alexametrics
23.4 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Penataan Perempatan Tugu Madiun Sedot Habiskan Rp 1,8 M

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek penataan perempatan Tugu Kota Madiun mulai berjalan Senin (21/6). Pengerjaan yang menghabiskan duit sekitar Rp 1,8 miliar itu diawali dengan pemagaran lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno menyebut bahwa kawasan itu diproyeksikan jadi landmark kota. Titik pusat atau punjer-nya Pahlawan Street Center (PSC). Ke selatan terintegrasi dengan kawasan kuliner Jalan Cokroaminoto sampai Pasar Sleko dan Hotel Aston. Ke timur terkoneksi dengan Pasar Besar Madiun (PBM). Serta ke barat menuju alun-alun. ‘’Konsep 0 kilometer untuk menata kota,’’ kata Suwarno, Selasa (22/6).

Granit dipasang di empat penjuru Prapatan Toegoe. Batasnya zebra cross masing-masing sisi utara (Jalan Pahlawan), timur dan barat (Jalan Panglima Sudirman), serta selatan (Jalan Cokroaminoto). Sentralnya tugu lalu lintas yang belakangan telah diganti ukuran jumbo. Granit ditata sedemikian rupa. Sehingga, jika dilihat dari atas membentuk syuriken empat bintang. ‘’Landmark kota di situ,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Molor, Pelimpahan Berkas WDR Dijanjikan Bulan Ini

Suwarno menyebut, pemilihan granit mempertimbangkan aspek estetika. Serta menjamin keamanan pengguna jalan. Yakni, memiliki skala kekasaran R12. Sehingga, permukaan jalan tidak licin dan justru nyaman bagi pengguna jalan.

Pekerjaan itu termasuk dalam pemeliharaan jalan paket II dengan total anggaran Rp 4,1 miliar. Khusus di Perempatan Tugu menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar. Pekerjaan ditarget rampung sebelum November mendatang. Selanjutnya, secara bertahap dibangun pedestrian di Jalan Panglima Sudirman menuju PBM. Ke depan Jalan Musi dan kawasan alun-alun juga ditata ulang. ‘’Konsep itu terintegrasi. Pekerjaan bertahap,’’ tuturnya. (kid/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek penataan perempatan Tugu Kota Madiun mulai berjalan Senin (21/6). Pengerjaan yang menghabiskan duit sekitar Rp 1,8 miliar itu diawali dengan pemagaran lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno menyebut bahwa kawasan itu diproyeksikan jadi landmark kota. Titik pusat atau punjer-nya Pahlawan Street Center (PSC). Ke selatan terintegrasi dengan kawasan kuliner Jalan Cokroaminoto sampai Pasar Sleko dan Hotel Aston. Ke timur terkoneksi dengan Pasar Besar Madiun (PBM). Serta ke barat menuju alun-alun. ‘’Konsep 0 kilometer untuk menata kota,’’ kata Suwarno, Selasa (22/6).

Granit dipasang di empat penjuru Prapatan Toegoe. Batasnya zebra cross masing-masing sisi utara (Jalan Pahlawan), timur dan barat (Jalan Panglima Sudirman), serta selatan (Jalan Cokroaminoto). Sentralnya tugu lalu lintas yang belakangan telah diganti ukuran jumbo. Granit ditata sedemikian rupa. Sehingga, jika dilihat dari atas membentuk syuriken empat bintang. ‘’Landmark kota di situ,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Soal Bakal CPNS Didiskualifikasi, BKN Butuh Konfirmasi dari BKD

Suwarno menyebut, pemilihan granit mempertimbangkan aspek estetika. Serta menjamin keamanan pengguna jalan. Yakni, memiliki skala kekasaran R12. Sehingga, permukaan jalan tidak licin dan justru nyaman bagi pengguna jalan.

Pekerjaan itu termasuk dalam pemeliharaan jalan paket II dengan total anggaran Rp 4,1 miliar. Khusus di Perempatan Tugu menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar. Pekerjaan ditarget rampung sebelum November mendatang. Selanjutnya, secara bertahap dibangun pedestrian di Jalan Panglima Sudirman menuju PBM. Ke depan Jalan Musi dan kawasan alun-alun juga ditata ulang. ‘’Konsep itu terintegrasi. Pekerjaan bertahap,’’ tuturnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/