alexametrics
29.1 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Pengalaman Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Deni Rejeki saat Bertugas di Kalimantan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan serius harus dihadapi Kolonel Inf Deni Rejeki pada 2013 silam. Kala itu, beberapa wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, berniat lepas dari pangkuan ibu pertiwi. Konflik sosial, kerusuhan, hingga kesulitan pangan menjadi biang keladinya.

Di Mahakam Ulu, misalnya, mengalami kesulitan pangan. Perahu yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kendala untuk masuk wilayah tersebut karena Sungai Mahakam sulit dilalui saat musim kemarau. Kalaupun ada bahan pangan, harganya selangit.

Tidak mau tinggal diam, Deni yang kala itu menjabat Komandan Kodim (Dandim) Kutai Barat menggelar operasi kemanusiaan besar-besaran. ‘’Semua personel kami kerahkan untuk membantu pasokan bahan makanan,’’ kenang suami Elsye Susan itu, kemarin (18/5).

Namun, muncul persoalan baru. Sejumlah wilayah berniat gabung kecamatan yang masuk Malaysia. Karena itu, bersamaan operasi penyaluran bahan pangan itu Kodim Kutai Barat bergerak cepat mendinginkan suasana. ‘’Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pejabat kecamatan yang hendak gabung Malaysia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mendadak Jadi Peragawati, Istri Pejabat Pemkot Madiun Ikut Fashion Show Kartini

Operasi penyaluran bahan pangan itu dilakukan melalui darat maupun udara. Pun, TNI-AD menerjunkan sejumlah helikopter agar pasokan bisa cepat sampai ke tujuan. Terutama wilayah pelosok yang sulit dijangkau transportasi darat. ‘’Sambil menyalurkan bantuan, kami tidak henti-hentinya meredam konflik sosial maupun kerusuhan yang sempat terjadi saat itu,’’ ungkap Deni.

Perjalanan karier Deni di dunia militer dimulai dengan menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1995 silam. Setelah itu, dia melanjutkan ke Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. Pun, Deni telah melang melintang bertugas di beberapa daerah. ‘’Paling lama di Papua. Kurang lebih delapan tahun di sana. Itu penugasan pertama saya,’’ tuturnya.

Terhitung per 9 Mei lalu Deni resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya menggantikan Kolonel Inf Waris Aris Nugraha. ‘’Harapan saya, semua unsur di masing-masing daerah di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya dapat bersinergi, membantu menjaga kondusivitas masyarakat,’’ ujarnya. *** (ggi/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan serius harus dihadapi Kolonel Inf Deni Rejeki pada 2013 silam. Kala itu, beberapa wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, berniat lepas dari pangkuan ibu pertiwi. Konflik sosial, kerusuhan, hingga kesulitan pangan menjadi biang keladinya.

Di Mahakam Ulu, misalnya, mengalami kesulitan pangan. Perahu yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kendala untuk masuk wilayah tersebut karena Sungai Mahakam sulit dilalui saat musim kemarau. Kalaupun ada bahan pangan, harganya selangit.

Tidak mau tinggal diam, Deni yang kala itu menjabat Komandan Kodim (Dandim) Kutai Barat menggelar operasi kemanusiaan besar-besaran. ‘’Semua personel kami kerahkan untuk membantu pasokan bahan makanan,’’ kenang suami Elsye Susan itu, kemarin (18/5).

Namun, muncul persoalan baru. Sejumlah wilayah berniat gabung kecamatan yang masuk Malaysia. Karena itu, bersamaan operasi penyaluran bahan pangan itu Kodim Kutai Barat bergerak cepat mendinginkan suasana. ‘’Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pejabat kecamatan yang hendak gabung Malaysia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Petaka Sepulang Takziah, Pasutri Tewas di Km 621 Tol Soker

Operasi penyaluran bahan pangan itu dilakukan melalui darat maupun udara. Pun, TNI-AD menerjunkan sejumlah helikopter agar pasokan bisa cepat sampai ke tujuan. Terutama wilayah pelosok yang sulit dijangkau transportasi darat. ‘’Sambil menyalurkan bantuan, kami tidak henti-hentinya meredam konflik sosial maupun kerusuhan yang sempat terjadi saat itu,’’ ungkap Deni.

Perjalanan karier Deni di dunia militer dimulai dengan menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1995 silam. Setelah itu, dia melanjutkan ke Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. Pun, Deni telah melang melintang bertugas di beberapa daerah. ‘’Paling lama di Papua. Kurang lebih delapan tahun di sana. Itu penugasan pertama saya,’’ tuturnya.

Terhitung per 9 Mei lalu Deni resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya menggantikan Kolonel Inf Waris Aris Nugraha. ‘’Harapan saya, semua unsur di masing-masing daerah di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya dapat bersinergi, membantu menjaga kondusivitas masyarakat,’’ ujarnya. *** (ggi/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/