23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Megaproyek Rusun III Sudah Siap Dikerjakan

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan rumah susun (rusun) III segara terlaksana. Preconstruction meeting atau rapat prakonstruksi megaproyek itu telah digelar. Pun pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah ditunjuk.

‘’Tapi, kapan ground breaking-nya belum ada informasi,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Selasa (22/11)

Meski begitu, dia mengklaim persiapan sudah selesai. Preconstruction meeting beberapa waktu lalu itu, lanjut Budi, membahas percepatan pembangunan rusun III di atas lahan eks pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, tersebut.

Rapat diikuti disperkim, rekanan pelaksana proyek, konsultan manajemen konstruksi, PPK serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Pengukuran lahan dan serah terima juga sudah dilakukan. Jadi, rekanan pelaksana proyek sudah bisa memulai pekerjaan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Agung, pemkot totalitas mendukung pelaksanaan pekerjaan megaproyek senilai Rp 25 miliar yang dibiayai APBN itu. Yakni, menyusun rekayasa lalu lintas (lalin) hingga akan menggelar sosialisasi kepada warga sekitar lokasi. ‘’Kami akan bantu hal-hal yang ada di ranah kami,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ajang Kumpul Bareng Komunitas, Konvoi Keliling Kota hingga Makan dan Nyanyi Bersama

Menurut Agung, pekerjaan awal rusun III meliputi pembersihan lahan yang kini ditumbuhi rumput dan ilalang. Pun, pembuatan pagar dan bedeng. Lalu, memobilisasi peralatan hingga material pembangunan.

‘’Perkiraan kami, mungkin ground breaking menunggu pagar di lahan lokasi rusun III selesai dibangun,’’ sebutnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan rusun III, pihaknya bakal menyiapkan lahan tambahan untuk merealisasikan unit menara rusun lainnya di lahan bongpay.

Berdasarkan kajian maupun studi kelayakan dalam dokumen lingkungan hidup dan lalu lintas, pembangunan tiga unit menara butuh 19.998 meter persegi.

Sedangkan saat ini lahan yang sudah siap sekitar 5.000 meter persegi untuk satu unit menara. Sehingga, masih butuh lahan 14.998 meter persegi lagi untuk dua unit menara.

Menurut dia, pemkot akan terus berjuang agar mendapat dua unit menara lagi dari Kemen PUPR. ‘’Awal tahun depan kami upayakan pembersihan lahan serta pemindahan makam berjalan,’’ jelasnya. (ggi/sat)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan rumah susun (rusun) III segara terlaksana. Preconstruction meeting atau rapat prakonstruksi megaproyek itu telah digelar. Pun pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah ditunjuk.

‘’Tapi, kapan ground breaking-nya belum ada informasi,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Selasa (22/11)

Meski begitu, dia mengklaim persiapan sudah selesai. Preconstruction meeting beberapa waktu lalu itu, lanjut Budi, membahas percepatan pembangunan rusun III di atas lahan eks pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, tersebut.

Rapat diikuti disperkim, rekanan pelaksana proyek, konsultan manajemen konstruksi, PPK serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Pengukuran lahan dan serah terima juga sudah dilakukan. Jadi, rekanan pelaksana proyek sudah bisa memulai pekerjaan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Agung, pemkot totalitas mendukung pelaksanaan pekerjaan megaproyek senilai Rp 25 miliar yang dibiayai APBN itu. Yakni, menyusun rekayasa lalu lintas (lalin) hingga akan menggelar sosialisasi kepada warga sekitar lokasi. ‘’Kami akan bantu hal-hal yang ada di ranah kami,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Bakal Lanjutkan Penataan Jalur Pedestrian

Menurut Agung, pekerjaan awal rusun III meliputi pembersihan lahan yang kini ditumbuhi rumput dan ilalang. Pun, pembuatan pagar dan bedeng. Lalu, memobilisasi peralatan hingga material pembangunan.

‘’Perkiraan kami, mungkin ground breaking menunggu pagar di lahan lokasi rusun III selesai dibangun,’’ sebutnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan rusun III, pihaknya bakal menyiapkan lahan tambahan untuk merealisasikan unit menara rusun lainnya di lahan bongpay.

Berdasarkan kajian maupun studi kelayakan dalam dokumen lingkungan hidup dan lalu lintas, pembangunan tiga unit menara butuh 19.998 meter persegi.

Sedangkan saat ini lahan yang sudah siap sekitar 5.000 meter persegi untuk satu unit menara. Sehingga, masih butuh lahan 14.998 meter persegi lagi untuk dua unit menara.

Menurut dia, pemkot akan terus berjuang agar mendapat dua unit menara lagi dari Kemen PUPR. ‘’Awal tahun depan kami upayakan pembersihan lahan serta pemindahan makam berjalan,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru