alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

IDI Ingatkan Transmisi Lokal Bakal Sulit Dideteksi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Madiun makin sibuk dengan temuan kasus baru beberapa pekan belakangan. Ikatan kalangan medis khawatir terjadi transmisi lokal. ‘’Kalau sudah transmisi lokal, bukan klaster lagi namanya, karena penularan ada di mana-mana,’’ kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Madiun dr. Tauhid Islamy SpOG, Sabtu (19/2).

Menurut Tauhid, grafik epidemiologi menunjukkan penularan atau persebaran Covid-19 belum mencapai titik puncak. Dia memprediksi kasus bakal terus bertambah. Risiko penularan meluas hingga bukan lagi klaster-klaster tertentu.

Saat ini, kebetulan kasus ditemukan di perkantoran dan satuan pendidikan. Namun, ketika sudah masuk tingkat transmisi lokal, tidak dapat diketahui lagi virus dari mana, dari siapa, dan kapan, alias misterius. ‘’Beda dengan klaster yang masih dapat diidentifikasi sumber penularannya,’’ jelas dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu.

Baca Juga :  Polisi Larang Warga Kota Madiun Dar Der Dor

Penularan virus korona sudah meluas. Kini, tinggal keputusan satgas penanganan Covid-19 setempat mengambil opsi testing seperti apa untuk melacak temuan kasus. Bukan tidak mungkin lonjakan kasus positif Covid-19 bakal terjadi jika dilakukan testing secara random (acak).

Tauhid menambahkan, sekolah masih masuk dalam kategori lingkup kecil atau mobilitasnya tidak begitu tinggi. Sehingga, masih bisa dideteksi. ‘’Coba testing acak di sektor-sektor yang memiliki mobilitas tinggi, angka temuan akan lebih banyak,’’ ungkapnya. (ggi/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Madiun makin sibuk dengan temuan kasus baru beberapa pekan belakangan. Ikatan kalangan medis khawatir terjadi transmisi lokal. ‘’Kalau sudah transmisi lokal, bukan klaster lagi namanya, karena penularan ada di mana-mana,’’ kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Madiun dr. Tauhid Islamy SpOG, Sabtu (19/2).

Menurut Tauhid, grafik epidemiologi menunjukkan penularan atau persebaran Covid-19 belum mencapai titik puncak. Dia memprediksi kasus bakal terus bertambah. Risiko penularan meluas hingga bukan lagi klaster-klaster tertentu.

Saat ini, kebetulan kasus ditemukan di perkantoran dan satuan pendidikan. Namun, ketika sudah masuk tingkat transmisi lokal, tidak dapat diketahui lagi virus dari mana, dari siapa, dan kapan, alias misterius. ‘’Beda dengan klaster yang masih dapat diidentifikasi sumber penularannya,’’ jelas dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Bakal Lanjutkan Penataan Jalur Pedestrian

Penularan virus korona sudah meluas. Kini, tinggal keputusan satgas penanganan Covid-19 setempat mengambil opsi testing seperti apa untuk melacak temuan kasus. Bukan tidak mungkin lonjakan kasus positif Covid-19 bakal terjadi jika dilakukan testing secara random (acak).

Tauhid menambahkan, sekolah masih masuk dalam kategori lingkup kecil atau mobilitasnya tidak begitu tinggi. Sehingga, masih bisa dideteksi. ‘’Coba testing acak di sektor-sektor yang memiliki mobilitas tinggi, angka temuan akan lebih banyak,’’ ungkapnya. (ggi/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/