alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Recovery LRT Jabodebek Habiskan Rp 25 Miliar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua kereta light rail transit (LRT) Jabodebek mengalami kerusakan parah pada kecelakaan Senin (25/10). Hasil investigasi menunjukkan kerusakan parah dialami nomor 29 dan 20. Adapun dua kereta lainnya (nomor 12 dan 9) rusak ringan. LRT Jabodebek terdiri dari empat trainset dengan total sambungan 24 kereta. ”Seluruh kereta rusak dibawa ke sini dan langsung dibongkar,” kata Senior Manager PKBL, CSR, and Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Jumat (19/11).

Lantaran sambungan kereta itu datangnya tidak bersamaan, perbaikan dilakukan secara paralel. Kereta dengan kerusakan terparah dikerjakan terlebih dahulu. Tiap satu trainset-nya terdiri dari banyak komponen. Satu komponen itu rentang harganya berkisar ratusan juta hingga miliaran. ”Dana recovery untuk perbaikan sudah dikalkulasi. Total sementara Rp 25 miliar. Semoga insiden ini tidak terulang karena perbaikannya butuh biaya besar,” ungkapnya.

Bambang menyebutkan, kerusakan LRT Jabodebek cukup banyak. Komponennya merupakan produksi dalam dan luar negeri. Salah satunya dari Spanyol. Perbaikan sejauh ini belum menjumpai kendala karena komponen yang dibutuhkan sudah ada. ”Setelah perbaikan ada uji statis sebelum dikirim ke Jakarta. Targetnya Agustus 2022 seluruh sambungan kereta sudah dapat beroperasi dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Setahun, Kantor Bea Cukai Madiun Sita Sejuta Batang Rokok Ilegal

Dugaan sementara, kecelakaan LRT disebabkan human error. Pada tahap uji coba, pengoperasian LRT belumlah driverless. Oktober 2022 kelak, barulah LRT bakal beroperasi tanpa masinis. ”Masinisnya sudah sembuh. Sanksinya masih menunggu keputusan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Red),” jelasnya.

Menanggapi informasi yang beredar seputar adanya ketidaksesuaian spesifikasi seperti dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bambang menegaskan bahwa pengerjaan LRT sudah sesuai dengan kontrak. Ke depan LRT bakal dipasangi automatic tight coupler untuk penyempurnaan pasca perbaikan. ”Saat ini sudah proses pengadaan alat modifikasi coupler,” ujarnya. (irs/c1/fin/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua kereta light rail transit (LRT) Jabodebek mengalami kerusakan parah pada kecelakaan Senin (25/10). Hasil investigasi menunjukkan kerusakan parah dialami nomor 29 dan 20. Adapun dua kereta lainnya (nomor 12 dan 9) rusak ringan. LRT Jabodebek terdiri dari empat trainset dengan total sambungan 24 kereta. ”Seluruh kereta rusak dibawa ke sini dan langsung dibongkar,” kata Senior Manager PKBL, CSR, and Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Jumat (19/11).

Lantaran sambungan kereta itu datangnya tidak bersamaan, perbaikan dilakukan secara paralel. Kereta dengan kerusakan terparah dikerjakan terlebih dahulu. Tiap satu trainset-nya terdiri dari banyak komponen. Satu komponen itu rentang harganya berkisar ratusan juta hingga miliaran. ”Dana recovery untuk perbaikan sudah dikalkulasi. Total sementara Rp 25 miliar. Semoga insiden ini tidak terulang karena perbaikannya butuh biaya besar,” ungkapnya.

Bambang menyebutkan, kerusakan LRT Jabodebek cukup banyak. Komponennya merupakan produksi dalam dan luar negeri. Salah satunya dari Spanyol. Perbaikan sejauh ini belum menjumpai kendala karena komponen yang dibutuhkan sudah ada. ”Setelah perbaikan ada uji statis sebelum dikirim ke Jakarta. Targetnya Agustus 2022 seluruh sambungan kereta sudah dapat beroperasi dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Hormati Ramadan, Wali Kota Maidi: Mohon maaf, THM Tutup Dulu

Dugaan sementara, kecelakaan LRT disebabkan human error. Pada tahap uji coba, pengoperasian LRT belumlah driverless. Oktober 2022 kelak, barulah LRT bakal beroperasi tanpa masinis. ”Masinisnya sudah sembuh. Sanksinya masih menunggu keputusan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Red),” jelasnya.

Menanggapi informasi yang beredar seputar adanya ketidaksesuaian spesifikasi seperti dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bambang menegaskan bahwa pengerjaan LRT sudah sesuai dengan kontrak. Ke depan LRT bakal dipasangi automatic tight coupler untuk penyempurnaan pasca perbaikan. ”Saat ini sudah proses pengadaan alat modifikasi coupler,” ujarnya. (irs/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/