alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

PPDB Jalur Zonasi Dibuka, Persaingan Diprediksi Ketat

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD-SMP Negeri 2022-2023 di Kota Madiun via jalur zonasi yang dimulai hari ini (20/6) diprediksi bakal ketat. Pasalnya, untuk jenjang SMP, sisa pagu tidak banyak. Namun, longgar di jenjang SD. Kendati begitu, dinas pendidikan (dindik) setempat menggaransi semua sekolah memiliki kualitas yang setara.

Karena itu, kepada siswa maupun orang tua diimbau memilih sekolah secara bijak. Sebab, jika kalah bersaing jarak, tak ada kesempatan lagi mendaftar di sekolah negeri. ‘’Jadi, harus memilih sekolah terdekat dengan rumah agar bisa diterima lewat jalur zonasi,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi kemarin (19/6).

Jika mendaftar di sekolah yang jaraknya lebih jauh, padahal ada yang lebih dekat dari rumah, dipastikan bakal rugi. Sebab, kemungkinan tidak diterima sangat besar. ‘’Acuannya tahap I sudah selesai dan diperkirakan banyak pendaftar memilih tahap II (jalur zonasi, Red),’’ ujarnya.

Prediksi itu berdasarkan beberapa jalur tahap I yang sepi pendaftar. Salah satunya, jalur prestasi akademik yang hanya diisi 12 pendaftar. Semua siswa baru tersebut mendaftar di SMPN 1 Madiun. Sementara jalur perpindahan tugas orang tua hanya 25 pendaftar di lima SMPN. Meliputi SMPN 1, 2, 3, 4, dan 5. Sedangkan, SMPN lainnya nihil. ‘’Karena itu, prediksi kami, persaingan di jalur zonasi bakal ketat,’’ tuturnya.

Sementara jalur nilai rapor persaingannya juga cukup ketat. Seluruh SMPN hampir terisi penuh sesuai pagu. Nilai tertinggi 95,71 di SMPN 1 dan terendah 82,99 di SMPN 14. ‘’Secara prinsip kami jalankan komitmen sesuai peraturan wali kota. Jadi, tidak ada gelombang kedua untuk jalur zonasi,’’ tegas Hariyadi.

Baca Juga :  Bakar Sampah Belakang Sekolah Timbulkan Masalah

Sementara itu, Kabid Pengelolaan PAUD, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Henrykus Titis Sunarno mengatakan bahwa jalur zonasi dibuka mulai Senin (20/6) hingga Rabu (22/6). Calon siswa dapat mendaftar online dengan memasukkan personal identification number (PIN) sebagai syarat login.

Selain terdapat data siswa, dalam PIN juga terdapat poin jarak tempat tinggal dengan sekolah yang dituju. ‘’Biasanya SMPN 1 sampai 6 terpenuhi lebih dulu. Tapi, tahun ini ada jalur offline luar kota di SMPN 8, 9, 12, dan 14 kemungkinan juga terpenuhi,’’ paparnya.

Titis menambahkan, dasar acuan jalur zonasi adalah semakin dekat jarak, peluang diterima semakin besar. Karena itu, calon peserta didik wajib cermat memilih sekolah. Disarankan sekolah terdekat dengan tempat tinggal.  ‘’Peserta diwajibkan memilih tiga SMPN,’’ ungkapnya.

Dia memastikan bahwa mutu pendidikan di semua sekolah sama. Mulai guru, tenaga pendidik, kepala sekolah yang rutin dirotasi, hingga fasilitas maupun sarana-prasarana pendukung. Pihaknya juga memastikan memberikan kelonggaran kepada sekolah yang pagunya masih tersisa sejak PPDB jalur offline dibuka maupun tahap I untuk dipenuhi di jalur zonasi. ‘’Karena tidak ada penambahan waktu untuk jalur zonasi,’’ jelas Titis. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD-SMP Negeri 2022-2023 di Kota Madiun via jalur zonasi yang dimulai hari ini (20/6) diprediksi bakal ketat. Pasalnya, untuk jenjang SMP, sisa pagu tidak banyak. Namun, longgar di jenjang SD. Kendati begitu, dinas pendidikan (dindik) setempat menggaransi semua sekolah memiliki kualitas yang setara.

Karena itu, kepada siswa maupun orang tua diimbau memilih sekolah secara bijak. Sebab, jika kalah bersaing jarak, tak ada kesempatan lagi mendaftar di sekolah negeri. ‘’Jadi, harus memilih sekolah terdekat dengan rumah agar bisa diterima lewat jalur zonasi,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi kemarin (19/6).

Jika mendaftar di sekolah yang jaraknya lebih jauh, padahal ada yang lebih dekat dari rumah, dipastikan bakal rugi. Sebab, kemungkinan tidak diterima sangat besar. ‘’Acuannya tahap I sudah selesai dan diperkirakan banyak pendaftar memilih tahap II (jalur zonasi, Red),’’ ujarnya.

Prediksi itu berdasarkan beberapa jalur tahap I yang sepi pendaftar. Salah satunya, jalur prestasi akademik yang hanya diisi 12 pendaftar. Semua siswa baru tersebut mendaftar di SMPN 1 Madiun. Sementara jalur perpindahan tugas orang tua hanya 25 pendaftar di lima SMPN. Meliputi SMPN 1, 2, 3, 4, dan 5. Sedangkan, SMPN lainnya nihil. ‘’Karena itu, prediksi kami, persaingan di jalur zonasi bakal ketat,’’ tuturnya.

Sementara jalur nilai rapor persaingannya juga cukup ketat. Seluruh SMPN hampir terisi penuh sesuai pagu. Nilai tertinggi 95,71 di SMPN 1 dan terendah 82,99 di SMPN 14. ‘’Secara prinsip kami jalankan komitmen sesuai peraturan wali kota. Jadi, tidak ada gelombang kedua untuk jalur zonasi,’’ tegas Hariyadi.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Buka Gerai Vaksin di Sumber Wangi

Sementara itu, Kabid Pengelolaan PAUD, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Henrykus Titis Sunarno mengatakan bahwa jalur zonasi dibuka mulai Senin (20/6) hingga Rabu (22/6). Calon siswa dapat mendaftar online dengan memasukkan personal identification number (PIN) sebagai syarat login.

Selain terdapat data siswa, dalam PIN juga terdapat poin jarak tempat tinggal dengan sekolah yang dituju. ‘’Biasanya SMPN 1 sampai 6 terpenuhi lebih dulu. Tapi, tahun ini ada jalur offline luar kota di SMPN 8, 9, 12, dan 14 kemungkinan juga terpenuhi,’’ paparnya.

Titis menambahkan, dasar acuan jalur zonasi adalah semakin dekat jarak, peluang diterima semakin besar. Karena itu, calon peserta didik wajib cermat memilih sekolah. Disarankan sekolah terdekat dengan tempat tinggal.  ‘’Peserta diwajibkan memilih tiga SMPN,’’ ungkapnya.

Dia memastikan bahwa mutu pendidikan di semua sekolah sama. Mulai guru, tenaga pendidik, kepala sekolah yang rutin dirotasi, hingga fasilitas maupun sarana-prasarana pendukung. Pihaknya juga memastikan memberikan kelonggaran kepada sekolah yang pagunya masih tersisa sejak PPDB jalur offline dibuka maupun tahap I untuk dipenuhi di jalur zonasi. ‘’Karena tidak ada penambahan waktu untuk jalur zonasi,’’ jelas Titis. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/