alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

5 Hari Tambah 18 Kasus Baru Covid-19

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun berpotensi menaikkan kembali level PPKM di Kota Madiun. Pasalnya, sejak temuan kasus pertama di bank pemerintah tersebut, tercatat ada penambahan 18 kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam lima hari (17-21/1) lalu.

Kondisi itu membuat Wali Kota Maidi prihatin. Kendati begitu, dia meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). ‘’Gas ekonomi dan rem Covid-19 cukup berhasil. Saat ini waswas dengan adanya klaster BNI 46,’’ kata wali kota, Sabtu (21/1/2022).

Dia menyampaikan, saat ini Kota Madiun berada di PPKM level 1. Namun, kelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat tersebut sedikit terusik dengan munculnya klaster BNI 46. ‘’Mohon maaf, kadang mendadak kami rem,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Warrior of Asia

Pasca temuan kasus pertama di bank pelat merah itu, pihaknya bergerak cepat melakukan pelacakan. Sekitar 400 orang kontak erat masuk list tracing dan difasilitasi swab test. Mencakup seluruh pegawai bank, juga siswa dan guru di SD Muhammadiyah serta SMPN 2 Kota Madiun. ‘’Pertama kami tracing ketemu tujuh, kedua ketemu sembilan. Kami kejar, alhamdulillah sekolah nihil,’’ ucapnya.

Maidi tidak ingin kota ini kembali terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti medio tahun lalu. Saat itu angka kematian meningkat, mulai Juni 78 orang, Juli menjadi 694 orang, dan Agustus 248 orang. ‘’Ini perlu tenaga luar biasa. Kegiatan silakan, tapi prokes harus berjalan,’’ pesannya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun berpotensi menaikkan kembali level PPKM di Kota Madiun. Pasalnya, sejak temuan kasus pertama di bank pemerintah tersebut, tercatat ada penambahan 18 kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam lima hari (17-21/1) lalu.

Kondisi itu membuat Wali Kota Maidi prihatin. Kendati begitu, dia meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). ‘’Gas ekonomi dan rem Covid-19 cukup berhasil. Saat ini waswas dengan adanya klaster BNI 46,’’ kata wali kota, Sabtu (21/1/2022).

Dia menyampaikan, saat ini Kota Madiun berada di PPKM level 1. Namun, kelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat tersebut sedikit terusik dengan munculnya klaster BNI 46. ‘’Mohon maaf, kadang mendadak kami rem,’’ ujarnya.

Baca Juga :  BNI dan LPEI Siapkan Penjaminan untuk Kredit UMKM Ekspor

Pasca temuan kasus pertama di bank pelat merah itu, pihaknya bergerak cepat melakukan pelacakan. Sekitar 400 orang kontak erat masuk list tracing dan difasilitasi swab test. Mencakup seluruh pegawai bank, juga siswa dan guru di SD Muhammadiyah serta SMPN 2 Kota Madiun. ‘’Pertama kami tracing ketemu tujuh, kedua ketemu sembilan. Kami kejar, alhamdulillah sekolah nihil,’’ ucapnya.

Maidi tidak ingin kota ini kembali terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti medio tahun lalu. Saat itu angka kematian meningkat, mulai Juni 78 orang, Juli menjadi 694 orang, dan Agustus 248 orang. ‘’Ini perlu tenaga luar biasa. Kegiatan silakan, tapi prokes harus berjalan,’’ pesannya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/