alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Terganjal Lahan-Tiang Utilitas, Pelebaran Jalan Basuki Rahmat Terancam Mandek

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek perbaikan dan pelebaran jalan nasional di wilayah Kota Madiun terancam mandek. Sebelumnya sempat terhenti karena momen mudik-balik Lebaran. Pasca-Lebaran kembali dilanjutkan. Namun, persoalan pun mengganjal. Salah seorang warga terdampak proyek enggan melepas lahannya.

‘’Sebenarnya kami hendak speed of progress pelebaran Jalan Basuki Rahmat. Karena ada kendala tersebut, kami harus menunggu arahan dari wali kota dan tindak lanjut instansi terkait,’’ kata Staf Teknik Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Agung Dwi Cahyono, Sabtu (21/5).

Agung menjelaskan, sesuai desain, lahan milik warga tersebut memang terdampak. Total luas lahan sekitar 870 meter persegi. Pihaknya tak dapat berbuat banyak lantaran tak punya wewenang. Hanya koordinasi dengan kelurahan serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat yang bisa dilakukan. ‘’Karena itu bukan aset kami,’’ ujarnya.

Tidak hanya itu, kendala lainnya adalah tiang-tiang utilitas kabel udara belum disterilkan dari lokasi proyek pelebaran jalan tersebut. Agung berharap pihak terkait segera menyelesaikan kendala tersebut agar proyek senilai Rp 26 miliar dari APBN itu dapat rampung sesuai target. ‘’Targetnya September-Oktober selesai. Itu kalau semua berjalan lancar,’’ ungkapnya.

Bahkan, menurut Agung, kendala tersebut bakal berdampak serius pada seluruh proyek. Termasuk penanganan minor atau perbaikan lima ruas jalan nasional lainnya. Sebab, jika ganjalan Jalan Basuki Rahmat belum kunjung selesai, overlay (pelapisan atau pengerasan aspal) jalan tahap dua juga mandek. ‘’Overlay tahap pertama nanti malam (kemarin, Red) selesai. Selanjutnya kami kejar pemasangan U ditch (saluran air dari beton bertulang) di sisi luar Jalan Basuki Rahmat,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Pasutri Asal Madiun Ini Jatuh Cinta pada Musang

Setelah itu, pekan depan mulai penggalian lahan untuk pembentukan struktur jalan. Selanjutnya diteruskan overlay tahap pertama serta tahap kedua bersamaan dengan lima ruas jalan nasional lainnya. Selain untuk efisiensi, lanjut dia, jika overlay tidak bersamaan atau terputus hasilnya kurang baik. ‘’Kalau Jalan Basuki Rahmat belum selesai, jalan lainnya belum bisa kami kerjakan,’’ bebernya.

Penanganan minor lima ruas jalan nasional itu adalah Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan untuk pelebaran, hanya 630 meter di ruas Jalan Basuki Rahmat. Sisi kanan-kiri jalan dilebarkan masing-masing empat meter.

Titik di ruas Jalan Basuki Rahmat harus dilebarkan karena belum disesuaikan dengan ruas atau jalur penghubung lainnya. Sehingga terjadi penyempitan badan jalan atau bottleneck. ‘’Overlay tahap pertama materialnya masih kasar. Nanti tahap kedua lebih halus dan termasuk kami lakukan pengerjaan markah jalannya,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek perbaikan dan pelebaran jalan nasional di wilayah Kota Madiun terancam mandek. Sebelumnya sempat terhenti karena momen mudik-balik Lebaran. Pasca-Lebaran kembali dilanjutkan. Namun, persoalan pun mengganjal. Salah seorang warga terdampak proyek enggan melepas lahannya.

‘’Sebenarnya kami hendak speed of progress pelebaran Jalan Basuki Rahmat. Karena ada kendala tersebut, kami harus menunggu arahan dari wali kota dan tindak lanjut instansi terkait,’’ kata Staf Teknik Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Agung Dwi Cahyono, Sabtu (21/5).

Agung menjelaskan, sesuai desain, lahan milik warga tersebut memang terdampak. Total luas lahan sekitar 870 meter persegi. Pihaknya tak dapat berbuat banyak lantaran tak punya wewenang. Hanya koordinasi dengan kelurahan serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat yang bisa dilakukan. ‘’Karena itu bukan aset kami,’’ ujarnya.

Tidak hanya itu, kendala lainnya adalah tiang-tiang utilitas kabel udara belum disterilkan dari lokasi proyek pelebaran jalan tersebut. Agung berharap pihak terkait segera menyelesaikan kendala tersebut agar proyek senilai Rp 26 miliar dari APBN itu dapat rampung sesuai target. ‘’Targetnya September-Oktober selesai. Itu kalau semua berjalan lancar,’’ ungkapnya.

Bahkan, menurut Agung, kendala tersebut bakal berdampak serius pada seluruh proyek. Termasuk penanganan minor atau perbaikan lima ruas jalan nasional lainnya. Sebab, jika ganjalan Jalan Basuki Rahmat belum kunjung selesai, overlay (pelapisan atau pengerasan aspal) jalan tahap dua juga mandek. ‘’Overlay tahap pertama nanti malam (kemarin, Red) selesai. Selanjutnya kami kejar pemasangan U ditch (saluran air dari beton bertulang) di sisi luar Jalan Basuki Rahmat,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Kementerian ESDM Teliti Kebumian Kota Madiun

Setelah itu, pekan depan mulai penggalian lahan untuk pembentukan struktur jalan. Selanjutnya diteruskan overlay tahap pertama serta tahap kedua bersamaan dengan lima ruas jalan nasional lainnya. Selain untuk efisiensi, lanjut dia, jika overlay tidak bersamaan atau terputus hasilnya kurang baik. ‘’Kalau Jalan Basuki Rahmat belum selesai, jalan lainnya belum bisa kami kerjakan,’’ bebernya.

Penanganan minor lima ruas jalan nasional itu adalah Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan untuk pelebaran, hanya 630 meter di ruas Jalan Basuki Rahmat. Sisi kanan-kiri jalan dilebarkan masing-masing empat meter.

Titik di ruas Jalan Basuki Rahmat harus dilebarkan karena belum disesuaikan dengan ruas atau jalur penghubung lainnya. Sehingga terjadi penyempitan badan jalan atau bottleneck. ‘’Overlay tahap pertama materialnya masih kasar. Nanti tahap kedua lebih halus dan termasuk kami lakukan pengerjaan markah jalannya,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/