alexametrics
25.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

MVC Anugerahi Wali Kota Maidi Predikat Anggota Kehormatan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Komunitas Madiun Volkswagen Club (MVC) telah eksis sejak sekitar dua dekade silam. Awalnya, anggota didominasi pilot pesawat tempur Lanud Iswahjudi. Ketua pertamanya Marsekal Yuyu Sutisna, Danlanud Iswahjudi kala itu. ‘’Kemudian berkembang dan anggotanya dari berbagai kalangan,’’ kata Aries Dandar Setiawan, ketua MVC.

Saat ini MVC memiliki 69 anggota aktif dan teregistrasi. Selain dari kalangan TNI, ada yang mahasiswa, pengusaha, ASN, hingga dokter. ‘’Salah satu anggota kehormatan kita Wali Kota Madiun Pak Maidi,’’ tutur pria 44 tahun itu.

Semua anggota MVC memiliki mobil VW klasik. Meski keluaran era perang dunia II, kondisi kendaraan-kendaraan itu masih prima. Pun, kerap digunakan touring jarak jauh. ‘’Waktu ada erupsi Semeru, kami ke Lumajang menggunakan mobil VW masing-masing. Di sana jadi relawan,’’ ungkapnya.

Dandar sendiri sejak SMP sudah jatuh cinta dengan mobil VW. Namun, karena faktor ekonomi, kala itu dia sekadar mengagumi kendaraan buatan Jerman itu. Baru setelah lulus kuliah dan bekerja Dandar dapat mewujudkan impiannya.

Baca Juga :  Garap Pesanan Maidi, Lek Dahlan Siapkan Dua Lagu

Kali pertama dia membeli mobil VW Safari. Namun, belakangan dijual. Beberapa tahun berselang, Dandar mampu membeli mobil idamannya saat kuliah dengan harga relatif murah. Yakni, VW Beetle Sparkafer milik seorang dokter spesialis di Surabaya. ‘’Oleh anaknya dijual karena tidak bisa merawat,’’ kenangnya.

Dandar sengaja mempertahankan orisinalitas mobil itu. Mulai pelat nomornya yang tetap L, cat, interior, hingga bannya masih asli. Pun, sempat beberapa kali menyabet juara kontes mobil VW. ‘’Sebenarnya ada yang mau pinjam untuk diikutkan kontes di Hamburg, Jerman. Tapi, saya tolak,’’ ujar pria yang menakhodai MVC sejak 2016 itu.

VW Beetle Sparkafer milik Dandar juga sempat ditawar seseorang dengan harga Rp 100 juta saat kontes di Jakarta dan Bandung pada 2007 silam. Namun, dia enggan melepasnya. ‘’Karena mobil itu di Indonesia langka, mulai 2017 saya museumkan,’’ tuturnya. (mg7/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Komunitas Madiun Volkswagen Club (MVC) telah eksis sejak sekitar dua dekade silam. Awalnya, anggota didominasi pilot pesawat tempur Lanud Iswahjudi. Ketua pertamanya Marsekal Yuyu Sutisna, Danlanud Iswahjudi kala itu. ‘’Kemudian berkembang dan anggotanya dari berbagai kalangan,’’ kata Aries Dandar Setiawan, ketua MVC.

Saat ini MVC memiliki 69 anggota aktif dan teregistrasi. Selain dari kalangan TNI, ada yang mahasiswa, pengusaha, ASN, hingga dokter. ‘’Salah satu anggota kehormatan kita Wali Kota Madiun Pak Maidi,’’ tutur pria 44 tahun itu.

Semua anggota MVC memiliki mobil VW klasik. Meski keluaran era perang dunia II, kondisi kendaraan-kendaraan itu masih prima. Pun, kerap digunakan touring jarak jauh. ‘’Waktu ada erupsi Semeru, kami ke Lumajang menggunakan mobil VW masing-masing. Di sana jadi relawan,’’ ungkapnya.

Dandar sendiri sejak SMP sudah jatuh cinta dengan mobil VW. Namun, karena faktor ekonomi, kala itu dia sekadar mengagumi kendaraan buatan Jerman itu. Baru setelah lulus kuliah dan bekerja Dandar dapat mewujudkan impiannya.

Baca Juga :  Perburuan Baju Lebaran Tunggu THR

Kali pertama dia membeli mobil VW Safari. Namun, belakangan dijual. Beberapa tahun berselang, Dandar mampu membeli mobil idamannya saat kuliah dengan harga relatif murah. Yakni, VW Beetle Sparkafer milik seorang dokter spesialis di Surabaya. ‘’Oleh anaknya dijual karena tidak bisa merawat,’’ kenangnya.

Dandar sengaja mempertahankan orisinalitas mobil itu. Mulai pelat nomornya yang tetap L, cat, interior, hingga bannya masih asli. Pun, sempat beberapa kali menyabet juara kontes mobil VW. ‘’Sebenarnya ada yang mau pinjam untuk diikutkan kontes di Hamburg, Jerman. Tapi, saya tolak,’’ ujar pria yang menakhodai MVC sejak 2016 itu.

VW Beetle Sparkafer milik Dandar juga sempat ditawar seseorang dengan harga Rp 100 juta saat kontes di Jakarta dan Bandung pada 2007 silam. Namun, dia enggan melepasnya. ‘’Karena mobil itu di Indonesia langka, mulai 2017 saya museumkan,’’ tuturnya. (mg7/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/