alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Hapus Kesan Angker, Pemkot Madiun Pugar Pagar Makam dan Tambah Lampu Penerangan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Biting, Josenan, Taman, jauh dari kesan angker dan menyeramkan. Sebaliknya, terang benderang pada malam hari. ‘’Pagarnya juga kami perbaiki. Total anggarannya Rp 199 juta,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Senin (20/6).

Menurut dia, TPU Biting sengaja ditata untuk mengimbangi keberadaan Lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ngebrak di sebelahnya. Sehingga, aktivitas perekonomian tetap hidup pada malam hari. ‘’Karena di sana juga ada jogging track dan lapak kelurahan, sehingga perlu ditata,’’ jelasnya.

Sebelum ditambah lampu penerangan dan perbaikan pagar, kata dia, kondisi makam itu menyeramkan. Pun, lokasinya tak jauh dari permukiman warga setempat. ‘’Kalau pagarnya bagus dan makamnya bersih tentu menghilangkan kesan angker,’’ ujar Totok.

Baca Juga :  Finishing Jadi Catatan Coach Roca

Selain Biting, ada empat TPU lainnya yang direhab pagarnya. Yakni, makam lain di Josenan, Banjarejo, dan Manisrejo. Masing-masing dialokasikan anggaran kurang dari Rp 200 juta. ‘’Anggaran segitu cukup. Apalagi, tempatnya (makam, Red) di dalam (lingkungan permukiman),’’ ungkapnya.

Kondisi serupa di 84 makam lain yang tersebar di 27 kelurahan. Sejak dua tahun lalu puluhan TPU dipoles untuk menghilangkan kesan seram. Sekaligus menertibkan administrasi nama makam terkait. ‘’Bahkan kita lombakan tiap tahun. Semoga ke depan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut handarbeni menjaga makam di lingkungan mereka,’’ tutur Totok. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Biting, Josenan, Taman, jauh dari kesan angker dan menyeramkan. Sebaliknya, terang benderang pada malam hari. ‘’Pagarnya juga kami perbaiki. Total anggarannya Rp 199 juta,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Senin (20/6).

Menurut dia, TPU Biting sengaja ditata untuk mengimbangi keberadaan Lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ngebrak di sebelahnya. Sehingga, aktivitas perekonomian tetap hidup pada malam hari. ‘’Karena di sana juga ada jogging track dan lapak kelurahan, sehingga perlu ditata,’’ jelasnya.

Sebelum ditambah lampu penerangan dan perbaikan pagar, kata dia, kondisi makam itu menyeramkan. Pun, lokasinya tak jauh dari permukiman warga setempat. ‘’Kalau pagarnya bagus dan makamnya bersih tentu menghilangkan kesan angker,’’ ujar Totok.

Baca Juga :  Suran Agung Santun, Tertib, Saling Menghormati

Selain Biting, ada empat TPU lainnya yang direhab pagarnya. Yakni, makam lain di Josenan, Banjarejo, dan Manisrejo. Masing-masing dialokasikan anggaran kurang dari Rp 200 juta. ‘’Anggaran segitu cukup. Apalagi, tempatnya (makam, Red) di dalam (lingkungan permukiman),’’ ungkapnya.

Kondisi serupa di 84 makam lain yang tersebar di 27 kelurahan. Sejak dua tahun lalu puluhan TPU dipoles untuk menghilangkan kesan seram. Sekaligus menertibkan administrasi nama makam terkait. ‘’Bahkan kita lombakan tiap tahun. Semoga ke depan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut handarbeni menjaga makam di lingkungan mereka,’’ tutur Totok. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/