alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Seorang Siswa SMPN 2 Terpapar Covid-19, 40 Anak-Guru Dites Swab

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil tracing di SD Muhammadiyah nihil temuan kasus konfirmasi Covid-19. Namun, klaster BNI malah menyebar ke sekolah. Seorang siswa SMPN 2 Kota Madiun. Siswa kelas VII itu adalah anak salah seorang karyawan BNI 46 Kacab Madiun yang positif korona.

Ternyata, siswa ini juga kakak seorang siswa SD Muhammadiyah yang terkonfirmasi. ‘’Kami dapat informasi kakaknya sekolah di SMPN 2 Kota Madiun dan terkonfirmasi pukul 13.00 kemarin,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi, Jumat (21/1/2022).

Pihaknya bersama dinkes-PPKB bergerak cepat melakukan pelacakan. Sebanyak 40 orang kontak erat dari SMPN 2 Kota Madiun langsung di-swab test antigen. Perinciannya, 27 siswa dan 13 guru. Seluruhnya dinyatakan negatif. ‘’Jadi, kasus di SMPN 2 itu juga klaster BNI,’’ jelas Hariyadi.

Baca Juga :  Waspada Bencana, Pemkot Madiun Kerahkan Tim Khusus

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menginstruksikan kelas siswa tersebut dikunci sementara (kuntara). Selama penutupan disterilisasi menyeluruh. Sementara siswa kelas tersebut diarahkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurut dia, langkah mitigasi itu sebagaimana tercantum dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. ‘’Kelas lain tetap melaksanakan pembelajaran 50 persen,’’ tuturnya. (kid/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil tracing di SD Muhammadiyah nihil temuan kasus konfirmasi Covid-19. Namun, klaster BNI malah menyebar ke sekolah. Seorang siswa SMPN 2 Kota Madiun. Siswa kelas VII itu adalah anak salah seorang karyawan BNI 46 Kacab Madiun yang positif korona.

Ternyata, siswa ini juga kakak seorang siswa SD Muhammadiyah yang terkonfirmasi. ‘’Kami dapat informasi kakaknya sekolah di SMPN 2 Kota Madiun dan terkonfirmasi pukul 13.00 kemarin,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi, Jumat (21/1/2022).

Pihaknya bersama dinkes-PPKB bergerak cepat melakukan pelacakan. Sebanyak 40 orang kontak erat dari SMPN 2 Kota Madiun langsung di-swab test antigen. Perinciannya, 27 siswa dan 13 guru. Seluruhnya dinyatakan negatif. ‘’Jadi, kasus di SMPN 2 itu juga klaster BNI,’’ jelas Hariyadi.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Kabupaten Disemayamkan di Kota

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menginstruksikan kelas siswa tersebut dikunci sementara (kuntara). Selama penutupan disterilisasi menyeluruh. Sementara siswa kelas tersebut diarahkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurut dia, langkah mitigasi itu sebagaimana tercantum dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. ‘’Kelas lain tetap melaksanakan pembelajaran 50 persen,’’ tuturnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/