alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kelenteng Hwie Ing Kiong Bersihkan Altar dan Rupang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Umat Tridharma membersihkan puluhan altar dan ratusan rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Minggu (19/1). Tradisi setahun sekali itu menjadi awal rangkaian peringatan tahun baru Imlek pekan depan (25/1). ‘’Pembersihan ini kurang lebih seminggu jelang tahun baru,’’ kata Han Hoo Yen, dewan kehormatan TITD Hwie Ing Kiong.

Altar dan rupang dibersihkan secara bertahap mulai pukul 09.00. Rupang yang berada di altar diturunkan dan kemudian dibersihkan di atas meja. Patung dewa-dewi dilap dengan kain yang dibasahi bunga dan minyak wangi. ‘’Untuk menjaga kesucian dan keharuman,’’ imbuh Agung Hartono, nama lain Han Hoo Yen.

Ada 23 patung dewa yang dibersihkan. Mulai Dewi Kyan Im, Dewa Kwan Kong, Dewa Bumi, Dewi Laut, dan lainnya. Sedangkan rupang terdiri dari dewa beserta pengikutnya berjumlah ratusan. ‘’Tuan rumah Kelenteng Hwie Ing Kiong ini adalah Dewi Laut, Mazu Tian Shang Sheng Mu,’’ sebutnya.

Rumah Dewi Laut

Mazu Thian Shang Sheng Mu lahir dari keluarga pejabat kabupaten di Provinsi Fujian. Mazu adalah keturunan ke-22 dari Raja Jin An (Lin Lu). Terlahir dari Pasangan Lin Wei Que dan Wang dengan nama awal Lin Mo. Pertolongannya kepada ayah dan kakaknya saat berhadapan dengan ombak laut yang ganas saat mencari ikan, membuatnya dikenang sebagai Dewi Laut. ‘’Para orang terdahulu yang baik sangat kami hormati. Penghormatan itu sudah turun-temurun dari nenek moyang,’’ ujar Agung.

Baca Juga :  Kasus DBD di Kota Madiun Naik 32 Persen

Dewi Laut merupakan rupang pertama yang dimiliki Kelenteng Hwie Ing Kiong. Kuil yang sebelumnya bernama Kuil Dewi Mazu itu dulu bertempat di sebelah utara Kali Madiun, tepatnya samping jembatan Kali Madiun. Masyarakat Tionghoa Madiun masih menjalankan semua tradisi leluhur di kuil sederhana tersebut. ‘’Konon, setelah membantu menyembuhkan istri residen Belanda yang saat itu berkuasa, masyarakat Tionghoa dihadiahi sebidang tanah kurang lebih 10.000 m2. Kuil yang dibangun di atas tanah itu sekarang dikenal dengan Kelenteng Hwie Ing Kiong,’’ jelasnya.

Kelenteng itu dibangun pada 1887 dan selesai pada 1896. Arsiteknya langsung didatangkan dari Fujian, Tiongkok. Kala itu ketua kelenteng adalah Liem Koen Tie. Hwie ing Kiong berarti istana kesejahteraan dan kemuliaan. ‘’Pada meja altar Mazu, dipasang keramik khas Belanda yang merupakan hadiah sebagai ucapan terima kasih. Hingga saat ini masih dipertahankan sebagai memorabilia,’’ paparnya. (mg3/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Umat Tridharma membersihkan puluhan altar dan ratusan rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Minggu (19/1). Tradisi setahun sekali itu menjadi awal rangkaian peringatan tahun baru Imlek pekan depan (25/1). ‘’Pembersihan ini kurang lebih seminggu jelang tahun baru,’’ kata Han Hoo Yen, dewan kehormatan TITD Hwie Ing Kiong.

Altar dan rupang dibersihkan secara bertahap mulai pukul 09.00. Rupang yang berada di altar diturunkan dan kemudian dibersihkan di atas meja. Patung dewa-dewi dilap dengan kain yang dibasahi bunga dan minyak wangi. ‘’Untuk menjaga kesucian dan keharuman,’’ imbuh Agung Hartono, nama lain Han Hoo Yen.

Ada 23 patung dewa yang dibersihkan. Mulai Dewi Kyan Im, Dewa Kwan Kong, Dewa Bumi, Dewi Laut, dan lainnya. Sedangkan rupang terdiri dari dewa beserta pengikutnya berjumlah ratusan. ‘’Tuan rumah Kelenteng Hwie Ing Kiong ini adalah Dewi Laut, Mazu Tian Shang Sheng Mu,’’ sebutnya.

Rumah Dewi Laut

Mazu Thian Shang Sheng Mu lahir dari keluarga pejabat kabupaten di Provinsi Fujian. Mazu adalah keturunan ke-22 dari Raja Jin An (Lin Lu). Terlahir dari Pasangan Lin Wei Que dan Wang dengan nama awal Lin Mo. Pertolongannya kepada ayah dan kakaknya saat berhadapan dengan ombak laut yang ganas saat mencari ikan, membuatnya dikenang sebagai Dewi Laut. ‘’Para orang terdahulu yang baik sangat kami hormati. Penghormatan itu sudah turun-temurun dari nenek moyang,’’ ujar Agung.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jembatan Mojorayung IV Digelontor Rp 1,05 Miliar

Dewi Laut merupakan rupang pertama yang dimiliki Kelenteng Hwie Ing Kiong. Kuil yang sebelumnya bernama Kuil Dewi Mazu itu dulu bertempat di sebelah utara Kali Madiun, tepatnya samping jembatan Kali Madiun. Masyarakat Tionghoa Madiun masih menjalankan semua tradisi leluhur di kuil sederhana tersebut. ‘’Konon, setelah membantu menyembuhkan istri residen Belanda yang saat itu berkuasa, masyarakat Tionghoa dihadiahi sebidang tanah kurang lebih 10.000 m2. Kuil yang dibangun di atas tanah itu sekarang dikenal dengan Kelenteng Hwie Ing Kiong,’’ jelasnya.

Kelenteng itu dibangun pada 1887 dan selesai pada 1896. Arsiteknya langsung didatangkan dari Fujian, Tiongkok. Kala itu ketua kelenteng adalah Liem Koen Tie. Hwie ing Kiong berarti istana kesejahteraan dan kemuliaan. ‘’Pada meja altar Mazu, dipasang keramik khas Belanda yang merupakan hadiah sebagai ucapan terima kasih. Hingga saat ini masih dipertahankan sebagai memorabilia,’’ paparnya. (mg3/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/