alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Wali Kota Madiun Beri Kado Bayi yang Lahir 17 Agustus

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah bayi untuk kali pertama menghirup udara dunia tepat pada momen 77 tahun Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan. Ya, 17 Agustus kemarin (17/8) beberapa bayi lahir di sejumlah rumah sakit Kota Pendekar. Di RSUD Kota Madiun, misalnya, ada dua bayi yang lahir tepat pada HUT Ke-77 RI.

Kedua ’’bayi merdeka’’ itu pun mendapat kado istimewa dari orang nomor satu di Kota Madiun. Wali Kota Maidi sengaja datang ke rumah sakit pelat merah tersebut untuk memberikan bingkisan dan santunan. ‘’Program kado dan santunan ini rutin kami adakan setiap tahun memperingati HUT RI. Tapi, tahun ini merupakan kali pertama sejak adanya pandemi Covid-19,’’ kata Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi.

Agus menyebutkan, bayi pertama lahir dari pasien bernama Yeni Karlina, 29, warga Desa Pilangrejo, Wungu, Kabupaten Madiun. Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,12 kilogram dan panjang 48 sentimeter itu lahir melalui persalinan normal pada pukul 03.17.

Baca Juga :  Jaring Calon Jemaah Umrah, Altur Wisata Mulia Buka Cabang Baru di Madiun

Sedangkan bayi kedua merupakan anak dari Aplonia Putri, 24, warga Kelurahan/Kecamatan Manguharjo. Pun, lahir lewat persalinan normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki seberat 2,13 kilogram dan panjang 45 sentimeter itu lahir pukul 06.10. ‘’Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi sehat, baik ibu maupun bayinya,’’ ujar Agus.

Sementara, Maidi menyebutkan bahwa ibu melahirkan juga perlu diberi semangat dan edukasi. Itu terkait dengan upaya pemkot menekan angka stunting. ‘’Bingkisan yang kami berikan berupa asupan gizi dan perlengkapan bayi,’’ tuturnya. ‘’Mulai usia 0 sampai 2 tahun akan kami pantau betul tumbuh kembangnya,’’ imbuh Maidi.

Menurut Maidi, upaya menekan angka stunting linier dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta indeks pembangunan manusia (IPM). ‘’Pertumbuhan anak harus bagus. Jangan sampai ada masalah,’’ tegasnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah bayi untuk kali pertama menghirup udara dunia tepat pada momen 77 tahun Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan. Ya, 17 Agustus kemarin (17/8) beberapa bayi lahir di sejumlah rumah sakit Kota Pendekar. Di RSUD Kota Madiun, misalnya, ada dua bayi yang lahir tepat pada HUT Ke-77 RI.

Kedua ’’bayi merdeka’’ itu pun mendapat kado istimewa dari orang nomor satu di Kota Madiun. Wali Kota Maidi sengaja datang ke rumah sakit pelat merah tersebut untuk memberikan bingkisan dan santunan. ‘’Program kado dan santunan ini rutin kami adakan setiap tahun memperingati HUT RI. Tapi, tahun ini merupakan kali pertama sejak adanya pandemi Covid-19,’’ kata Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi.

Agus menyebutkan, bayi pertama lahir dari pasien bernama Yeni Karlina, 29, warga Desa Pilangrejo, Wungu, Kabupaten Madiun. Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,12 kilogram dan panjang 48 sentimeter itu lahir melalui persalinan normal pada pukul 03.17.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Bentuk Tim Audit Stunting

Sedangkan bayi kedua merupakan anak dari Aplonia Putri, 24, warga Kelurahan/Kecamatan Manguharjo. Pun, lahir lewat persalinan normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki seberat 2,13 kilogram dan panjang 45 sentimeter itu lahir pukul 06.10. ‘’Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi sehat, baik ibu maupun bayinya,’’ ujar Agus.

Sementara, Maidi menyebutkan bahwa ibu melahirkan juga perlu diberi semangat dan edukasi. Itu terkait dengan upaya pemkot menekan angka stunting. ‘’Bingkisan yang kami berikan berupa asupan gizi dan perlengkapan bayi,’’ tuturnya. ‘’Mulai usia 0 sampai 2 tahun akan kami pantau betul tumbuh kembangnya,’’ imbuh Maidi.

Menurut Maidi, upaya menekan angka stunting linier dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta indeks pembangunan manusia (IPM). ‘’Pertumbuhan anak harus bagus. Jangan sampai ada masalah,’’ tegasnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/