alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Berliana Zulfaariza Jadi Tumpuan Perserosi Kota Madiun Raih Medali di Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepasang mata Berliana Zulfaariza fokus menatap ke depan. Sementara, kedua kakinya yang telah mengenakan sepatu roda tampak disilangkan dengan posisi setengah jongkok. Bersamaan itu dia mengatur napas lewat hidung dan mulutnya.

Kemudian, mengatur posisi helm di kepalanya untuk memastikan peranti safety itu telah terpasang dengan benar. Beberapa saat berselang, siswi kelas V MIT Bhakti Ibu itu mulai berlari sekencang mungkin. Tubuh mungilnya pun melesat melahap lintasan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.

Setiap sore Berliana berlatih sepatu roda di lokasi itu untuk persiapan terjun di Porprov Jatim 2022 mendatang. Itu dilakukannya rutin empat kali dalam sepekan semenjak ditunjuk Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Madiun awal tahun lalu. Berliana bakal turun di nomor individual time trial (ITT) 300 meter dan 1.000 meter massal.

Selama setahun lebih Berliana melahap latihan endurance (daya tahan) dan speed (kecepatan). Materi itu merupakan hal terpenting dimiliki atlet sepatu roda. ‘’Soal teknik, Berliana sudah menguasai. Hanya, jam terbangnya masih minim karena baru satu tahun intens latihan,’’ kata Hendra Dwi Kurniawan, pelatih dari Perserosi Kota Madiun.

Baca Juga :  Soal Gugatan WDS, Dewan Minta Pemkab Bersikap Ksatria

Melihat skill yang ditunjukkan Berliana, Hendra optimistis gadis 12 tahun itu dapat meraih hasil maksimal. Apalagi, warga Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo, itu berhasil meraih medali perunggu Kejurprov 2021 di Surabaya akhir tahun lalu. ‘’Perserosi menarget medali perak di porprov nanti,’’ ujarnya.

Selain Berliana, Perserosi Kota Madiun juga tengah menyiapkan atlet-atlet sepatu roda lainnya. Mereka digembleng intensif untuk mematangkan skill sebelum menjajal kejuaraan resmi. ‘’Persiapan harus matang agar nanti bisa bersaing,’’ kata Hendra.

Ada sekitar 30 atlet yang bergabung di Perserosi Kota Madiun. Usianya mulai 5 hingga 12 tahun. Materi maupun porsi latihannya bertahap. ‘’Latihannya empat kali dalam seminggu,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepasang mata Berliana Zulfaariza fokus menatap ke depan. Sementara, kedua kakinya yang telah mengenakan sepatu roda tampak disilangkan dengan posisi setengah jongkok. Bersamaan itu dia mengatur napas lewat hidung dan mulutnya.

Kemudian, mengatur posisi helm di kepalanya untuk memastikan peranti safety itu telah terpasang dengan benar. Beberapa saat berselang, siswi kelas V MIT Bhakti Ibu itu mulai berlari sekencang mungkin. Tubuh mungilnya pun melesat melahap lintasan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.

Setiap sore Berliana berlatih sepatu roda di lokasi itu untuk persiapan terjun di Porprov Jatim 2022 mendatang. Itu dilakukannya rutin empat kali dalam sepekan semenjak ditunjuk Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Madiun awal tahun lalu. Berliana bakal turun di nomor individual time trial (ITT) 300 meter dan 1.000 meter massal.

Selama setahun lebih Berliana melahap latihan endurance (daya tahan) dan speed (kecepatan). Materi itu merupakan hal terpenting dimiliki atlet sepatu roda. ‘’Soal teknik, Berliana sudah menguasai. Hanya, jam terbangnya masih minim karena baru satu tahun intens latihan,’’ kata Hendra Dwi Kurniawan, pelatih dari Perserosi Kota Madiun.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Bogowonto Butuh Kantong Parkir Baru dan Optimalisasi Lalin

Melihat skill yang ditunjukkan Berliana, Hendra optimistis gadis 12 tahun itu dapat meraih hasil maksimal. Apalagi, warga Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo, itu berhasil meraih medali perunggu Kejurprov 2021 di Surabaya akhir tahun lalu. ‘’Perserosi menarget medali perak di porprov nanti,’’ ujarnya.

Selain Berliana, Perserosi Kota Madiun juga tengah menyiapkan atlet-atlet sepatu roda lainnya. Mereka digembleng intensif untuk mematangkan skill sebelum menjajal kejuaraan resmi. ‘’Persiapan harus matang agar nanti bisa bersaing,’’ kata Hendra.

Ada sekitar 30 atlet yang bergabung di Perserosi Kota Madiun. Usianya mulai 5 hingga 12 tahun. Materi maupun porsi latihannya bertahap. ‘’Latihannya empat kali dalam seminggu,’’ ujarnya. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/