembahasan serta menindaklanjuti restu Asprov PSSI Jatim serta rencana suporter mengelola MPFC. Sebab, hingga kemarin belum ada kesepakatan berapa musim MPFC dikelola suporter. Pun, tetap membuka pintu bagi investor yang berniat membantu Blue Force. ‘’Karena belum jelas, akan segera kami bahas. Termasuk jika ada investor masuk,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun Minta Investor Serap Tenaga Kerja Lokal

Yayak terharu dengan kecintaan suporter MPFC yang luar biasa. Termasuk upaya menggalang donasi untuk membayar sanksi denda Rp 25 juta. ‘’Ini wujud nyata bahwa masih banyak yang cinta MPFC. Klub legenda di Kota Madiun,’’ sebutnya.

Pihaknya terus membuka komunikasi dengan suporter ihwal nasib MPFC. Yayak berjanji bakal mengawal upaya penyelamatan Blue Force. Sebab, menurut wakil ketua DPRD Kota Madiun itu, mengelola klub sepak bola tidak mudah. Butuh pengorbanan tenaga, waktu, dan finansial. Selain konsistensi dalam berkompetisi, juga harus menorehkan prestasi dan membawa nama Kota Madiun. ‘’Bagaimana nanti, masih menunggu MoU,’’ tuturnya.

Jika MoU sudah jelas dikelola suporter, Yayak berharap MPFC menjadi lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Minimal dapat menyamai prestasi MPFC yang promosi ke Divisi 1 2010 silam. Pun, semusim berikutnya promosi ke Divisi Utama. ‘’Semoga menjadi awal kebangkitan MPFC kembali berprestasi,’’ harapnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sinyal kebangkitan MPFC kian menguat. Selain mengantongi restu Asprov PSSI Jatim, manajemen klub berjuluk Blue Force itu membuka pintu bagi suporter untuk mengelola klub kebanggaan warga Kota Madiun tersebut. ‘’Saya rasa tidak masalah selama itu untuk MPFC. Tapi, MoU (memorandum of understanding) saat ini belum klir atau deal,’’ kata Ketua Harian MPFC Armaya, Senin (18/4).

Yayak, sapaan Armaya, mengatakan, tidak ada persoalan bila klub sepak bola dikelola suporter. Asalkan ada kesepakatan bersama antara pemilik, manajemen, dan suporter. Dia mengapresiasi upaya suporter itu. Pun mendukung penuh untuk masa depan Blue Force. Khususnya, pada musim kompetisi 2022-2023. ‘’Banyak yang menghubungi saya menanyakan nasib MPFC. Semua saran dan masukan kami tampung. Termasuk The Mad Mania dan Great Bull Boys yang bersemangat menyelamatkan MPFC,’’ ungkapnya.

Besok (19/4) Yayak bakal menggelar pembahasan serta menindaklanjuti restu Asprov PSSI Jatim serta rencana suporter mengelola MPFC. Sebab, hingga kemarin belum ada kesepakatan berapa musim MPFC dikelola suporter. Pun, tetap membuka pintu bagi investor yang berniat membantu Blue Force. ‘’Karena belum jelas, akan segera kami bahas. Termasuk jika ada investor masuk,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Isfatunnisa Laris Diundang Jadi Penerjemah Rilis Pers Kepolisian

Yayak terharu dengan kecintaan suporter MPFC yang luar biasa. Termasuk upaya menggalang donasi untuk membayar sanksi denda Rp 25 juta. ‘’Ini wujud nyata bahwa masih banyak yang cinta MPFC. Klub legenda di Kota Madiun,’’ sebutnya.

Pihaknya terus membuka komunikasi dengan suporter ihwal nasib MPFC. Yayak berjanji bakal mengawal upaya penyelamatan Blue Force. Sebab, menurut wakil ketua DPRD Kota Madiun itu, mengelola klub sepak bola tidak mudah. Butuh pengorbanan tenaga, waktu, dan finansial. Selain konsistensi dalam berkompetisi, juga harus menorehkan prestasi dan membawa nama Kota Madiun. ‘’Bagaimana nanti, masih menunggu MoU,’’ tuturnya.

Jika MoU sudah jelas dikelola suporter, Yayak berharap MPFC menjadi lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Minimal dapat menyamai prestasi MPFC yang promosi ke Divisi 1 2010 silam. Pun, semusim berikutnya promosi ke Divisi Utama. ‘’Semoga menjadi awal kebangkitan MPFC kembali berprestasi,’’ harapnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/