alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pemkab Madiun Pakai Cara Lama Cegah Penularan Varian Baru

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Satu kasus positif Omicron belum membuat Pemkab Madiun keder. Bahkan, tak ada strategi khusus untuk mencegahnya. Potensi ledakan varian baru Covid-19 itu akan dibendung dengan cara lama. ‘’Yang terpenting itu 3T (testing, tracing, dan treatment, Red) lebih cepat, masif, dan intensif,’’ kata Anies Djaka Karyawan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Madiun, Rabu (19/1/2022).

Satu kasus Omicron ditemukan di Kabupaten Madiun sekitar dua pekan lalu. Meskipun varian virus korona baru itu diklaim lebih cepat menular, pemkab masih percaya persebarannya dapat dibendung dengan pemaksimalan 3T tersebut. ‘’Untuk saat ini upaya yang dilakukan masih sama seperti sebelumnya. Tapi, lebih cepat, masif, dan intensif,’’ tegasnya.

Kurva kasus Covid-19 di kabupaten ini sempat melandai beberapa bulan terakhir. Kemunculan kasus baru saat ini, kata Djaka, bakal disikapi lebih. Mulai pemeriksaan dini, pelacakan, sampai perawatan. ‘’Sejauh ini, rata-rata kasus Omicron ditemukan pada orang yang sudah divaksin. Itu yang perlu diperhatikan,’’ ungkapnya.

Djaka menambahkan, mayoritas pasien Omicron bergejala ringan. Bahkan, tanpa gejala. Kebanyakan terjadi pada kalangan muda atau usia produktif. Minim kasus di kalangan usia lain seperti lansia. Hanya, Omicron yang gampang menular itu patut diwaspadai semua pihak. ‘’Yang dikhawatirkan jika menular ke yang rentan atau lansia. Dampaknya semakin berat,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Zakat Fitrah Ramadan Ditetapkan Tiga Kilogram Beras atau Uang Rp 36 Ribu

Satu kasus Omicron di Kabupaten Madiun terjadi pada perempuan 25 tahun warga Kecamatan Dagangan. Perempuan bersangkutan merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Hongkong. Sejak Jumat lalu (7/1) dirawat di RSUD Dolopo. Hasil tracing, dua kasus positif Covid-19 ditemukan. Omicron atau bukan, masih dalam pemeriksaan lanjutan.

Per Senin lalu (17/1), ada lima pasien positif Covid-19 di RSUD Dolopo. Selain seorang positif Omicron dan dua pasien hasil tracing, seorang pasien lagi, juga PMI, menunjukkan tanda-tanda medis terjangkit Omicron.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan pihak rumah sakit dengan mengirim sampel ke Surabaya. Pasien terduga Omicron itu perempuan 34 tahun, juga warga Kecamatan Dagangan. Pun, baru kembali dari Hongkong. Satu pasien lagi positif Covid-19 varian Delta. (den/c1/sat/her)

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Satu kasus positif Omicron belum membuat Pemkab Madiun keder. Bahkan, tak ada strategi khusus untuk mencegahnya. Potensi ledakan varian baru Covid-19 itu akan dibendung dengan cara lama. ‘’Yang terpenting itu 3T (testing, tracing, dan treatment, Red) lebih cepat, masif, dan intensif,’’ kata Anies Djaka Karyawan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Madiun, Rabu (19/1/2022).

Satu kasus Omicron ditemukan di Kabupaten Madiun sekitar dua pekan lalu. Meskipun varian virus korona baru itu diklaim lebih cepat menular, pemkab masih percaya persebarannya dapat dibendung dengan pemaksimalan 3T tersebut. ‘’Untuk saat ini upaya yang dilakukan masih sama seperti sebelumnya. Tapi, lebih cepat, masif, dan intensif,’’ tegasnya.

Kurva kasus Covid-19 di kabupaten ini sempat melandai beberapa bulan terakhir. Kemunculan kasus baru saat ini, kata Djaka, bakal disikapi lebih. Mulai pemeriksaan dini, pelacakan, sampai perawatan. ‘’Sejauh ini, rata-rata kasus Omicron ditemukan pada orang yang sudah divaksin. Itu yang perlu diperhatikan,’’ ungkapnya.

Djaka menambahkan, mayoritas pasien Omicron bergejala ringan. Bahkan, tanpa gejala. Kebanyakan terjadi pada kalangan muda atau usia produktif. Minim kasus di kalangan usia lain seperti lansia. Hanya, Omicron yang gampang menular itu patut diwaspadai semua pihak. ‘’Yang dikhawatirkan jika menular ke yang rentan atau lansia. Dampaknya semakin berat,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Bengawan Madiun Tercemar

Satu kasus Omicron di Kabupaten Madiun terjadi pada perempuan 25 tahun warga Kecamatan Dagangan. Perempuan bersangkutan merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Hongkong. Sejak Jumat lalu (7/1) dirawat di RSUD Dolopo. Hasil tracing, dua kasus positif Covid-19 ditemukan. Omicron atau bukan, masih dalam pemeriksaan lanjutan.

Per Senin lalu (17/1), ada lima pasien positif Covid-19 di RSUD Dolopo. Selain seorang positif Omicron dan dua pasien hasil tracing, seorang pasien lagi, juga PMI, menunjukkan tanda-tanda medis terjangkit Omicron.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan pihak rumah sakit dengan mengirim sampel ke Surabaya. Pasien terduga Omicron itu perempuan 34 tahun, juga warga Kecamatan Dagangan. Pun, baru kembali dari Hongkong. Satu pasien lagi positif Covid-19 varian Delta. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/