alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Janji Sajikan Data Sesuai Fakta, BPS Kerahkan Ratusan Petugas untuk Regsosek

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek) di Kota Madiun segera bergulir. Ratusan petugas sensus dari badan pusat statistik (BPS) setempat dalam waktu dekat segera bergerilya untuk menghimpun data.

‘’Kami berkomitmen menyampaikan data sesuai fakta atau apa adanya, tanpa rekayasa. Kami harap masyarakat tidak menolak ketika dimintai pendataan,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny usai rapat koordinasi bersama unsur pemkot di Hotel Aston, Kamis (22/9).

Henny menjelaskan, sebanyak 293 petugas bakal diterjunkan untuk mendata warga. Poin yang digali mulai kondisi perumahan, pekerjaan, pendidikan, hingga perlindungan sosial yang diterima. Namun, sebelum itu mereka harus mengikuti pelatihan yang dijadwalkan digelar 26 September hingga 5 Oktober mendatang. ‘’Hasil pendataan akan kami lanjutkan pengolahan. Kemudian, forum konsultasi publik serta penyerahan data pada Juli 2023,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pekerjaan Objek Wisata Religi Sumber Umis Diprediksi Rampung Lebih Cepat

Wali Kota Madiun Maidi berkomitmen mendukung penuh pendataan yang dilakukan BPS. Pun, diakuinya, data yang disajikan BPS selama ini merupakan elemen penting dalam menentukan arah kebijakan pemkot. ‘’Kami minta warga tidak menolak. Sampaikan apa adanya, jangan direkayasa,’’ pintanya.

Data BPS, lanjut Maidi, juga berguna untuk mengurai problem kemiskinan di Kota Madiun meski angkanya terbilang rendah. Sebab, dia ingin program sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. ‘’Harus didukung dan sukses,’’ ucapnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek) di Kota Madiun segera bergulir. Ratusan petugas sensus dari badan pusat statistik (BPS) setempat dalam waktu dekat segera bergerilya untuk menghimpun data.

‘’Kami berkomitmen menyampaikan data sesuai fakta atau apa adanya, tanpa rekayasa. Kami harap masyarakat tidak menolak ketika dimintai pendataan,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny usai rapat koordinasi bersama unsur pemkot di Hotel Aston, Kamis (22/9).

Henny menjelaskan, sebanyak 293 petugas bakal diterjunkan untuk mendata warga. Poin yang digali mulai kondisi perumahan, pekerjaan, pendidikan, hingga perlindungan sosial yang diterima. Namun, sebelum itu mereka harus mengikuti pelatihan yang dijadwalkan digelar 26 September hingga 5 Oktober mendatang. ‘’Hasil pendataan akan kami lanjutkan pengolahan. Kemudian, forum konsultasi publik serta penyerahan data pada Juli 2023,’’ paparnya.

Baca Juga :  Inspektorat Tindak Lanjuti Temuan BPK Soal Piutang Macet di LKK Kota Madiun

Wali Kota Madiun Maidi berkomitmen mendukung penuh pendataan yang dilakukan BPS. Pun, diakuinya, data yang disajikan BPS selama ini merupakan elemen penting dalam menentukan arah kebijakan pemkot. ‘’Kami minta warga tidak menolak. Sampaikan apa adanya, jangan direkayasa,’’ pintanya.

Data BPS, lanjut Maidi, juga berguna untuk mengurai problem kemiskinan di Kota Madiun meski angkanya terbilang rendah. Sebab, dia ingin program sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. ‘’Harus didukung dan sukses,’’ ucapnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/