alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Dua Tahun Vakum, Pemkot Madiun Gelar 22 Kegiatan di HJM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak 2020, Hari Jadi Kota Madiun (HJM) dilalui tanpa perayaan meriah. Selama itu pula Kota Pendekar absen dari beragam pertunjukan. Kini, parade drumband kembali digelar bertepatan dengan momentum HJM ke-104, Senin (20/6).

Parade tersebut diikuti oleh kelompok drumband dari SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1–7, 9, 10, 13 dan SMP Muhammadiyah. Lalu, SMAN 3 Taruna Angkasa, Politeknik Perkerkeretaapian Indonesia, serta penampilan grup barongsai dari SMPK Santo Bernadus dan SMPK Santo Yusuf.

Pada event tersebut, penonton membeludak. Sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan H Agus Salim bak lautan manusia. ‘’(setelah) dua tahun vakum, ini kita panasi. Ternyata hasilnya meriah. Masyarakat sangat antusias sekali,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

EVENT: Wali Kota Maidi membuka parade drumband yang sempat dua tahun vakum kini kembali digelar pada peringatan HJM ke-104, Senin (20/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Total ada 22 kegiatan yang digelar pemkot untuk memeriahkan HJM. Beberapa kegiatan sudah berjalan sejak Mei lalu. Di antaranya, Festival Pecel Pincuk, Sarasehan Budaya Seni Pencak Silat, Madiun Volksweekend, dan Madiun Coolinary Festival. Sementara, pada pekan ini hingga 15 Juli mendatang ada Pekan Raya Madiun, Medioen Mantu, Madiun Lawu Challenge dan  dipungkasi acara grand opening Bogowonto Culinary Fest.

Menurut Maidi, puluhan event itu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Mulai mencari bibit muda atlet olahraga hingga membangun ekonomi kerakyatan. Menurut Maidi, HJM menjadi uji coba dari kegiatan yang melibatkan banyak warga. Ribuan orang datang dan menyambut dengan antusias. ‘’Kalau (dirasa) kurang nanti akan saya sambung pada HUT RI,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Terima Gaji Satu Bulan Penuh, PPPK Guru Langsung Mengajar Pasca-Lebaran

Beragam kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu membangkitkan perekonomian di Kota Madiun. Selain itu, juga bisa menarik banyak wisatawan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Pihaknya optimistis, event tahunan tersebut mampu mempromosikan Kota Madiun. ‘’Dengan digelarnya beragam event ini tentu ekonomi tumbuh bagus dan menjadi hiburan bagi masyarakat setelah dua tahun vakum tidak ada kegiatan karena pandemi,’’ terang Maidi.

PENGHARGAAN: Wali Kota Maidi memberikan awarding inovasi kepada Sekkota Seoko Dwi Handiarto dalam upacara peringatan HJM ke-104 di alun-alun, Senin (20/4). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Dalam kesempatan tersebut, Maidi juga mengajak seluruh pegawai pemkot untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai, lanjut dia, 18 penghargaan yang sudah diraih pemkot pada tahun ini justru membuat para aparatur sipil negara (ASN) berpuas diri. ‘’Artinya dengan prestasi ini sebenarnya potensi sumber daya manusia (SDM) yang kita miliki bisa dimaksimalkan kendati Kota Madiun tidak punya sumber daya alam (SDA),’’ jelas Maidi. (her/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak 2020, Hari Jadi Kota Madiun (HJM) dilalui tanpa perayaan meriah. Selama itu pula Kota Pendekar absen dari beragam pertunjukan. Kini, parade drumband kembali digelar bertepatan dengan momentum HJM ke-104, Senin (20/6).

Parade tersebut diikuti oleh kelompok drumband dari SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1–7, 9, 10, 13 dan SMP Muhammadiyah. Lalu, SMAN 3 Taruna Angkasa, Politeknik Perkerkeretaapian Indonesia, serta penampilan grup barongsai dari SMPK Santo Bernadus dan SMPK Santo Yusuf.

Pada event tersebut, penonton membeludak. Sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan H Agus Salim bak lautan manusia. ‘’(setelah) dua tahun vakum, ini kita panasi. Ternyata hasilnya meriah. Masyarakat sangat antusias sekali,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

EVENT: Wali Kota Maidi membuka parade drumband yang sempat dua tahun vakum kini kembali digelar pada peringatan HJM ke-104, Senin (20/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Total ada 22 kegiatan yang digelar pemkot untuk memeriahkan HJM. Beberapa kegiatan sudah berjalan sejak Mei lalu. Di antaranya, Festival Pecel Pincuk, Sarasehan Budaya Seni Pencak Silat, Madiun Volksweekend, dan Madiun Coolinary Festival. Sementara, pada pekan ini hingga 15 Juli mendatang ada Pekan Raya Madiun, Medioen Mantu, Madiun Lawu Challenge dan  dipungkasi acara grand opening Bogowonto Culinary Fest.

Menurut Maidi, puluhan event itu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Mulai mencari bibit muda atlet olahraga hingga membangun ekonomi kerakyatan. Menurut Maidi, HJM menjadi uji coba dari kegiatan yang melibatkan banyak warga. Ribuan orang datang dan menyambut dengan antusias. ‘’Kalau (dirasa) kurang nanti akan saya sambung pada HUT RI,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Sebulan Boyongan, Pasar Bunga Masih Sepi

Beragam kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu membangkitkan perekonomian di Kota Madiun. Selain itu, juga bisa menarik banyak wisatawan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Pihaknya optimistis, event tahunan tersebut mampu mempromosikan Kota Madiun. ‘’Dengan digelarnya beragam event ini tentu ekonomi tumbuh bagus dan menjadi hiburan bagi masyarakat setelah dua tahun vakum tidak ada kegiatan karena pandemi,’’ terang Maidi.

PENGHARGAAN: Wali Kota Maidi memberikan awarding inovasi kepada Sekkota Seoko Dwi Handiarto dalam upacara peringatan HJM ke-104 di alun-alun, Senin (20/4). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Dalam kesempatan tersebut, Maidi juga mengajak seluruh pegawai pemkot untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai, lanjut dia, 18 penghargaan yang sudah diraih pemkot pada tahun ini justru membuat para aparatur sipil negara (ASN) berpuas diri. ‘’Artinya dengan prestasi ini sebenarnya potensi sumber daya manusia (SDM) yang kita miliki bisa dimaksimalkan kendati Kota Madiun tidak punya sumber daya alam (SDA),’’ jelas Maidi. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru