alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pengambilan PIN PPDB SMA-SMK Diperpanjang hingga 4 Juli

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jadwal tahapan pendaftaran Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) SMA-SMK Jatim 2022 dipastikan berubah. Penyebabnya, minim siswa  yang memenuhi syarat untuk mengambil personal identification number (PIN). ‘’Banyak yang belum upload nilai rapor. Baik dari sekolah maupun calon peserta didik,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun Supardi, Selasa (21/6).

Sesuai jadwal, tahap ini mestinya ditutup Sabtu (18/6) lalu. Namun, diperpanjang hingga 4 Juli 2022. Berdasarkan data sementara, masih ada 131.465 siswa yang belum mengambil PIN. Sedangkan 290.501 atau 68,46 persen siswa sudah entri nilai rapor. Sementara 294.238 siswa telah mengajukan pengambilan PIN. ‘’Sudah disepakati bersama, diperpanjang sekitar dua minggu,’’ ujarnya.

Selain itu, masih ada 2.144 siswa yang salah berkas saat mengajukan pengambilan PIN. Seperti kartu keluarga (KK) yang tidak terbaca sistem hingga dokumen yang diunggah kurang dari satu tahun. Pun terdapat keterangan lokasi rumah yang ditentukan calon peserta didik tidak sama dengan alamat dalam KK. ‘’Insya Allah tidak memengaruhi apa-apa. Proses pendaftaran masih berjalan seperti biasa,’’ klaim Supardi.

Baca Juga :  Kanigoro Gapai Asa Wakili Jatim ke Lomba Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional

Supardi menambahkan, pendaftaran PPDB tahap pertama dimulai pada 20-21 Juni. Yakni, untuk jalur afirmasi dengan kuota 15 persen dari pagu, perpindahan tugas orang tua 5 persen, dan prestasi lomba 5 persen. Sedangkan jalur zonasi bakal dibuka pada tahap terakhir. ‘’Ini sudah masuk tahap pendaftaran. Sedangkan zonasi nanti diberlakukan zona tunggal,’’ paparnya.

Kendati menerapkan zona tunggal atau administratif, seleksi tetap disaring berdasarkan jarak terdekat rumah dan sekolah. Calon peserta didik yang berdomisili paling dekat dengan sekolah diprioritaskan. Alasannya, untuk pemerataan pemenuhan pagu. ‘’Pendaftaran jalur zonasi SMA/SMK dimulai setelah jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, serta prestasi hasil lomba dan prestasi nilai akademik,’’ urainya.

Pendaftaran jalur zonasi SMA-SMK masuk tahap III dan IV. Untuk SMK pendaftaran 28-29 Juni dan pengumumannya 30 Juni. Sedangkan SMA 1-2 Juli dan hasilnya diumumkan 3 Juli. Daftar ulang di sekolah pada 7-8 Juli. ‘’Kami harap calon peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,’’ pintanya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jadwal tahapan pendaftaran Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) SMA-SMK Jatim 2022 dipastikan berubah. Penyebabnya, minim siswa  yang memenuhi syarat untuk mengambil personal identification number (PIN). ‘’Banyak yang belum upload nilai rapor. Baik dari sekolah maupun calon peserta didik,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun Supardi, Selasa (21/6).

Sesuai jadwal, tahap ini mestinya ditutup Sabtu (18/6) lalu. Namun, diperpanjang hingga 4 Juli 2022. Berdasarkan data sementara, masih ada 131.465 siswa yang belum mengambil PIN. Sedangkan 290.501 atau 68,46 persen siswa sudah entri nilai rapor. Sementara 294.238 siswa telah mengajukan pengambilan PIN. ‘’Sudah disepakati bersama, diperpanjang sekitar dua minggu,’’ ujarnya.

Selain itu, masih ada 2.144 siswa yang salah berkas saat mengajukan pengambilan PIN. Seperti kartu keluarga (KK) yang tidak terbaca sistem hingga dokumen yang diunggah kurang dari satu tahun. Pun terdapat keterangan lokasi rumah yang ditentukan calon peserta didik tidak sama dengan alamat dalam KK. ‘’Insya Allah tidak memengaruhi apa-apa. Proses pendaftaran masih berjalan seperti biasa,’’ klaim Supardi.

Baca Juga :  Kelas I dan IV Kosong, SDN 4 Sukowinangun Hanya Punya 17 Siswa

Supardi menambahkan, pendaftaran PPDB tahap pertama dimulai pada 20-21 Juni. Yakni, untuk jalur afirmasi dengan kuota 15 persen dari pagu, perpindahan tugas orang tua 5 persen, dan prestasi lomba 5 persen. Sedangkan jalur zonasi bakal dibuka pada tahap terakhir. ‘’Ini sudah masuk tahap pendaftaran. Sedangkan zonasi nanti diberlakukan zona tunggal,’’ paparnya.

Kendati menerapkan zona tunggal atau administratif, seleksi tetap disaring berdasarkan jarak terdekat rumah dan sekolah. Calon peserta didik yang berdomisili paling dekat dengan sekolah diprioritaskan. Alasannya, untuk pemerataan pemenuhan pagu. ‘’Pendaftaran jalur zonasi SMA/SMK dimulai setelah jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, serta prestasi hasil lomba dan prestasi nilai akademik,’’ urainya.

Pendaftaran jalur zonasi SMA-SMK masuk tahap III dan IV. Untuk SMK pendaftaran 28-29 Juni dan pengumumannya 30 Juni. Sedangkan SMA 1-2 Juli dan hasilnya diumumkan 3 Juli. Daftar ulang di sekolah pada 7-8 Juli. ‘’Kami harap calon peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,’’ pintanya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/