alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Natal Sederhana tanpa Euforia, Jemaat Dibatasi dan Misa Offline-Online

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Misa Natal di Kota Madiun tahun ini dilaksanakan secara hybrid. Sebagian jemaat ikut ibadah di luar jaringan (luring) di tempat ibadah, sebagian lainnya virtual. Ibadah dalam jaringan (daring) dapat diikuti melalui komunikasi sosial (komsos) di kanal YouTube dan Facebook masing-masing gereja.

Di Gereja Mater Dei, misalnya. Pelaksanaan misa tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Kepala Paroki Gereja Katolik Mater Dei Madiun Romo Robertus Joko Sulistiyo mengatakan, jemaat yang ingin ikut misa Natal luring wajib mendaftarkan diri lebih dulu ke masing-masing ketua lingkungan. ‘’Tujuannya untuk mengurangi kerumunan di gereja untuk mencegah persebaran Covid-19,’’ kata Joko, Sabtu (18/12).

Kapasitas tempat ibadah dibatasi maksimal 50 persen. Sejatinya Gereja Mater Dei dapat menampung 900 jemaat ditambah 300 jemaat di halaman gereja. Karena pandemi, Joko menyebut tahun ini hanya sekitar 600 jemaat yang diizinkan melaksanakan ibadah luring.
Joko menambahkan, aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat wajib peserta ibadah luring. Jemaat juga wajib sehat. Suhu tidak melebihi 37,5 derajat Celsius. Khusus jemaat lanjut usia (lansia) yang sakit dapat mengikuti misa virtual. ‘’Meskipun sudah level 1, kita menuntut kesadaran diri masing-masing,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hindari Bus, Truk Tangki Masuk Parit

Terpisah, Sekretaris Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Madiun Pendeta Erman Ratnomo mengungkapkan hal sama. Natal tahun ini masih dalam situasi Covid-19. Karena itu, tidak ada perayaan yang sifatnya euforia. Secara sederhana, lanjut Erman, tidak mengurangi makna. ‘’Seperti arahan dari pemerintah, tetap menjaga prokes. Ibadahnya pun nanti hybrid,’’ tuturnya.

Erman telah menginstruksikan 54 pengurus gereja di Kota Madiun mematuhi aturan pemerintah. Total jemaat gereja 19.365 orang. Pun di delapan tempat ibadah dengan total 550 jemaat. Prokes mutlak dijalankan. ‘’Ada yang offline separo dari kapasitas gedung, atau bisa secara online melalui Zoom, Facebook, juga YouTube,’’ lanjutnya.

Pendeta Erman yang juga Gembala Sidang Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Kota Madiun mengajak seluruh umat memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 lekas berakhir. Penerapan prokes merupakan ikhtiar mewujudkan harapan besar Natal tahun ini. ‘’Sehingga aktivitas bisa normal kembali. Kami menyadari kondisi saat ini, maka tetap merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Misa Natal di Kota Madiun tahun ini dilaksanakan secara hybrid. Sebagian jemaat ikut ibadah di luar jaringan (luring) di tempat ibadah, sebagian lainnya virtual. Ibadah dalam jaringan (daring) dapat diikuti melalui komunikasi sosial (komsos) di kanal YouTube dan Facebook masing-masing gereja.

Di Gereja Mater Dei, misalnya. Pelaksanaan misa tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Kepala Paroki Gereja Katolik Mater Dei Madiun Romo Robertus Joko Sulistiyo mengatakan, jemaat yang ingin ikut misa Natal luring wajib mendaftarkan diri lebih dulu ke masing-masing ketua lingkungan. ‘’Tujuannya untuk mengurangi kerumunan di gereja untuk mencegah persebaran Covid-19,’’ kata Joko, Sabtu (18/12).

Kapasitas tempat ibadah dibatasi maksimal 50 persen. Sejatinya Gereja Mater Dei dapat menampung 900 jemaat ditambah 300 jemaat di halaman gereja. Karena pandemi, Joko menyebut tahun ini hanya sekitar 600 jemaat yang diizinkan melaksanakan ibadah luring.
Joko menambahkan, aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat wajib peserta ibadah luring. Jemaat juga wajib sehat. Suhu tidak melebihi 37,5 derajat Celsius. Khusus jemaat lanjut usia (lansia) yang sakit dapat mengikuti misa virtual. ‘’Meskipun sudah level 1, kita menuntut kesadaran diri masing-masing,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Miskin-Makin Jelek, TKW Ceraikan Suami

Terpisah, Sekretaris Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Madiun Pendeta Erman Ratnomo mengungkapkan hal sama. Natal tahun ini masih dalam situasi Covid-19. Karena itu, tidak ada perayaan yang sifatnya euforia. Secara sederhana, lanjut Erman, tidak mengurangi makna. ‘’Seperti arahan dari pemerintah, tetap menjaga prokes. Ibadahnya pun nanti hybrid,’’ tuturnya.

Erman telah menginstruksikan 54 pengurus gereja di Kota Madiun mematuhi aturan pemerintah. Total jemaat gereja 19.365 orang. Pun di delapan tempat ibadah dengan total 550 jemaat. Prokes mutlak dijalankan. ‘’Ada yang offline separo dari kapasitas gedung, atau bisa secara online melalui Zoom, Facebook, juga YouTube,’’ lanjutnya.

Pendeta Erman yang juga Gembala Sidang Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Kota Madiun mengajak seluruh umat memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 lekas berakhir. Penerapan prokes merupakan ikhtiar mewujudkan harapan besar Natal tahun ini. ‘’Sehingga aktivitas bisa normal kembali. Kami menyadari kondisi saat ini, maka tetap merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/