alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Pemkot Madiun Berencana Operasikan Rusunawa II Bulan Depan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Setelah berbulan-bulan suwung, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II akan segera berpenghuni. Pemkot Madiun berencana membuka pintu fasilitas umum (fasum) senilai Rp 23 miliar yang dibangun pemerintah pusat itu bakal dibuka bulan depan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, pendataan calon penghuninya sudah rampung. Pun, dipastikan seluruh unit di tiga lantai bakal terisi penuh. Sehingga, tinggal menunggu waktu calon penghuni boyongan ke rusunawa II tersebut. ‘’Paling cepat bulan ini, dan paling lambat bulan depan,’’ katanya, Jumat (20/5).

Menurut Maidi, pengoperasian rusunawa II itu seiring perkembangan kasus Covid-19 yang terus melandai. Sebab, sebelumnya rusunawa dijadikan tempat isolasi cadangan pasien positif korona. ‘’Calon penghuni pastinya sudah menunggu. Jika rusunawa sudah dioperasikan, sudah ada opsi untuk tempat isolasi cadangan kalau kasus Covid-19 kembali meledak,’’ ujarnya.

Maidi juga menduga belum beroperasinya rusunawa II menjadi pertimbangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda pembangunan rusunawa III di kawasan makam etnis Tionghoa alias bongpay. ‘’Setelah rusunawa II beroperasi, kami berharap pemerintah pusat segera melanjutkan pembangunan rusunawa III,’’ pintanya.

Baca Juga :  Tanggul Kali Sono Ambrol, Dua Rumah Warga di Kota Madiun Terancam

Maidi mengklaim fasilitas rusunawa II layaknya apartemen mewah. Satu unit kamar setara rumah tipe 36 (6×6 meter). Di dalamnya ada ruang tamu lengkap meja-kursi, dua kamar plus tempat tidur. Pun, dapur dan kamar mandi. ‘’Insya Allah penghuni rusunawa II nyaman,’’ ucapnya.

Ihwal biaya sewa, khusus lantai satu untuk lansia dan disabilitas Rp 100 ribu per bulan. Lantai dua khsus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Rp 210 ribu per bulan. Sedangkan lantai tiga untuk umum Rp 190 ribu per bulan. Biaya sewa tersebut belum termasuk tagihan air dan listrik. ‘’Data sudah kami pegang, akan segera dihuni,’’ tegasnya. (ggi/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Setelah berbulan-bulan suwung, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II akan segera berpenghuni. Pemkot Madiun berencana membuka pintu fasilitas umum (fasum) senilai Rp 23 miliar yang dibangun pemerintah pusat itu bakal dibuka bulan depan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, pendataan calon penghuninya sudah rampung. Pun, dipastikan seluruh unit di tiga lantai bakal terisi penuh. Sehingga, tinggal menunggu waktu calon penghuni boyongan ke rusunawa II tersebut. ‘’Paling cepat bulan ini, dan paling lambat bulan depan,’’ katanya, Jumat (20/5).

Menurut Maidi, pengoperasian rusunawa II itu seiring perkembangan kasus Covid-19 yang terus melandai. Sebab, sebelumnya rusunawa dijadikan tempat isolasi cadangan pasien positif korona. ‘’Calon penghuni pastinya sudah menunggu. Jika rusunawa sudah dioperasikan, sudah ada opsi untuk tempat isolasi cadangan kalau kasus Covid-19 kembali meledak,’’ ujarnya.

Maidi juga menduga belum beroperasinya rusunawa II menjadi pertimbangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda pembangunan rusunawa III di kawasan makam etnis Tionghoa alias bongpay. ‘’Setelah rusunawa II beroperasi, kami berharap pemerintah pusat segera melanjutkan pembangunan rusunawa III,’’ pintanya.

Baca Juga :  Harga Daging Sapi Relatif Stabil

Maidi mengklaim fasilitas rusunawa II layaknya apartemen mewah. Satu unit kamar setara rumah tipe 36 (6×6 meter). Di dalamnya ada ruang tamu lengkap meja-kursi, dua kamar plus tempat tidur. Pun, dapur dan kamar mandi. ‘’Insya Allah penghuni rusunawa II nyaman,’’ ucapnya.

Ihwal biaya sewa, khusus lantai satu untuk lansia dan disabilitas Rp 100 ribu per bulan. Lantai dua khsus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Rp 210 ribu per bulan. Sedangkan lantai tiga untuk umum Rp 190 ribu per bulan. Biaya sewa tersebut belum termasuk tagihan air dan listrik. ‘’Data sudah kami pegang, akan segera dihuni,’’ tegasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/