alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Ratnawati al hasan Dapatkan Pundi-Pundi Rupiah dari Produk Rajutan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bermacam produk rajut warna cerah tampak menghiasi berbagai sudut rumah Ratnawati al hasan di Jalan Taman Asri, Kelurahan Banjarejo, Taman. Mulai syal, boneka, tempat tisu, dompet, taplak meja, tatakan gelas, bunga, gantungan kunci, kalung, anting, hingga pouch. ”Sengaja pilih warna cerah karena kesannya lebih hidup,” ujar Wati, sapaan akrab Ratnawati Al Hasan.

Wati menekuni kerajinan rajut sejak 34 tahun silam. Awalnya, saat di Surabaya dia memergoki seseorang mengenakan aksesori rajutan yang menarik. Penasaran, Wati lantas mendatanginya dan diberi tahu toko yang menjual benangnya. ”Akhirnya saya beli buku seni merajut dan latihan di rumah,” katanya.

Sempat berhenti merajut, Wati memulai kembali aktivitas berkerajinannya bersamaan munculnya media sosial (medsos). Dia kemudian bergabung sebuah komunitas sekaligus belajar dari internet. Keterampilannya pun semakin berkembang hingga banyak warga yang tertarik membeli saat karyanya di-posting di medsos.

Baca Juga :  Wahana Kolam Renang Mulai Ramai Pengunjung

Dari situlah Wati lantas merambah berbagai produk seperti tas handphone dan tempat botol minum. ‘’Selama ini benangnya beli di sekitar Madiun saja. Ada jenis katun, rayon, dan milk katun,’’ ungkapnya. ”Beda produk beda benang,” imbuh perempuan 58 tahun itu.

Kerajinan rajut buatan Wati diselesaikan dengan waktu bervariasi. Taplak meja bisa memakan waktu hingga dua bulan. Sedangkan tatakan gelas, sehari Wati mampu menghasilkan sampai enam buah. ‘’Paling suka merajut setelah salat Tahajud. Sambil wiridan atau salawatan,” sebutnya.

Produk kerajinan rajut karya Wati dibanderol dengan harga beragam. Mulai Rp 6.000 hingga Rp 1,5 juta. Sementara, pesanan yang masuk tidak hanya datang dari kawasan Kota Madiun. Melainkan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bandung, dan Jakarta. (irs/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bermacam produk rajut warna cerah tampak menghiasi berbagai sudut rumah Ratnawati al hasan di Jalan Taman Asri, Kelurahan Banjarejo, Taman. Mulai syal, boneka, tempat tisu, dompet, taplak meja, tatakan gelas, bunga, gantungan kunci, kalung, anting, hingga pouch. ”Sengaja pilih warna cerah karena kesannya lebih hidup,” ujar Wati, sapaan akrab Ratnawati Al Hasan.

Wati menekuni kerajinan rajut sejak 34 tahun silam. Awalnya, saat di Surabaya dia memergoki seseorang mengenakan aksesori rajutan yang menarik. Penasaran, Wati lantas mendatanginya dan diberi tahu toko yang menjual benangnya. ”Akhirnya saya beli buku seni merajut dan latihan di rumah,” katanya.

Sempat berhenti merajut, Wati memulai kembali aktivitas berkerajinannya bersamaan munculnya media sosial (medsos). Dia kemudian bergabung sebuah komunitas sekaligus belajar dari internet. Keterampilannya pun semakin berkembang hingga banyak warga yang tertarik membeli saat karyanya di-posting di medsos.

Baca Juga :  Gapura Baru PSC, Usung Konsep Kembar Mayang

Dari situlah Wati lantas merambah berbagai produk seperti tas handphone dan tempat botol minum. ‘’Selama ini benangnya beli di sekitar Madiun saja. Ada jenis katun, rayon, dan milk katun,’’ ungkapnya. ”Beda produk beda benang,” imbuh perempuan 58 tahun itu.

Kerajinan rajut buatan Wati diselesaikan dengan waktu bervariasi. Taplak meja bisa memakan waktu hingga dua bulan. Sedangkan tatakan gelas, sehari Wati mampu menghasilkan sampai enam buah. ‘’Paling suka merajut setelah salat Tahajud. Sambil wiridan atau salawatan,” sebutnya.

Produk kerajinan rajut karya Wati dibanderol dengan harga beragam. Mulai Rp 6.000 hingga Rp 1,5 juta. Sementara, pesanan yang masuk tidak hanya datang dari kawasan Kota Madiun. Melainkan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bandung, dan Jakarta. (irs/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/