alexametrics
28.3 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Raih Nirwasita Tantra 2021, SDN 2 Demangan Getol Kampanyekan Sekolah Zero Waste

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kring…Kring…! Bel SDN 2 Demangan, Kelurahan Demangan, Taman, berbunyi bersamaan jarum jam menunjukkan pukul 07.00. Guru dan puluhan siswa bergegas memadati halaman sekolah. Beberapa saat berselang, Ernawati memimpin apel pagi rutin sebelum kegiatan belajar-mengajar (KBM) itu dimulai.

Pagi itu, Erna –sapaan Ernawati- menekankan ke para peserta didik untuk melakukan gerakan Saberplas alias sapu bersih sampah plastik. Satu per satu sampah plastik diambil untuk selanjutnya dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Ya, selama ini Erna selaku kepala sekolah getol mengampanyekan lingkungan sekolah bebas dari sampah plastik. Baik berupa kemasan makanan dan minuman maupun kantong plastik. ‘’Sampah plastik dipunguti dan langsung dibuang ke tempat sampah. Tidak boleh pakai kantong plastik,’’ kata Erna.

Gerakan Saberplas di-launching pada 2019 lalu. Gerakan itu merupakan wujud andil SDN 2 Demangan dalam menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Selain itu, bentuk tanggung jawab sekolah menanamkan karakter peduli lingkungan kepada anak didiknya. ‘’Kami terus menyosialisasikan bahaya populasi sampah plastik bagi lingkungan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  BPBD Kota Madiun Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

Sejak itu pula seluruh warga sekolah tidak diperbolehkan membeli makanan dan minuman dalam kemasan plastik. Kalaupun terpaksa menggunakan plastik, setelah terpakai wajib dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan. ‘’Sekolah menyediakan tempat sampah khusus plastik. Tidak boleh membuang sampah sembarangan,’’ tegasnya.

Kantin sekolah juga tidak menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan plastik. Pun, wali murid terlibat dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Lewat grup WhatsApp, pihak sekolah setiap harinya tidak henti mengimbau siswa maupun orang tua tidak membawa plastik ke sekolah. ‘’Mengubah karakter murid lebih peduli lingkungan tidak mudah. Sekolah menyosialisasikan sampai ke orang tua,’’ ujarnya.

Gerakan Saberplas SDN 2 Demangan berbuah sejumlah prestasi. Salah satunya penghargaan Nirwasita Tantra dari Pemkot Madiun tahun lalu. ‘’Dengan gerakan Saberplas ini mudah-mudahan anak-anak nanti saat dewasa bisa menjadi contoh bagi generasi penerus selanjutnya,’’ harapnya. (mg4/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kring…Kring…! Bel SDN 2 Demangan, Kelurahan Demangan, Taman, berbunyi bersamaan jarum jam menunjukkan pukul 07.00. Guru dan puluhan siswa bergegas memadati halaman sekolah. Beberapa saat berselang, Ernawati memimpin apel pagi rutin sebelum kegiatan belajar-mengajar (KBM) itu dimulai.

Pagi itu, Erna –sapaan Ernawati- menekankan ke para peserta didik untuk melakukan gerakan Saberplas alias sapu bersih sampah plastik. Satu per satu sampah plastik diambil untuk selanjutnya dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Ya, selama ini Erna selaku kepala sekolah getol mengampanyekan lingkungan sekolah bebas dari sampah plastik. Baik berupa kemasan makanan dan minuman maupun kantong plastik. ‘’Sampah plastik dipunguti dan langsung dibuang ke tempat sampah. Tidak boleh pakai kantong plastik,’’ kata Erna.

Gerakan Saberplas di-launching pada 2019 lalu. Gerakan itu merupakan wujud andil SDN 2 Demangan dalam menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Selain itu, bentuk tanggung jawab sekolah menanamkan karakter peduli lingkungan kepada anak didiknya. ‘’Kami terus menyosialisasikan bahaya populasi sampah plastik bagi lingkungan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  BPBD Kota Madiun Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

Sejak itu pula seluruh warga sekolah tidak diperbolehkan membeli makanan dan minuman dalam kemasan plastik. Kalaupun terpaksa menggunakan plastik, setelah terpakai wajib dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan. ‘’Sekolah menyediakan tempat sampah khusus plastik. Tidak boleh membuang sampah sembarangan,’’ tegasnya.

Kantin sekolah juga tidak menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan plastik. Pun, wali murid terlibat dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Lewat grup WhatsApp, pihak sekolah setiap harinya tidak henti mengimbau siswa maupun orang tua tidak membawa plastik ke sekolah. ‘’Mengubah karakter murid lebih peduli lingkungan tidak mudah. Sekolah menyosialisasikan sampai ke orang tua,’’ ujarnya.

Gerakan Saberplas SDN 2 Demangan berbuah sejumlah prestasi. Salah satunya penghargaan Nirwasita Tantra dari Pemkot Madiun tahun lalu. ‘’Dengan gerakan Saberplas ini mudah-mudahan anak-anak nanti saat dewasa bisa menjadi contoh bagi generasi penerus selanjutnya,’’ harapnya. (mg4/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/