alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Lima Sapi di Kota Madiun Positif PMK, Pemkot Awasi Lalu Lintas Ternak

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak mulai merambah Kota Madiun. Lima ekor sapi milik warga Kelurahan Kelun, Kartoharjo, dinyatakan terkonfirmasi positif penyakit hewan yang mudah menular tersebut.

Sub-Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Margaretha Dian mengungkapkan, awalnya pihaknya mendapati 25 ekor sapi menunjukkan gejala klinis mengarah PMK. Di antaranya, bagian mulut dan kuku sapi melepuh. Puluhan ternak itu berasal dari Kelurahan Kelun, Pilangbango, dan Tawangrejo.

Petugas lantas mengambil sampel puluhan sapi itu. Kemudian, dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta, untuk dilakukan pengujian. Hasilnya, lima ternak dinyatakan terkonfirmasi positif. Sedangkan sisanya negatif dan sebagian belum keluar hasil uji laboratoriumnya. ‘’Sebelumnya ada enam sapi yang positif, tapi sudah sembuh,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Meski PMK telah masuk Kota Madiun, Margaretha meminta masyarakat tidak khawatir. Pasalnya, penyakit tersebut tidak menular ke manusia dan dapat dicegah. ‘’Apabila mendapati ternaknya menunjukkan gejala PMK, kami mengimbau peternak segera melapor,’’ pintanya.

Baca Juga :  Isfatunnisa Laris Diundang Jadi Penerjemah Rilis Pers Kepolisian

Dia menyebutkan, upaya pencegahan PMK bisa dilakukan dengan memaksimalkan biosekuriti kandang ternak. Di antaranya, menjaga kebersihan kandang serta disinfeksi kandang maupun peralatannya secara berkala. ‘’PMK dapat dicegah dan disembuhkan. Tidak perlu khawatir berlebihan,’’ tegasnya.

Kepala DKPP Muntoro Danardono menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) PMK. Mereka dari unsur dinasnya, dishub, satpol PP, serta TNI-Polri. Tugasnya mengawasi kondisi maupun lalu lintas hewan ternak di wilayah Kota Madiun. ‘’Warga yang akan membeli ternak harus dilengkapi dokumen SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Termasuk kondisi kesehatan maupun diperoleh dari mana,’’ tuturnya.

Selain itu, pihaknya bakal lebih getol melakukan surveilans pada hewan ternak. Khususnya kambing dan sapi. Petugas akan intens terjun ke lapangan serta melakukan pengobatan suportif dengan pemberian vitamin dan antibiotik. ‘’Kami menyarankan peternak memberikan obat alternatif ke ternaknya,’’ ujar Muntoro. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak mulai merambah Kota Madiun. Lima ekor sapi milik warga Kelurahan Kelun, Kartoharjo, dinyatakan terkonfirmasi positif penyakit hewan yang mudah menular tersebut.

Sub-Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Margaretha Dian mengungkapkan, awalnya pihaknya mendapati 25 ekor sapi menunjukkan gejala klinis mengarah PMK. Di antaranya, bagian mulut dan kuku sapi melepuh. Puluhan ternak itu berasal dari Kelurahan Kelun, Pilangbango, dan Tawangrejo.

Petugas lantas mengambil sampel puluhan sapi itu. Kemudian, dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta, untuk dilakukan pengujian. Hasilnya, lima ternak dinyatakan terkonfirmasi positif. Sedangkan sisanya negatif dan sebagian belum keluar hasil uji laboratoriumnya. ‘’Sebelumnya ada enam sapi yang positif, tapi sudah sembuh,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Meski PMK telah masuk Kota Madiun, Margaretha meminta masyarakat tidak khawatir. Pasalnya, penyakit tersebut tidak menular ke manusia dan dapat dicegah. ‘’Apabila mendapati ternaknya menunjukkan gejala PMK, kami mengimbau peternak segera melapor,’’ pintanya.

Baca Juga :  Setiap Tahun Kekurangan Siswa, PPDB Online Tiga SDN di Kota Madiun Digabung

Dia menyebutkan, upaya pencegahan PMK bisa dilakukan dengan memaksimalkan biosekuriti kandang ternak. Di antaranya, menjaga kebersihan kandang serta disinfeksi kandang maupun peralatannya secara berkala. ‘’PMK dapat dicegah dan disembuhkan. Tidak perlu khawatir berlebihan,’’ tegasnya.

Kepala DKPP Muntoro Danardono menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) PMK. Mereka dari unsur dinasnya, dishub, satpol PP, serta TNI-Polri. Tugasnya mengawasi kondisi maupun lalu lintas hewan ternak di wilayah Kota Madiun. ‘’Warga yang akan membeli ternak harus dilengkapi dokumen SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Termasuk kondisi kesehatan maupun diperoleh dari mana,’’ tuturnya.

Selain itu, pihaknya bakal lebih getol melakukan surveilans pada hewan ternak. Khususnya kambing dan sapi. Petugas akan intens terjun ke lapangan serta melakukan pengobatan suportif dengan pemberian vitamin dan antibiotik. ‘’Kami menyarankan peternak memberikan obat alternatif ke ternaknya,’’ ujar Muntoro. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/