alexametrics
23.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Belum Semua Difabel Punya Keterampilan

MADIUN — Belum semua penyandang disabilitas di Kabupaten  Madiun memiliki keterampilan untuk menunjang kesejahteraan mereka. Dari total hampir 5.000 jiwa difabel, belum semua mendapat pelatihan. ‘’Kami akan buatkan kartu penyandang disabilitas,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati Kamis (20/6)

Saat ini pihaknya masih fokus pada pemberian bantuan alat mobilitas bagi para penderita tunadaksa. Tujuh unit  kursi roda sudah diberikan sejak beberapa bulan terakhir. Penyaluran bantuan itu berdasarakan hasil survei. Untuk pelatihan sudah dilaksnakan pada Hari Disabilitas Nasional beberapa minggu lalu. ‘’Tapi belum semuanya,’’ ujarnya.

Pertimbangannya, belum semua difabel memiliki usaha sendiri. Sehingga belum semua bisa mendapat bantuan tambahan modal usaha. Dia mengatakan penyaluran bantuan Kemensos maupun Dinsos Jatim masih butuh survei untuk memenuhi kriteria yang ditentukan. Pasalnya, jika embrio usaha tidak bagus akan menghambat mereka berkembang. ‘’Ada kriteria yang harus dipenuhi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gerbong Mutasi Pejabat Pemkot Madiun Segera Bergerak

Data di Dinsos Kabupaten Madiun mencatat jumlah penyadnag disabilitas 4.558 jiwa. Terbanyak di Kecamatan Geger 803 jiwa. Perinciannya, 729 jiwa cacat tubuh, 38 jiwa cacat netra, 28 jiwa cacat mental, dan  8 jiwa cacat rungu. Berikutnya di Kecamtan Mejayan 465 jiwa. ‘’Terdiri dari 437 jiwa cacat tubuh, 1 cacat netra, 18 cacat mental, dan 9 cacat rungu,’’ ungkapnya.

Pihaknya akan tetap mengikutkan mereka mengikuiti pelatihan keterampilan. Mereka juga masih butuh modal. Uang dan toolkit untuk stimulan. Dia memperkirakan hingga kini belum setengahnya yang mendapatkan hak. ‘’Kami prioritaskan untuk membantu mobilitas mereka dulu,’’ pungkasnya. (fat/sat)

MADIUN — Belum semua penyandang disabilitas di Kabupaten  Madiun memiliki keterampilan untuk menunjang kesejahteraan mereka. Dari total hampir 5.000 jiwa difabel, belum semua mendapat pelatihan. ‘’Kami akan buatkan kartu penyandang disabilitas,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati Kamis (20/6)

Saat ini pihaknya masih fokus pada pemberian bantuan alat mobilitas bagi para penderita tunadaksa. Tujuh unit  kursi roda sudah diberikan sejak beberapa bulan terakhir. Penyaluran bantuan itu berdasarakan hasil survei. Untuk pelatihan sudah dilaksnakan pada Hari Disabilitas Nasional beberapa minggu lalu. ‘’Tapi belum semuanya,’’ ujarnya.

Pertimbangannya, belum semua difabel memiliki usaha sendiri. Sehingga belum semua bisa mendapat bantuan tambahan modal usaha. Dia mengatakan penyaluran bantuan Kemensos maupun Dinsos Jatim masih butuh survei untuk memenuhi kriteria yang ditentukan. Pasalnya, jika embrio usaha tidak bagus akan menghambat mereka berkembang. ‘’Ada kriteria yang harus dipenuhi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Kewalahan Tertibkan Pedagang Pasar eks Stasiun

Data di Dinsos Kabupaten Madiun mencatat jumlah penyadnag disabilitas 4.558 jiwa. Terbanyak di Kecamatan Geger 803 jiwa. Perinciannya, 729 jiwa cacat tubuh, 38 jiwa cacat netra, 28 jiwa cacat mental, dan  8 jiwa cacat rungu. Berikutnya di Kecamtan Mejayan 465 jiwa. ‘’Terdiri dari 437 jiwa cacat tubuh, 1 cacat netra, 18 cacat mental, dan 9 cacat rungu,’’ ungkapnya.

Pihaknya akan tetap mengikutkan mereka mengikuiti pelatihan keterampilan. Mereka juga masih butuh modal. Uang dan toolkit untuk stimulan. Dia memperkirakan hingga kini belum setengahnya yang mendapatkan hak. ‘’Kami prioritaskan untuk membantu mobilitas mereka dulu,’’ pungkasnya. (fat/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/