Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Data Pemkot-BPS Beda Jumlah Soal Tingkat Pengangguran Terbuka

H
Penulis: Hengky Ristanto❯
ILUSTRASI : Hadirnya investor yang membuka usaha baru di Kota Madiun diklaim banyak menyerap tenaga kerja. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
ILUSTRASI : Hadirnya investor yang membuka usaha baru di Kota Madiun diklaim banyak menyerap tenaga kerja. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Madiun diklaim turun. Sepanjang 2022 lalu menyentuh 4,36 persen atau sekitar 4.004 jiwa di rentang usia 15-45 tahun. ‘’Masih ada kemungkinan lebih rendah,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerkop-UKM) Kota Madiun Andriono Waskito Murti kemarin (21/2).

Sebab, lanjut dia, untuk usia 15-18 tahun umumnya masih berstatus pelajar. Yakni, 287 jiwa. Sehingga, angka riil TPT di Kota Pendekar sebanyak 3.717 jiwa. Angka tersebut tercatat dari hasil pendataan door-to-door alias bukan berdasar sampel semata. ‘’Fakta angka TPT penting dalam menentukan arah kebijakan pemkot,’’ ujarnya.

Andriono tak menampik data tersebut berbeda dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. BPS Kota Madiun mencatat TPT sepanjang 2022 lalu 6,39 persen atau 6.188 jiwa. Angka itu turun 1,76 persen dibandingkan 2021, yakni 8,15 persen. ‘’Data sama-sama menunjukkan penurunan. Tapi, data kami turunnya jauh signifikan,’’ klaimnya.

Menurut Andriono, penurunan angka TPT merupakan buah keberhasilan pemkot dalam menarik investor ke kota ini. Pun, para pemilik usaha membuka lapangan pekerjaan di Kota Madiun. Sehingga, tenaga kerja mampu diserap usaha-usaha baru tersebut. ‘’Kami berharap TPT terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,’’ pungkasnya. (ggi/sat)

 

FAKTA ANGKA 2022

  • 004 jiwa TPT atau sekitar 4,36 persen versi pemkot

  • 717 jiwa TPT riil setelah dikurangi status pelajar

  • 188 jiwa TPT atau sekitar 6,39 persen versi BPS

  • 184 jiwa selisih data TPT versi pemkot dan BPS


Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Inflasi Kota Madiun Oktober 2026 Tertinggi di Jatim, Harga Beras Ikut Naik

Inflasi Kota Madiun Oktober 2026 Tertinggi di Jatim, Harga Beras Ikut Naik

Inflasi Kota Madiun Oktober 2026 mencapai 3,50 persen, tertinggi di 11 daerah penghitungan Jatim. Harga beras dan cabai rawit ikut naik.

Harga Pangan di Kota Madiun Berpotensi Naik Akhir Tahun, BPS Soroti Faktor Cuaca

Harga Pangan di Kota Madiun Berpotensi Naik Akhir Tahun, BPS Soroti Faktor Cuaca

Inflasi tahunan Kota Madiun Oktober 2026 mencapai 3,50 persen, tertinggi di Jatim. Harga cabai merah naik 46,64 persen akibat tekanan pasokan.

Inflasi Kota Madiun Capai 2,34 Persen hingga September 2026, Tertinggi di Jatim

Inflasi Kota Madiun Capai 2,34 Persen hingga September 2026, Tertinggi di Jatim

Inflasi tahun kalender Kota Madiun mencapai 2,34 persen hingga September 2026, tertinggi di 11 daerah IHK Jatim. BPS waspadai akhir tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer