alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Wali Kota Madiun Ikuti Kebijakan Lepas Masker Pemerintah tapi Enggan Sembrono

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Warga mengenakan masker bisa jadi bakal menjadi pemandangan langka. Itu seiring kebijakan pemerintah memperbolehkan warga melepas masker saat berada di ruang terbuka. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan semakin meredanya wabah Covid-19. ‘’Tapi, jika ada kerumunan tetap harus pakai masker,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (19/5).

Maidi meminta masyarakat bijak dalam menyikapi kebijakan pelonggaran pemakaian masker tersebut. Terutama saat menggunakan transportasi publik. ‘’Keputusan presiden itu jadi momentum bagi kami untuk lebih fokus pada pemulihan ekonomi. Tapi, kami tidak ingin sembrono. Kalau sembrono, bahaya lagi,’’ ujarnya.

Mantan sekda Kota Madiun itu mafhum pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, kewaspadaan tetap dikedepankan. Salah satunya dengan tetap mengoperasikan rumah sakit lapangan (RSL) Asrama Haji. ‘’Mungkin hanya separo dari total kapasitas yang kami operasikan,’’ tutur Maidi.

Pengurangan kapasitas itu, lanjut Maidi, lantaran operasional RSL Asrama Haji selama ini membutuhkan cost cukup tinggi. Selain itu, mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19. Meski begitu, pihaknya juga tidak meremehkan hepatitis akut misterius yang belakangan ini merebak. ‘’Itu (hepatitis akut misterius, Red) juga bahaya. Artinya, kami tidak boleh lengah. Harus ada antisipasi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Motif Dendam akibat Cemburu, Nursali Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Denik Wuryani menjelaskan, melepas masker hanya boleh dilakukan saat berada di ruang terbuka. ‘’Tapi, tidak ada salahnya tetap pakai masker.  Terutama bagi yang memiliki penyakit kronis,’’ tuturnya.

Ditanya ihwal transisi dari pandemi ke endemi, Denik belum dapat berbicara banyak. Menurutnya, pihaknya menunggu pernyataan resmi epidemiolog maupun rekomendasi World Health Organization (WHO). ‘’Yang jelas, kasus Covid-19 di Kota Madiun selama sebulan terakhir nyaris nihil. Hanya ada satu-dua dengan gejala ringan, isolasi mandiri dan akhirnya sembuh. Untuk isoter satu bulan lebih tidak ada,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, program vaksinasi antikorona terus berlanjut hingga dosis ketiga tuntas. ‘’Vaksinasi tetap jalan. Setiap hari fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan, Red) melayani vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan,’’ ujarnya. (ggi/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Warga mengenakan masker bisa jadi bakal menjadi pemandangan langka. Itu seiring kebijakan pemerintah memperbolehkan warga melepas masker saat berada di ruang terbuka. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan semakin meredanya wabah Covid-19. ‘’Tapi, jika ada kerumunan tetap harus pakai masker,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (19/5).

Maidi meminta masyarakat bijak dalam menyikapi kebijakan pelonggaran pemakaian masker tersebut. Terutama saat menggunakan transportasi publik. ‘’Keputusan presiden itu jadi momentum bagi kami untuk lebih fokus pada pemulihan ekonomi. Tapi, kami tidak ingin sembrono. Kalau sembrono, bahaya lagi,’’ ujarnya.

Mantan sekda Kota Madiun itu mafhum pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, kewaspadaan tetap dikedepankan. Salah satunya dengan tetap mengoperasikan rumah sakit lapangan (RSL) Asrama Haji. ‘’Mungkin hanya separo dari total kapasitas yang kami operasikan,’’ tutur Maidi.

Pengurangan kapasitas itu, lanjut Maidi, lantaran operasional RSL Asrama Haji selama ini membutuhkan cost cukup tinggi. Selain itu, mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19. Meski begitu, pihaknya juga tidak meremehkan hepatitis akut misterius yang belakangan ini merebak. ‘’Itu (hepatitis akut misterius, Red) juga bahaya. Artinya, kami tidak boleh lengah. Harus ada antisipasi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Mudik Lebaranm, Smartfren Tingkatkan Kualitas Jaringan

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Denik Wuryani menjelaskan, melepas masker hanya boleh dilakukan saat berada di ruang terbuka. ‘’Tapi, tidak ada salahnya tetap pakai masker.  Terutama bagi yang memiliki penyakit kronis,’’ tuturnya.

Ditanya ihwal transisi dari pandemi ke endemi, Denik belum dapat berbicara banyak. Menurutnya, pihaknya menunggu pernyataan resmi epidemiolog maupun rekomendasi World Health Organization (WHO). ‘’Yang jelas, kasus Covid-19 di Kota Madiun selama sebulan terakhir nyaris nihil. Hanya ada satu-dua dengan gejala ringan, isolasi mandiri dan akhirnya sembuh. Untuk isoter satu bulan lebih tidak ada,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, program vaksinasi antikorona terus berlanjut hingga dosis ketiga tuntas. ‘’Vaksinasi tetap jalan. Setiap hari fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan, Red) melayani vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan,’’ ujarnya. (ggi/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/