alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Lima Investor Lirik Kawasan Peceland

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan bakal Peceland Kota Madiun jadi lirikan investor kakap. Taipan yang juga salah seorang bos lima hotel ternama disebut-sebut mulai melakukan pendekatan. ‘’Calon investor itu ingin membangun hotel dan tempat wisata,’’ kata Wali Kota Maidi, Minggu (19/12).

Maidi menjamin jalan mulus jika investor berkenan menanamkan modal di kawasan itu. Proses perizinan transparan, cepat, dan akuntabel jadi salah bukti yang diunggulkan Maidi. Pun dia berani menjamin perkembangan pesat di kawasan Peceland. ‘’Saya jamin, yang penting tidak melanggar tata ruang,’’ ujarnya.

Pembangunan Peceland sempat tertunda lantaran pandemi Covid-19. Tahun depan pemkot memulai pekerjaan yang diproyeksikan menjadi windows display Jawa Timur bagian barat itu. ‘’Pekerjaan besar tahun depan mulai membangun akses jalan menuju kawasan Peceland,’’ ungkapnya.

Tidak hanya didekati seorang konglomerat, Maidi juga menerima tawaran dari empat investor lain. Namun, keempatnya belum menentukan titik lokasi. Kendati demikian, Maidi turut memberi jaminan yang sama. ‘’Ada jaminan ke depan,’’ ucapnya.

Kajian terkait Peceland telah dirampungkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun lalu. Gambarannya sektor ekonomi, bisnis, dan sosial menjadi prioritas. Di kawasan itu nantinya disediakan berbagai kuliner serta hasil kerajinan dari berbagai daerah di Madiun Raya. Termasuk kuliner pecel khas Kota Madiun. Berikut kebun yang ditanami varietas bahan baku pecel.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Batasi Sejumlah Kegiatan Masyarakat

Sesuai rencana, jalan akses menuju kawasan Peceland dibangun sepanjang 1,1 kilometer dengan lebar 20 meter. Tepatnya dari sisi timur di Jalan Hayam Wuruk ke barat hingga tembus belakang kompleks perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun. Kemudian tembus Jalan Tirtaraya atau kawasan Peceland.

Akses jalan dibangun memanfaatkan aset milik pemkot dan sebagian kecil lahan milik warga. Aset daerah di Kelurahan Manguharjo 11.160 meter persegi, serta sebagian aset Kelurahan Nambangan Lor 21.372 meter persegi. Lahan milik perorangan 1.750 meter persegi.

Sesuai rencana pula, pemkot menambahkan fasilitas di sekitar jalan baru. Yakni, masjid di atas lahan 8.757 meter persegi. Fasilitas lainnya, area parkir 11.970 meter persegi. Kedua fasilitas itu direncanakan berada di ujung barat jalan baru dekat kawasan Peceland. ‘’Tahun depan fokus kita gas ekonomi. Tapi, program yang sifatnya sosial tetap jalan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan bakal Peceland Kota Madiun jadi lirikan investor kakap. Taipan yang juga salah seorang bos lima hotel ternama disebut-sebut mulai melakukan pendekatan. ‘’Calon investor itu ingin membangun hotel dan tempat wisata,’’ kata Wali Kota Maidi, Minggu (19/12).

Maidi menjamin jalan mulus jika investor berkenan menanamkan modal di kawasan itu. Proses perizinan transparan, cepat, dan akuntabel jadi salah bukti yang diunggulkan Maidi. Pun dia berani menjamin perkembangan pesat di kawasan Peceland. ‘’Saya jamin, yang penting tidak melanggar tata ruang,’’ ujarnya.

Pembangunan Peceland sempat tertunda lantaran pandemi Covid-19. Tahun depan pemkot memulai pekerjaan yang diproyeksikan menjadi windows display Jawa Timur bagian barat itu. ‘’Pekerjaan besar tahun depan mulai membangun akses jalan menuju kawasan Peceland,’’ ungkapnya.

Tidak hanya didekati seorang konglomerat, Maidi juga menerima tawaran dari empat investor lain. Namun, keempatnya belum menentukan titik lokasi. Kendati demikian, Maidi turut memberi jaminan yang sama. ‘’Ada jaminan ke depan,’’ ucapnya.

Kajian terkait Peceland telah dirampungkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun lalu. Gambarannya sektor ekonomi, bisnis, dan sosial menjadi prioritas. Di kawasan itu nantinya disediakan berbagai kuliner serta hasil kerajinan dari berbagai daerah di Madiun Raya. Termasuk kuliner pecel khas Kota Madiun. Berikut kebun yang ditanami varietas bahan baku pecel.

Baca Juga :  Tetap Utamakan Pendidikan

Sesuai rencana, jalan akses menuju kawasan Peceland dibangun sepanjang 1,1 kilometer dengan lebar 20 meter. Tepatnya dari sisi timur di Jalan Hayam Wuruk ke barat hingga tembus belakang kompleks perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun. Kemudian tembus Jalan Tirtaraya atau kawasan Peceland.

Akses jalan dibangun memanfaatkan aset milik pemkot dan sebagian kecil lahan milik warga. Aset daerah di Kelurahan Manguharjo 11.160 meter persegi, serta sebagian aset Kelurahan Nambangan Lor 21.372 meter persegi. Lahan milik perorangan 1.750 meter persegi.

Sesuai rencana pula, pemkot menambahkan fasilitas di sekitar jalan baru. Yakni, masjid di atas lahan 8.757 meter persegi. Fasilitas lainnya, area parkir 11.970 meter persegi. Kedua fasilitas itu direncanakan berada di ujung barat jalan baru dekat kawasan Peceland. ‘’Tahun depan fokus kita gas ekonomi. Tapi, program yang sifatnya sosial tetap jalan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/