alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Kawasan Wisata Kuliner Bogowonto Usung Konsep Kuliner Madiun Tempo Dulu?

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hingga saat ini konsep kuliner yang akan disajikan di kawasan wisata Jalan Bogowonto belum jelas. Sementara ini, dinas perdagangan (disdag) hanya dibebani menata pertokoan di kawasan tersebut. ‘’Kami akan meminta pemiliknya untuk menata atau mengecatnya kembali,’’ kata Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rosidi, Rabu (18/5).

Pun, mesti dipadupadankan dengan konsep kuliner Kota Madiun tempo dulu. Jadi, tidak bisa sembarangan. Sebab, jika melenceng bakal tidak menarik. ‘’Sampai saat ini jenis kuliner yang pas untuk disajikan di situ belum ketemu. Kami masih menunggu petunjuk wali kota,’’ ujarnya.

Terkait pengelolaan kawasan Bogowonto akan dikolaborasikan dengan PT Inka dan disnaker-KUKM. Pemkot akan berkontribusi terkait penataan jenis kuliner. Pun, pihaknya sudah menjelaskan ke Inka. ‘’Kami tidak mencari siapa yang mengisi (lapak, Red), tetapi menata yang akan dijual disesuaikan nuansanya,’’ terang Ansar.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, DPB di Kota Madiun Tambah 2.057 Orang

Pengecualian bagi kuliner di dalam kereta api (KA). Ansar mengatakan, pelaku usaha kuliner yang menempati KA harus profesional. ‘’Terutama skill dalam menangani kuliner. Artinya, sudah mampu menyajikan kuliner yang cocok di restoran dalam kereta itu,’’ jelasnya.

Ansar juga belum dapat menentukan besaran sistem bagi hasil apabila kuliner di kawasan wisata Jalan Bogowonto sudah beroperasi. Menurut dia, untuk menentukan itu pihaknya perlu membahasnya bersama Inka dan KAI. ‘’Masih kami proses secara maraton sambil menunggu penataannya jadi,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hingga saat ini konsep kuliner yang akan disajikan di kawasan wisata Jalan Bogowonto belum jelas. Sementara ini, dinas perdagangan (disdag) hanya dibebani menata pertokoan di kawasan tersebut. ‘’Kami akan meminta pemiliknya untuk menata atau mengecatnya kembali,’’ kata Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rosidi, Rabu (18/5).

Pun, mesti dipadupadankan dengan konsep kuliner Kota Madiun tempo dulu. Jadi, tidak bisa sembarangan. Sebab, jika melenceng bakal tidak menarik. ‘’Sampai saat ini jenis kuliner yang pas untuk disajikan di situ belum ketemu. Kami masih menunggu petunjuk wali kota,’’ ujarnya.

Terkait pengelolaan kawasan Bogowonto akan dikolaborasikan dengan PT Inka dan disnaker-KUKM. Pemkot akan berkontribusi terkait penataan jenis kuliner. Pun, pihaknya sudah menjelaskan ke Inka. ‘’Kami tidak mencari siapa yang mengisi (lapak, Red), tetapi menata yang akan dijual disesuaikan nuansanya,’’ terang Ansar.

Baca Juga :  Nilai Naik, SAKIP Kota Madiun Tahun 2021 Raih Predikat BB

Pengecualian bagi kuliner di dalam kereta api (KA). Ansar mengatakan, pelaku usaha kuliner yang menempati KA harus profesional. ‘’Terutama skill dalam menangani kuliner. Artinya, sudah mampu menyajikan kuliner yang cocok di restoran dalam kereta itu,’’ jelasnya.

Ansar juga belum dapat menentukan besaran sistem bagi hasil apabila kuliner di kawasan wisata Jalan Bogowonto sudah beroperasi. Menurut dia, untuk menentukan itu pihaknya perlu membahasnya bersama Inka dan KAI. ‘’Masih kami proses secara maraton sambil menunggu penataannya jadi,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/