alexametrics
26.6 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Upaya Pencinta Sastra Madiun Raya Hidupkan Kembali Malam Puisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana di Taman Obor Jalan S. Parman malam itu berbeda dari biasanya. Pendapa lokasi tersebut tampak dipenuhi anak muda. Sementara, di sisi depan berdiri sebuah stan buku. Saat hari semakin malam, perhatian mereka lantas tertuju pada seorang pria membacakan puisi berjudul Sajak Anak Muda karya W.S. Rendra.

Pria itu membacakan puisi tersebut dengan begitu menjiwai. Sesekali matanya melotot saat memberi penekanan pada sebait kalimat. ‘’Kita adalah angkatan gagap yang diperanakkan oleh angkatan takabur. Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan karena tidak diajarkan berpolitik dan tidak diajar dasar ilmu hukum,’’ ucapnya dengan lantang membacakan bait pertama Sajak Anak Muda.

Pembacaan sajak berlalu, acara dilanjutkan dengan musikalisasi puisi oleh beberapa pemuda diiringi gitar dan kajon. Penampilan mereka mampu menghipnotis audiens hingga mendapatkan aplaus meriah. Setelah itu, acara diisi pembacaan monolog dan orasi sastra.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin: Jangan Sampai Terpecah Belah

‘’Kegiatan seperti ini sudah ada sejak 2011. Namanya Malam Puisi. Tapi, sejak 2018 vakum karena faktor kesibukan anggota. Kemudian, awal bulan ini coba kami hidupkan lagi,’’ papar Arif Gumantia, ketua Majelis Sastra Madiun, Senin (18/10).

Oktober sengaja dipilih untuk menghidupkan kembali acara Malam Puisi lantaran bersamaan dengan momen bulan bahasa. ‘’Sudah tiga tahun vakum. Selama ini yang ada hanya jagongan sastra,’’ kata Tulus Setiyadi, anggota Majelis Sastra Madiun.

Acara malam itu tidak hanya melibatkan pencinta sastra Kota Madiun, melainkan juga dihadiri sejumlah anggota komunitas sastra daerah tetangga seperti Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ponorogo. ‘’Ada sekitar 30 orang yang hadir,’’ sebut Tulus.

Agar acara tidak terkesan kaku, agenda kegiatan malam itu dilaksanakan mengalir tanpa ada rundown yang mengikat. Namun, tetap menggunakan seorang pembawa acara. * (isd/c1)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana di Taman Obor Jalan S. Parman malam itu berbeda dari biasanya. Pendapa lokasi tersebut tampak dipenuhi anak muda. Sementara, di sisi depan berdiri sebuah stan buku. Saat hari semakin malam, perhatian mereka lantas tertuju pada seorang pria membacakan puisi berjudul Sajak Anak Muda karya W.S. Rendra.

Pria itu membacakan puisi tersebut dengan begitu menjiwai. Sesekali matanya melotot saat memberi penekanan pada sebait kalimat. ‘’Kita adalah angkatan gagap yang diperanakkan oleh angkatan takabur. Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan karena tidak diajarkan berpolitik dan tidak diajar dasar ilmu hukum,’’ ucapnya dengan lantang membacakan bait pertama Sajak Anak Muda.

Pembacaan sajak berlalu, acara dilanjutkan dengan musikalisasi puisi oleh beberapa pemuda diiringi gitar dan kajon. Penampilan mereka mampu menghipnotis audiens hingga mendapatkan aplaus meriah. Setelah itu, acara diisi pembacaan monolog dan orasi sastra.

Baca Juga :  BYD

‘’Kegiatan seperti ini sudah ada sejak 2011. Namanya Malam Puisi. Tapi, sejak 2018 vakum karena faktor kesibukan anggota. Kemudian, awal bulan ini coba kami hidupkan lagi,’’ papar Arif Gumantia, ketua Majelis Sastra Madiun, Senin (18/10).

Oktober sengaja dipilih untuk menghidupkan kembali acara Malam Puisi lantaran bersamaan dengan momen bulan bahasa. ‘’Sudah tiga tahun vakum. Selama ini yang ada hanya jagongan sastra,’’ kata Tulus Setiyadi, anggota Majelis Sastra Madiun.

Acara malam itu tidak hanya melibatkan pencinta sastra Kota Madiun, melainkan juga dihadiri sejumlah anggota komunitas sastra daerah tetangga seperti Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ponorogo. ‘’Ada sekitar 30 orang yang hadir,’’ sebut Tulus.

Agar acara tidak terkesan kaku, agenda kegiatan malam itu dilaksanakan mengalir tanpa ada rundown yang mengikat. Namun, tetap menggunakan seorang pembawa acara. * (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/