alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

SMPN 1, 3, dan 13 Diregrouping Menjadi Sekolah Kompleks

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penggabungan SMPN 1, 3, dan 13 menjadi Sekolah Kompleks SMPN 1 harus dilakukan dengan cermat, teliti, dan ekstra hati-hati. Jangan sampai kebijakan regrouping itu mengurangi jumlah guru dan memangkas jam mengajar.

Wali Kota Maidi memastikan penggabungan tidak mengurangi jumlah guru dan jam mengajar di tiga satuan pendidikan di Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo, tersebut. Penggabungan justru berpengaruh terhadap jumlah rombongan belajar (rombel). Misalnya kelas VII SMPN 1 semula berisi enam rombel bertambah menjadi 12 rombel. Penambahan berasal dari rombel di kelas yang sama dari SMPN 3 dan 13. ‘’Jumlah guru tidak dikurangi, tapi jumlah rombelnya yang bertambah,’’ kata Maidi, Sabtu (20/11).

Baca Juga :  Bantuan Sosial Pangan Tetap Mengucur

Terkait manajemen organisasi atau penunjukan kepala sekolah perlu disikapi. Menurut Maidi, ada beberapa opsi yang dapat ditempuh. Tiap jenjang kelas nantinya memiliki kepala sekolah. ‘’Nanti bila perlu kelas VII satu kepala sekolah, kelas VIII satu kepala sekolah, kelas IX satu kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah angkatan,’’ terangnya.

Maidi meyakini langkah penggabungan itu berorientasi pada peningkatan mutu kualitas pendidikan. Terutama dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan berprestasi. Maidi menjamin seluruh fasilitas dari Sekolah Kompleks SMPN 1 terpenuhi. ‘’Manajemen bagus, guru cukup, fasilitas kita cukupi,’’ ungkapnya. (kid/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penggabungan SMPN 1, 3, dan 13 menjadi Sekolah Kompleks SMPN 1 harus dilakukan dengan cermat, teliti, dan ekstra hati-hati. Jangan sampai kebijakan regrouping itu mengurangi jumlah guru dan memangkas jam mengajar.

Wali Kota Maidi memastikan penggabungan tidak mengurangi jumlah guru dan jam mengajar di tiga satuan pendidikan di Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo, tersebut. Penggabungan justru berpengaruh terhadap jumlah rombongan belajar (rombel). Misalnya kelas VII SMPN 1 semula berisi enam rombel bertambah menjadi 12 rombel. Penambahan berasal dari rombel di kelas yang sama dari SMPN 3 dan 13. ‘’Jumlah guru tidak dikurangi, tapi jumlah rombelnya yang bertambah,’’ kata Maidi, Sabtu (20/11).

Baca Juga :  Vaksinasi Anak, Wali Kota Madiun Targetkan 2 Pekan 15 Ribu Sasaran

Terkait manajemen organisasi atau penunjukan kepala sekolah perlu disikapi. Menurut Maidi, ada beberapa opsi yang dapat ditempuh. Tiap jenjang kelas nantinya memiliki kepala sekolah. ‘’Nanti bila perlu kelas VII satu kepala sekolah, kelas VIII satu kepala sekolah, kelas IX satu kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah angkatan,’’ terangnya.

Maidi meyakini langkah penggabungan itu berorientasi pada peningkatan mutu kualitas pendidikan. Terutama dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan berprestasi. Maidi menjamin seluruh fasilitas dari Sekolah Kompleks SMPN 1 terpenuhi. ‘’Manajemen bagus, guru cukup, fasilitas kita cukupi,’’ ungkapnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/