alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Tidak Ada ”Babak Perpanjangan Waktu” PPDB SD-SMP Negeri di Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran PPDB tahap II jenjang SD-SMP negeri di Kota Madiun tinggal sehari. Tak jauh berbeda dengan tahun lalu, diperkirakan masih ada bangku kosong di sejumlah sekolah karena belum terisi dalam PPDB jalur zonasi online kali ini.

Selain karena pendaftarnya di bawah pagu, hingga kemarin petang masih terdapat calon siswa belum melanjutkan proses pendaftarannya. Dinas pendidikan (dindik) setempat belum mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

Berdasarkan rekapitulasi laman PPDB Madiun Kota sampai pukul 16.00, jumlah pendaftar jalur zonasi SMP 1.385 siswa. Tercatat 65 pendaftar berasal dari luar kota. Sementara pagu yang disediakan 1.590 kursi di 14 SMPN. Artinya, masih tersisa 205 bangku kosong. ‘’Jumlah itu masih bergerak hingga penutupan hari terakhir besok (hari ini, Red),’’ kata Kadindik Kota Madiun Lismawati kemarin (21/6).

Lismawati menambahkan, setelah ditutup, para calon peserta didik baru bisa mengetahui statusnya diterima atau tidak Senin (27/6) pekan depan. Tahap selanjutnya, peserta yang diterima wajib daftar ulang ke sekolah penerima mulai 29 Juni hingga 1 Juli. ‘’Kalau PPDB tahap II sudah selesai ya sudah. Karena sesuai perwali (peraturan wali kota) nggak mungkin ada PPDB gelombang kedua,’’ ujarnya.

Dalam PPDB jalur zonasi kali ini, dia memprediksi masih ada sekolah yang berpotensi tak bisa memenuhi jumlah pagunya. Terutama di wilayah pinggiran kota. Seperti di SMPN 8, 9, 10, 12, dan 14. Sementara untuk wilayah perkotaan, rata-rata sudah memenuhi pagu.

Baca Juga :  KPP Pratama Madiun Ajak Wajib Pajak Manfaatkan Program Pengungkapan Sukarela

Lismawati belum menentukan kebijakan perihal potensi bangku kosong di sejumlah sekolah tersebut. Sisa bangku kosong akan dibiarkan sesuai apa adanya. Sebab, tidak ada “babak perpanjangan waktu”. ‘’Cukup ya segitu. Tidak ada perpanjangan,’’ tegasnya.

Dia memastikan pelaksanaan PPDB SD-SMP negeri jalur zonasi berjalan lancar. Karena sistemnya online, orang tua murid maupun siswa bisa melakukan pendaftaran sendiri. Namun, apabila ada permasalahan, pihaknya menyarankan berkonsultasi ke dindik atau sekolah.

‘’Masih ada waktu sehari, saya berharap para orang tua bijak memilih sekolah. Tidak perlu memaksakan anak harus masuk di sekolah tertentu. Pokoknya yang terdekat dengan rumah dan masih ada sisa bangku kosong,’’ tuturnya.

Lismawati tak menampik bahwa sebagian orang tua masih beranggapan prestise tentang sekolah favorit. Menurut dia, paradigma itu memang sulit dihapus. ‘’Sebenarnya, para orang tua murid sudah kami edukasi bahwa tidak ada sekolah eksklusif. Bahkan, mulai dari tenaga pendidik disamakan kualitasnya. Jadi, semua sudah disamaratakan, termasuk fasilitasnya,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran PPDB tahap II jenjang SD-SMP negeri di Kota Madiun tinggal sehari. Tak jauh berbeda dengan tahun lalu, diperkirakan masih ada bangku kosong di sejumlah sekolah karena belum terisi dalam PPDB jalur zonasi online kali ini.

Selain karena pendaftarnya di bawah pagu, hingga kemarin petang masih terdapat calon siswa belum melanjutkan proses pendaftarannya. Dinas pendidikan (dindik) setempat belum mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

Berdasarkan rekapitulasi laman PPDB Madiun Kota sampai pukul 16.00, jumlah pendaftar jalur zonasi SMP 1.385 siswa. Tercatat 65 pendaftar berasal dari luar kota. Sementara pagu yang disediakan 1.590 kursi di 14 SMPN. Artinya, masih tersisa 205 bangku kosong. ‘’Jumlah itu masih bergerak hingga penutupan hari terakhir besok (hari ini, Red),’’ kata Kadindik Kota Madiun Lismawati kemarin (21/6).

Lismawati menambahkan, setelah ditutup, para calon peserta didik baru bisa mengetahui statusnya diterima atau tidak Senin (27/6) pekan depan. Tahap selanjutnya, peserta yang diterima wajib daftar ulang ke sekolah penerima mulai 29 Juni hingga 1 Juli. ‘’Kalau PPDB tahap II sudah selesai ya sudah. Karena sesuai perwali (peraturan wali kota) nggak mungkin ada PPDB gelombang kedua,’’ ujarnya.

Dalam PPDB jalur zonasi kali ini, dia memprediksi masih ada sekolah yang berpotensi tak bisa memenuhi jumlah pagunya. Terutama di wilayah pinggiran kota. Seperti di SMPN 8, 9, 10, 12, dan 14. Sementara untuk wilayah perkotaan, rata-rata sudah memenuhi pagu.

Baca Juga :  Breeding Cupang Untung Jutaan

Lismawati belum menentukan kebijakan perihal potensi bangku kosong di sejumlah sekolah tersebut. Sisa bangku kosong akan dibiarkan sesuai apa adanya. Sebab, tidak ada “babak perpanjangan waktu”. ‘’Cukup ya segitu. Tidak ada perpanjangan,’’ tegasnya.

Dia memastikan pelaksanaan PPDB SD-SMP negeri jalur zonasi berjalan lancar. Karena sistemnya online, orang tua murid maupun siswa bisa melakukan pendaftaran sendiri. Namun, apabila ada permasalahan, pihaknya menyarankan berkonsultasi ke dindik atau sekolah.

‘’Masih ada waktu sehari, saya berharap para orang tua bijak memilih sekolah. Tidak perlu memaksakan anak harus masuk di sekolah tertentu. Pokoknya yang terdekat dengan rumah dan masih ada sisa bangku kosong,’’ tuturnya.

Lismawati tak menampik bahwa sebagian orang tua masih beranggapan prestise tentang sekolah favorit. Menurut dia, paradigma itu memang sulit dihapus. ‘’Sebenarnya, para orang tua murid sudah kami edukasi bahwa tidak ada sekolah eksklusif. Bahkan, mulai dari tenaga pendidik disamakan kualitasnya. Jadi, semua sudah disamaratakan, termasuk fasilitasnya,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/