alexametrics
27.6 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Perdagangan Daging Sapi di Madiun Tak Terpengaruh Isu PMK

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang merebak di sejumlah daerah tidak memengaruhi perdagangan daging sapi di Kota Madiun. Selain stok tetap melimpah, harganya cenderung stabil. ‘’Sekilo Rp 130 ribu,’’ ujar Rini Kristya, pemilik kios daging sapi di Nambangan Lor, Manguharjo, Rabu (18/5).

Rini mengaku tidak sembarangan menjual daging sapi. Dia sengaja memotong sapi di rumah pemotongan hewan (RPH). Pun, sapi miliknya selalu dalam pengawasan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat. ‘’Sapi saya tidak ada yang suspek maupun positif PMK,’’ sebutnya.

Terpisah, Kepala DKPP Muntoro Danardono menegaskan bahwa di Kota Madiun sejauh ini belum ditemukan kasus positif PMK. Pun, pihaknya rutin memonitor aktivitas penjualan daging hewan ternak. ‘’Daging di Pasar Besar Madiun yang dipasok dari luar daerah juga kami periksa dulu sebelum dijual,’’ katanya.

Baca Juga :  Ramadan, Jam Kerja ASN Kota Madiun Dipangkas 5 Jam Per Minggu

Muntoro menambahkan, meski hasil uji laboratorium sampel tiga sapi suspek di Ngegong menunjukkan hasil negatif PMK, pihaknya tidak mengendurkan pengawasan terhadap sapi hidup maupun daging jenis ternak itu. ‘’Hasilnya negatif, tapi kami minta para penjual ternak maupun daging sapi untuk lebih berhati-hati,’’ tuturnya.

Para peternak diminta lebih memperhatikan kebersihan serta kesehatan sapi. Pun, jika mendatangkan sapi dari luar daerah dikarantina terlebih dahulu sebelum dijadikan satu kandang dengan ternak lainnya. ‘’Kalau ada gejala mengarah PMK, silakan minta ke petugas kami untuk diperiksa,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang merebak di sejumlah daerah tidak memengaruhi perdagangan daging sapi di Kota Madiun. Selain stok tetap melimpah, harganya cenderung stabil. ‘’Sekilo Rp 130 ribu,’’ ujar Rini Kristya, pemilik kios daging sapi di Nambangan Lor, Manguharjo, Rabu (18/5).

Rini mengaku tidak sembarangan menjual daging sapi. Dia sengaja memotong sapi di rumah pemotongan hewan (RPH). Pun, sapi miliknya selalu dalam pengawasan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat. ‘’Sapi saya tidak ada yang suspek maupun positif PMK,’’ sebutnya.

Terpisah, Kepala DKPP Muntoro Danardono menegaskan bahwa di Kota Madiun sejauh ini belum ditemukan kasus positif PMK. Pun, pihaknya rutin memonitor aktivitas penjualan daging hewan ternak. ‘’Daging di Pasar Besar Madiun yang dipasok dari luar daerah juga kami periksa dulu sebelum dijual,’’ katanya.

Baca Juga :  Semua Fraksi DPRD Kota Madiun Setujui LPj APBD 2021

Muntoro menambahkan, meski hasil uji laboratorium sampel tiga sapi suspek di Ngegong menunjukkan hasil negatif PMK, pihaknya tidak mengendurkan pengawasan terhadap sapi hidup maupun daging jenis ternak itu. ‘’Hasilnya negatif, tapi kami minta para penjual ternak maupun daging sapi untuk lebih berhati-hati,’’ tuturnya.

Para peternak diminta lebih memperhatikan kebersihan serta kesehatan sapi. Pun, jika mendatangkan sapi dari luar daerah dikarantina terlebih dahulu sebelum dijadikan satu kandang dengan ternak lainnya. ‘’Kalau ada gejala mengarah PMK, silakan minta ke petugas kami untuk diperiksa,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/