alexametrics
30.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

PT Inka Kebut Pesanan Gerbong ’’Peti Kemas’’ New Zealand

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun semakin mendunia. Terbaru, perusahaan sepur itu mendapat pesanan container flat top wagon dari Kiwi Rail Holding Limited, New Zealand (Selandia Baru). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 262 gerbong. Dua di antaranya telah tuntas digarap dan dikirim Januari lalu. ‘’Sudah lulus uji,’’ kata Senior Manager PKBL, CSR, and Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Sabtu (19/3).

Bambang tidak dapat menyebutkan kapan sisa pesanan itu selesai digarap. Yang jelas, tidak secepat proses pembuatan mobil. Banyak faktor yang memengaruhi durasi pengerjaan gerbong kereta. Di antaranya, desain dan ketersediaan material.

Kendati demikian, lanjut Bambang, proses pembuatan gerbong pesanan Selandia Baru tidak serumit membuat gerbong lintas raya terpadu (LRT). ‘’Ukurannya 50 dan 60 feet. Bentuknya seperti peti kemas. Lebih panjang dari gerbong di Indonesia yang rata-rata hanya 40 feet,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Kota Madiun Naik Signifikan

Bambang menyebutkan bahwa ratusan gerbong itu ditargetkan selesai digarap tiga bulan ke depan. Kemudian, akhir November mendatang sudah free on board (FOB) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. ‘’Belum tahu apakah cukup hanya pakai satu kapal atau dikirim bertahap,’’ tutur Bambang. ‘’Pesanan 250 gerbong dari Bangladesh dulu sampai tiga kali pengapalan,’’ imbuhnya.

Belakangan, lanjut Bambang, Inka fokus menggarap 480 gerbong batu bara pesanan PT KAI dan order dari Selandia Baru tersebut. ‘’Selandia Baru merupakan negara keempat yang memesan ke Inka setelah India, Filipina, dan Bangladesh,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun semakin mendunia. Terbaru, perusahaan sepur itu mendapat pesanan container flat top wagon dari Kiwi Rail Holding Limited, New Zealand (Selandia Baru). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 262 gerbong. Dua di antaranya telah tuntas digarap dan dikirim Januari lalu. ‘’Sudah lulus uji,’’ kata Senior Manager PKBL, CSR, and Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Sabtu (19/3).

Bambang tidak dapat menyebutkan kapan sisa pesanan itu selesai digarap. Yang jelas, tidak secepat proses pembuatan mobil. Banyak faktor yang memengaruhi durasi pengerjaan gerbong kereta. Di antaranya, desain dan ketersediaan material.

Kendati demikian, lanjut Bambang, proses pembuatan gerbong pesanan Selandia Baru tidak serumit membuat gerbong lintas raya terpadu (LRT). ‘’Ukurannya 50 dan 60 feet. Bentuknya seperti peti kemas. Lebih panjang dari gerbong di Indonesia yang rata-rata hanya 40 feet,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jadi Pembicara, Wali Kota Madiun Hadiri Reses Wakil Ketua DPRD Istono

Bambang menyebutkan bahwa ratusan gerbong itu ditargetkan selesai digarap tiga bulan ke depan. Kemudian, akhir November mendatang sudah free on board (FOB) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. ‘’Belum tahu apakah cukup hanya pakai satu kapal atau dikirim bertahap,’’ tutur Bambang. ‘’Pesanan 250 gerbong dari Bangladesh dulu sampai tiga kali pengapalan,’’ imbuhnya.

Belakangan, lanjut Bambang, Inka fokus menggarap 480 gerbong batu bara pesanan PT KAI dan order dari Selandia Baru tersebut. ‘’Selandia Baru merupakan negara keempat yang memesan ke Inka setelah India, Filipina, dan Bangladesh,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/