alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Seorang Siswa SD Muhammadiyah Positif Korona, Kelas I Dikuntara

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya sulit dilacak. Informasi terkait awal mula kasus Covid-19 di BNI 46 Kacab Madiun juga simpang siur. Ada versi berbeda dari sekolah asal anak salah seorang karyawan bank pelat merah itu. ‘’Anak ini terkonfirmasi sakit karena orang tuanya yang bekerja di salah satu bank itu sudah kena (konfirmasi Covid-19, Red) duluan,’’ kata Kepala SD Muhammadiyah Kota Madiun Dwi Harijati kemarin (19/1).

Dia menerima informasi orang tua siswa (karyawan BNI) tersebut lebih dulu terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan anaknya yang duduk di bangku kelas I terkonfirmasi Senin (17/1). Karena itu, pihaknya mengambil kebijakan seluruh siswa kelas I (64 anak) kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) per kemarin (19/1). Ruang kelas pun dikunci sementara (kuntara) dan disterilisasi dengan cairan disinfektan. ‘’Sementara ini PJJ untuk kelas I sesuai arahan dindik (dinas pendidikan, Red),’’ ujarnya.

Dwi mengungkapkan, siswanya itu terakhir masuk sekolah Kamis (13/1) lalu. Saat itu jadwal pembelajaran outdoor dengan materi estafet air di halaman sekolah selama dua jam mulai pukul 07.00-09.00. Hari tersebut merupakan hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pascalibur semester. ‘’Setelah itu, izin tidak masuk sekolah. Jadi, kemungkinan menyebar ke yang lain, saya kira tidak,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terduga Teroris Tetangga Dekat Ketua FKUB

Dwi mengklaim, pascalibur semester pihaknya mendata siswa yang diajak keluarga bepergian ke luar kota. Hasilnya nihil. Termasuk siswa yang terkonfirmasi positif tersebut. ‘’Siswa dan keluarga tidak bepergian ke luar kota. Karena memang kebijakan dindik, libur diundur pasca-Nataru. Pas anak mau diajak liburan, masih masuk. Pas orang tua selesai libur Nataru, anak libur. Jadi, tidak ada waktu liburan ke luar kota,’’ paparnya.

Pihak sekolah intens memantau perkembangan kondisi siswanya itu. Saat ini tengah menjalani perawatan di RS Santa Clara. ‘’Informasi yang kami terima, anak ini kondisinya baik. Saturasinya 98, tidak diinfus, serta tidak ada gejala panas, mual, dan tidak sesak napas. Semoga lekas membaik dan normal kembali,’’ harapnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya sulit dilacak. Informasi terkait awal mula kasus Covid-19 di BNI 46 Kacab Madiun juga simpang siur. Ada versi berbeda dari sekolah asal anak salah seorang karyawan bank pelat merah itu. ‘’Anak ini terkonfirmasi sakit karena orang tuanya yang bekerja di salah satu bank itu sudah kena (konfirmasi Covid-19, Red) duluan,’’ kata Kepala SD Muhammadiyah Kota Madiun Dwi Harijati kemarin (19/1).

Dia menerima informasi orang tua siswa (karyawan BNI) tersebut lebih dulu terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan anaknya yang duduk di bangku kelas I terkonfirmasi Senin (17/1). Karena itu, pihaknya mengambil kebijakan seluruh siswa kelas I (64 anak) kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) per kemarin (19/1). Ruang kelas pun dikunci sementara (kuntara) dan disterilisasi dengan cairan disinfektan. ‘’Sementara ini PJJ untuk kelas I sesuai arahan dindik (dinas pendidikan, Red),’’ ujarnya.

Dwi mengungkapkan, siswanya itu terakhir masuk sekolah Kamis (13/1) lalu. Saat itu jadwal pembelajaran outdoor dengan materi estafet air di halaman sekolah selama dua jam mulai pukul 07.00-09.00. Hari tersebut merupakan hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pascalibur semester. ‘’Setelah itu, izin tidak masuk sekolah. Jadi, kemungkinan menyebar ke yang lain, saya kira tidak,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Keamanan 143 Desa Penyelenggara Pilkades Jadi Atensi Polres Madiun

Dwi mengklaim, pascalibur semester pihaknya mendata siswa yang diajak keluarga bepergian ke luar kota. Hasilnya nihil. Termasuk siswa yang terkonfirmasi positif tersebut. ‘’Siswa dan keluarga tidak bepergian ke luar kota. Karena memang kebijakan dindik, libur diundur pasca-Nataru. Pas anak mau diajak liburan, masih masuk. Pas orang tua selesai libur Nataru, anak libur. Jadi, tidak ada waktu liburan ke luar kota,’’ paparnya.

Pihak sekolah intens memantau perkembangan kondisi siswanya itu. Saat ini tengah menjalani perawatan di RS Santa Clara. ‘’Informasi yang kami terima, anak ini kondisinya baik. Saturasinya 98, tidak diinfus, serta tidak ada gejala panas, mual, dan tidak sesak napas. Semoga lekas membaik dan normal kembali,’’ harapnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/