alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Siapkan 15 Ton Migor, Pemkot Madiun Gelar Operasi Pasar Selama Sepekan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Problem kelangkaan minyak goreng (migor) dan harga di pasaran yang tidak seragam turut menyita perhatian Wali Kota Maidi. Pasalnya, kondisi tersebut dapat mengancam eksistensi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Maidi, UMKM merupakan sektor yang paling terpukul kelangkaan migor. Sebab, berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi. ‘’Operasi terus kami gencarkan, kalau dirasa perlu pemkot yang mengambil barang di produsen dan dipasok langsung ke konsumen, khususnya UMKM,’’ ujarnya, Sabtu (19/2).

Pemkot pun mulai kemarin (18/2) menggelar operasi pasar di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga. Sebanyak 500 liter migor dijual kepada warga dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku. Operasi pasar dijadwalkan berlangsung hingga pekan depan. ‘’Operasi terus kami lakukan, mulai pasar, kecamatan, sampai kelurahan,’’ tuturnya.

Maidi mengungkapkan, pemkot bakal menggelontorkan 15 ton migor untuk operasi pasar kali ini. Stok tersebut didapatkan langsung dari distributor serta bantuan corporate social responsibility (CSR). Pun, sebagian diberikan cuma-cuma kepada warga tidak mampu. ‘’Kelurahan kami minta mendata,’’ ujarnya.

Dalam operasi pasar murah yang dilaksanakan di kediaman wali kota di Jalan Merpati pada Sabtu (19/2) pagi misalnya, 2 ton migor kemasan premium yang dibanderol sesuai HET yakni Rp 14 ribu per liter ludes dalam tempo sejam. Warga yang datang dibatasi pembeliannya maksimal dua liter. ‘’Jangan sampai ada kelangkaan,’’ tegas Maidi.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Emak-emak di Kota Madiun Curi Migor di Minimarket
BANTU EKONOMI: Wali Kota Madiun Maidi membagikan migor gratis kepada para PKL dan pemilik usaha warung di Jalan Cendrawasih dan Jalan Mayjen Sungkono, Sabtu (19/2). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

Tak cukup sampai di situ, mantan Sekda Kota Madiun itu berkeliling di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Cendrawasih membagikan migor secara gratis kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung. ‘’Dengan begini ekonomi terus berjalan,’’ katanya.

Memperoleh migor gratis, mereka pun merasa senang. Seperti yang diungkapkan Soijem, pedagang gorengan di Jalan Cendrawasih. Dia yang biasanya membeli migor Rp 20 ribu di pasar merasa keberatan. Karena secara tak langsung menggerus perolehan pendapatannya dari berjualan gorengan. ‘’Dengan adanya pemberian migor gratis dari pak wali kota, tentu membantu sekali,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pembagian migor gratis serupa juga dilakukan oleh Wali Kota Madiun di Jalan Puntuk pada Jumat (18/2). Migor dalam kemasan satu liter itu diberikan kepada warga yang mempunyai usaha warung atau UMKM. (her/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Problem kelangkaan minyak goreng (migor) dan harga di pasaran yang tidak seragam turut menyita perhatian Wali Kota Maidi. Pasalnya, kondisi tersebut dapat mengancam eksistensi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Maidi, UMKM merupakan sektor yang paling terpukul kelangkaan migor. Sebab, berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi. ‘’Operasi terus kami gencarkan, kalau dirasa perlu pemkot yang mengambil barang di produsen dan dipasok langsung ke konsumen, khususnya UMKM,’’ ujarnya, Sabtu (19/2).

Pemkot pun mulai kemarin (18/2) menggelar operasi pasar di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga. Sebanyak 500 liter migor dijual kepada warga dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku. Operasi pasar dijadwalkan berlangsung hingga pekan depan. ‘’Operasi terus kami lakukan, mulai pasar, kecamatan, sampai kelurahan,’’ tuturnya.

Maidi mengungkapkan, pemkot bakal menggelontorkan 15 ton migor untuk operasi pasar kali ini. Stok tersebut didapatkan langsung dari distributor serta bantuan corporate social responsibility (CSR). Pun, sebagian diberikan cuma-cuma kepada warga tidak mampu. ‘’Kelurahan kami minta mendata,’’ ujarnya.

Dalam operasi pasar murah yang dilaksanakan di kediaman wali kota di Jalan Merpati pada Sabtu (19/2) pagi misalnya, 2 ton migor kemasan premium yang dibanderol sesuai HET yakni Rp 14 ribu per liter ludes dalam tempo sejam. Warga yang datang dibatasi pembeliannya maksimal dua liter. ‘’Jangan sampai ada kelangkaan,’’ tegas Maidi.

Baca Juga :  Maidi Kampanye Vaksinasi Lewat Cangkrukan
BANTU EKONOMI: Wali Kota Madiun Maidi membagikan migor gratis kepada para PKL dan pemilik usaha warung di Jalan Cendrawasih dan Jalan Mayjen Sungkono, Sabtu (19/2). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

Tak cukup sampai di situ, mantan Sekda Kota Madiun itu berkeliling di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Cendrawasih membagikan migor secara gratis kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung. ‘’Dengan begini ekonomi terus berjalan,’’ katanya.

Memperoleh migor gratis, mereka pun merasa senang. Seperti yang diungkapkan Soijem, pedagang gorengan di Jalan Cendrawasih. Dia yang biasanya membeli migor Rp 20 ribu di pasar merasa keberatan. Karena secara tak langsung menggerus perolehan pendapatannya dari berjualan gorengan. ‘’Dengan adanya pemberian migor gratis dari pak wali kota, tentu membantu sekali,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pembagian migor gratis serupa juga dilakukan oleh Wali Kota Madiun di Jalan Puntuk pada Jumat (18/2). Migor dalam kemasan satu liter itu diberikan kepada warga yang mempunyai usaha warung atau UMKM. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/