alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Kiat Memilih Oli Kendaraan yang Tepat

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggantian oli secara berkala wajib dilakukan agar performa kendaraan tetap prima serta mesin tidak gampang bermasalah. Namun, tak selamanya oli yang mahal merupakan yang terbaik. ”Pastikan oli yang digunakan sesuai standar pabrikan mobil dan ada jaminan kualitasnya,” ujar Fredy, owner Jiwan Olie, Sabtu (22/1/2022).

Fredy menjelaskan, setiap pembelian mobil dipastikan disertai buku panduan dari pabrik. Dari situ bisa diketahui tipe oli yang direkomendasikan. Kendaraan jenis transmisi manual berbeda dengan matik. ”Kekentalannya berbeda. Biasanya oli mobil matik lebih encer. Jadi, kalau dipakai untuk mobil manual tarikannya akan lebih berat,” bebernya.

Di dunia otomotif, tingkat kekentalan oli ditandai dengan nomor-nomor society of automotive engineer (SAE). Semakin besar angka SAE-nya, semakin tinggi kekentalannya. Mobil dengan mesin generasi baru, kata Fredy, membutuhkan oli yang lebih encer.

‘’Misalnya SAE 5W30. Sedangkan mobil bermesin diesel atau yang bertenaga besar membutuhkan oli yang lebih kental seperti 20W50,’’ ungkapnya. ”Untuk mobil di atas tahun 2017 sebaiknya menggunakan oli yang lebih encer,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Booster Lansia Pakai Pfizer

Fredy menuturkan, penggantian oli harus dilakukan tepat waktu. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat kartu penggantian oli. Jika kartu hilang, kata dia, bisa dicek langsung dengan melepas stick oli mesin. Jika warnanya terlihat sudah menghitam segera diganti. ”Penggantian dilakukan setiap 5 ribu sampai 7 ribu kilometer,” jelasnya.

Selain oli mesin, lanjut Fredy, beberapa komponen lain yang olinya perlu diganti secara berkala adalah transmisi dan gardan. Untuk oli transmisi mobil manual sebaiknya dilakukan setiap 15 ribu sampai 20 ribu kilometer. Sedangkan jenis matik setiap 20 ribu sampai 30 ribu kilometer. Sementara, oli gardan setiap 15 ribu sampai 20 ribu kilometer. ”Filter oli juga perlu diganti kalau sudah sampai 15 ribu kilometer,” paparnya.

Dia juga mewanti-wanti bahwa saat ini di pasaran marak beredar oli palsu. ”Sebaiknya beli oli di toko yang memberikan jaminan kualitas. Pasti itu oli orisinal karena diperoleh langsung dari distributor resmi,’’ pungkasnya. (rio/c1/isd)

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggantian oli secara berkala wajib dilakukan agar performa kendaraan tetap prima serta mesin tidak gampang bermasalah. Namun, tak selamanya oli yang mahal merupakan yang terbaik. ”Pastikan oli yang digunakan sesuai standar pabrikan mobil dan ada jaminan kualitasnya,” ujar Fredy, owner Jiwan Olie, Sabtu (22/1/2022).

Fredy menjelaskan, setiap pembelian mobil dipastikan disertai buku panduan dari pabrik. Dari situ bisa diketahui tipe oli yang direkomendasikan. Kendaraan jenis transmisi manual berbeda dengan matik. ”Kekentalannya berbeda. Biasanya oli mobil matik lebih encer. Jadi, kalau dipakai untuk mobil manual tarikannya akan lebih berat,” bebernya.

Di dunia otomotif, tingkat kekentalan oli ditandai dengan nomor-nomor society of automotive engineer (SAE). Semakin besar angka SAE-nya, semakin tinggi kekentalannya. Mobil dengan mesin generasi baru, kata Fredy, membutuhkan oli yang lebih encer.

‘’Misalnya SAE 5W30. Sedangkan mobil bermesin diesel atau yang bertenaga besar membutuhkan oli yang lebih kental seperti 20W50,’’ ungkapnya. ”Untuk mobil di atas tahun 2017 sebaiknya menggunakan oli yang lebih encer,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dyah Ayu Kusumaningtyas Piawai Menari, Nyinden, dan Mendalang

Fredy menuturkan, penggantian oli harus dilakukan tepat waktu. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat kartu penggantian oli. Jika kartu hilang, kata dia, bisa dicek langsung dengan melepas stick oli mesin. Jika warnanya terlihat sudah menghitam segera diganti. ”Penggantian dilakukan setiap 5 ribu sampai 7 ribu kilometer,” jelasnya.

Selain oli mesin, lanjut Fredy, beberapa komponen lain yang olinya perlu diganti secara berkala adalah transmisi dan gardan. Untuk oli transmisi mobil manual sebaiknya dilakukan setiap 15 ribu sampai 20 ribu kilometer. Sedangkan jenis matik setiap 20 ribu sampai 30 ribu kilometer. Sementara, oli gardan setiap 15 ribu sampai 20 ribu kilometer. ”Filter oli juga perlu diganti kalau sudah sampai 15 ribu kilometer,” paparnya.

Dia juga mewanti-wanti bahwa saat ini di pasaran marak beredar oli palsu. ”Sebaiknya beli oli di toko yang memberikan jaminan kualitas. Pasti itu oli orisinal karena diperoleh langsung dari distributor resmi,’’ pungkasnya. (rio/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/