alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kejar Cetak 48.810 KIA, Dispendukcapil Jemput Bola ke Sekolah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anak usia sekolah dasar (SD) menjadi subjek penting dalam pencatatan data administrasi kependudukan. Namun, kurangnya informasi membuat mereka sering abai. Sebagai bentuk percepatan, Dispendukcapil Kota Madiun melakukan perekaman data anak ke sejumlah sekolah untuk kepentingan penerbitan kartu identitas anak (KIA).

Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Nono Djatikusumo mengatakan, sejak 2018, pihaknya terus melakukan pencetakan KIA. Hingga September ini, jumlah KIA yang telah tercetak 30.452 keping. Sementara target penerbitan KIA 48.810 keping. ‘’Sampai saat ini progres pencetakan KIA sudah mencapai 65 persen. Kemendagri menargetkan setidaknya tahun ini bisa menerbitkan KIA sekitar 80 persen,’’ katanya Selasa (17/9).

Ada dua jenis KIA yang diterbitkan. Pertama, kartu untuk anak usia 0–5 tahun. Kedua, KIA anak usia 5–17 tahun. Syarat pembuatan KIA adalah menyerahkan fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga (KK), serta KTP orang tua. Khusus usia 5–17 tahun juga diminta untuk menyertakan foto diri anak. Sedangkan, yang berusia 0–5 tahun tanpa foto. ‘’Kalau tahun ini target pencetakan kami untuk anak usia SD,’’ ujar Nono.

Baca Juga :  250 Polisi Khusus Berlatih SAR di Widas

Menurutnya, keberadaan KIA ke depan sangat penting. Misalnya dapat digunakan sebagai pelengkap dokumen pendaftaran sekolah, keimigrasian, hingga pelayanan kesehatan dan mengurus rekening siswa. ‘’Yang jelas untuk memudahkan anak dalam mendapatkan pelayanan publik,’’ terangnya.

Pantauan koran ini, proses jemput bola pencatatan data KIA dilakukan oleh petugas dispendukcapil di SDN 1 Nambangan Lor kemarin. Tercatat ada sekitar 56 siswa yang diusulkan untuk mendapatkan KIA. Mereka yang belum melengkapi identitas diri, pada saat itu juga dilakukan pendataan. Termasuk diambil fotonya. (her/c1/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anak usia sekolah dasar (SD) menjadi subjek penting dalam pencatatan data administrasi kependudukan. Namun, kurangnya informasi membuat mereka sering abai. Sebagai bentuk percepatan, Dispendukcapil Kota Madiun melakukan perekaman data anak ke sejumlah sekolah untuk kepentingan penerbitan kartu identitas anak (KIA).

Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Nono Djatikusumo mengatakan, sejak 2018, pihaknya terus melakukan pencetakan KIA. Hingga September ini, jumlah KIA yang telah tercetak 30.452 keping. Sementara target penerbitan KIA 48.810 keping. ‘’Sampai saat ini progres pencetakan KIA sudah mencapai 65 persen. Kemendagri menargetkan setidaknya tahun ini bisa menerbitkan KIA sekitar 80 persen,’’ katanya Selasa (17/9).

Ada dua jenis KIA yang diterbitkan. Pertama, kartu untuk anak usia 0–5 tahun. Kedua, KIA anak usia 5–17 tahun. Syarat pembuatan KIA adalah menyerahkan fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga (KK), serta KTP orang tua. Khusus usia 5–17 tahun juga diminta untuk menyertakan foto diri anak. Sedangkan, yang berusia 0–5 tahun tanpa foto. ‘’Kalau tahun ini target pencetakan kami untuk anak usia SD,’’ ujar Nono.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan Bantuan Subsidi Upah bagi Tenaga Pendidik Non-PNS

Menurutnya, keberadaan KIA ke depan sangat penting. Misalnya dapat digunakan sebagai pelengkap dokumen pendaftaran sekolah, keimigrasian, hingga pelayanan kesehatan dan mengurus rekening siswa. ‘’Yang jelas untuk memudahkan anak dalam mendapatkan pelayanan publik,’’ terangnya.

Pantauan koran ini, proses jemput bola pencatatan data KIA dilakukan oleh petugas dispendukcapil di SDN 1 Nambangan Lor kemarin. Tercatat ada sekitar 56 siswa yang diusulkan untuk mendapatkan KIA. Mereka yang belum melengkapi identitas diri, pada saat itu juga dilakukan pendataan. Termasuk diambil fotonya. (her/c1/adv)

Artikel SebelumnyaNamanya Billy Ripley.
Artikel Selanjutnya Aset Bekas Bongkaran Tak Terurus

Most Read

Artikel Terbaru

/