alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

RS Soedono Isolasi Pasien Rujukan RS Widodo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD dr Soedono, Kota Madiun, menerima satu pasien tambahan dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien perempuan rujukan dari RS Widodo, Ngawi, itu diterima rumah sakit milik provinsi tersebut pukul 13.00 Rabu lalu (17/3).

Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Soedono, Madiun, dr R. Sjaiful Anwar SpJP mengungkapkan, hasil laboratorium sementara menunjukkan kondisi klinis pasien cukup baik. Namun, tetap harus menjalani perawatan di ruang isolasi dengan status PDP. ‘’Tensi normal, suhu badan 36,8 derajat Celsius, cuma masih batuk,’’ kata Sjaiful.

Dia memastikan tetap mengambil swap pasien. Spesimen laboratorium itu selanjutnya akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (Balitbangkes Kemenkes RI). Untuk memastikan pasien tersebut positif atau negatif Covid-19. Saat ini juga berkonsultasi dengan seluruh pihak terkait. ‘’Nanti kami ambil swap-nya terlebih dahulu,’’ ujarnya.

Hasil tracing pasien menunjukkan yang bersangkutan pulang dari menjalankan ibadah umrah. Dugaan sementara, pasien mengalami gejala klinis yang mengarah ke Covid-19. Mulai batuk, flu, hingga demam. ‘’Tapi, kondisi pasien saat ini cukup baik,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Target Aktivasi Jalur Ganda Meleset

Saat ini, RSUD dr Soedono merawat dua pasien PDP di ruang isolasi. Saat ini juga tengah menantikan hasil spesimen laboratorium EL, pasien pertama asal Magetan. Spesimen tersebut telah dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI, Sabtu lalu (14/3). Sejak Senin (16/3), rumah sakit rujukan utama penanganan virus Covid-19 ini menerapkan kebijakan. Salah satunya meniadakan jam besuk. ‘’Ini kami terapkan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19,’’ kata Direktur RSUD dr Soedono, Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka saat konferensi pers awal pekan lalu.

Penunggu pasien maksimal satu orang yang disertai kartu tunggu. Setiap penunggu wajib cuci tangan sebelum, selama, dan sesudah rawat inap. RSUD dr Soedono juga telah membuka call centre Covid-19. Pendidikan dokter muda, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya dihentikan sementara sampai 28 Maret mendatang. Rumah sakit ini juga mengurangi akses masuk pengunjung dengan thermal scan. ‘’Aturan ini kami terapkan dengan tegas,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD dr Soedono, Kota Madiun, menerima satu pasien tambahan dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien perempuan rujukan dari RS Widodo, Ngawi, itu diterima rumah sakit milik provinsi tersebut pukul 13.00 Rabu lalu (17/3).

Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Soedono, Madiun, dr R. Sjaiful Anwar SpJP mengungkapkan, hasil laboratorium sementara menunjukkan kondisi klinis pasien cukup baik. Namun, tetap harus menjalani perawatan di ruang isolasi dengan status PDP. ‘’Tensi normal, suhu badan 36,8 derajat Celsius, cuma masih batuk,’’ kata Sjaiful.

Dia memastikan tetap mengambil swap pasien. Spesimen laboratorium itu selanjutnya akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (Balitbangkes Kemenkes RI). Untuk memastikan pasien tersebut positif atau negatif Covid-19. Saat ini juga berkonsultasi dengan seluruh pihak terkait. ‘’Nanti kami ambil swap-nya terlebih dahulu,’’ ujarnya.

Hasil tracing pasien menunjukkan yang bersangkutan pulang dari menjalankan ibadah umrah. Dugaan sementara, pasien mengalami gejala klinis yang mengarah ke Covid-19. Mulai batuk, flu, hingga demam. ‘’Tapi, kondisi pasien saat ini cukup baik,’’ tegasnya.

Baca Juga :  CFD Jalan Pahlawan Pindah ke Sirkuit Bantaran

Saat ini, RSUD dr Soedono merawat dua pasien PDP di ruang isolasi. Saat ini juga tengah menantikan hasil spesimen laboratorium EL, pasien pertama asal Magetan. Spesimen tersebut telah dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI, Sabtu lalu (14/3). Sejak Senin (16/3), rumah sakit rujukan utama penanganan virus Covid-19 ini menerapkan kebijakan. Salah satunya meniadakan jam besuk. ‘’Ini kami terapkan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19,’’ kata Direktur RSUD dr Soedono, Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka saat konferensi pers awal pekan lalu.

Penunggu pasien maksimal satu orang yang disertai kartu tunggu. Setiap penunggu wajib cuci tangan sebelum, selama, dan sesudah rawat inap. RSUD dr Soedono juga telah membuka call centre Covid-19. Pendidikan dokter muda, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya dihentikan sementara sampai 28 Maret mendatang. Rumah sakit ini juga mengurangi akses masuk pengunjung dengan thermal scan. ‘’Aturan ini kami terapkan dengan tegas,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Artikel SebelumnyaOpo Tumon
Artikel Selanjutnya Harga Gula Tembus Rp 17 Ribu Per Kilogram

Most Read

Artikel Terbaru

/