alexametrics
30.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Regrouping SMPN 1, 3 dan 13 Madiun Harus Cermat dan Teliti

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana Pemkot Madiun me-regrouping SMPN 1, 3 dan 13 mendapat tanggapan dari Rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma) Parji. Pihaknya mendukung penuh penggabungan tiga sekolah itu. Asalkan hasil kajiannya menunjukkan adanya dampak positif terhadap peningkatan mutu dan layanan kualitas pendidikan. ‘’Nilai-nilai positifnya bagaimana, kekurangannya apa. Tentu semuanya dalam rangka membawa manfaat untuk kemajuan pendidikan,’’ katanya, Sabtu (20/11).

Parji berharap regrouping dapat menjawab persoalan pendidikan dewasa ini. Persoalan pertama soal akses pemerataan layanan pendidikan. Karenanya, penggabungan harus dapat meningkatkan akses pendidikan. ‘’Misal hendak masuk SMPN 1 selama ini rombelnya katakanlah dibatasi lima. Maka, dengan adanya penggabungan ini, berarti rombelnya bisa ditambah. Sehingga siswa yang berkesempatan masuk ke sekolah dengan cap favorit akan lebih meningkatkan semangat belajarnya,’’ urai Parji.

Baca Juga :  Polres Gandeng Pendekar Tekan Pelanggaran Lalin

Persoalan selanjutnya terkait kualitas dan mutu yang harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM). Kemudian terkait efisiensi manajemen sekolah. ‘’Jangan sampai penambahan rombel berdampak terhadap kualitas guru. Juga perlu dipikirkan cukup satu kepala sekolah atau ada tiga wakil dari sekolah itu,’’ imbuh Parji.

Dia juga mengingatkan pemkot agar menyiapkan legal standing atau aspek hukum. Guna menjadi pedoman agar rencana ini tidak berimplikasi pada persoalan hukum. Pada sisi lain, Parji memandang bahwa secara komprehensif penggabungan ini juga berdampak baik terhadap efisiensi manajemen sekolah. ‘’Perlu kajian, jangan terburu-buru. Setiap kebijakan, apalagi penggabungan sekolah yang strategis, harus berdampak terhadap peningkatan dan layanan kualitas pendidikan,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana Pemkot Madiun me-regrouping SMPN 1, 3 dan 13 mendapat tanggapan dari Rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma) Parji. Pihaknya mendukung penuh penggabungan tiga sekolah itu. Asalkan hasil kajiannya menunjukkan adanya dampak positif terhadap peningkatan mutu dan layanan kualitas pendidikan. ‘’Nilai-nilai positifnya bagaimana, kekurangannya apa. Tentu semuanya dalam rangka membawa manfaat untuk kemajuan pendidikan,’’ katanya, Sabtu (20/11).

Parji berharap regrouping dapat menjawab persoalan pendidikan dewasa ini. Persoalan pertama soal akses pemerataan layanan pendidikan. Karenanya, penggabungan harus dapat meningkatkan akses pendidikan. ‘’Misal hendak masuk SMPN 1 selama ini rombelnya katakanlah dibatasi lima. Maka, dengan adanya penggabungan ini, berarti rombelnya bisa ditambah. Sehingga siswa yang berkesempatan masuk ke sekolah dengan cap favorit akan lebih meningkatkan semangat belajarnya,’’ urai Parji.

Baca Juga :  Genjot Pendapatan lewat Tapping Box

Persoalan selanjutnya terkait kualitas dan mutu yang harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM). Kemudian terkait efisiensi manajemen sekolah. ‘’Jangan sampai penambahan rombel berdampak terhadap kualitas guru. Juga perlu dipikirkan cukup satu kepala sekolah atau ada tiga wakil dari sekolah itu,’’ imbuh Parji.

Dia juga mengingatkan pemkot agar menyiapkan legal standing atau aspek hukum. Guna menjadi pedoman agar rencana ini tidak berimplikasi pada persoalan hukum. Pada sisi lain, Parji memandang bahwa secara komprehensif penggabungan ini juga berdampak baik terhadap efisiensi manajemen sekolah. ‘’Perlu kajian, jangan terburu-buru. Setiap kebijakan, apalagi penggabungan sekolah yang strategis, harus berdampak terhadap peningkatan dan layanan kualitas pendidikan,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/