alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kasus Covid-19 Merebak, SMA di Kabupaten Madiun Masih Full PTM

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merujuk Inmendagri 12/2022 yang berlaku 22-28 Februari, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun bertahan di level 2. Kondisi tersebut tidak berpengaruh signifikan pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), terutama di jenjang SMA. ‘’Hasil koordinasi MKK (musyawarah kerja kepala) SMAN, disepakati tetap PTM 100 persen,’’  kata Kepala SMAN 1 Geger Makmun Fatoni, Rabu (23/2).

Pun, sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, PPKM level 2 diperbolehkan menggelar PTM terbatas. Namun, seluruh SMAN di kabupaten ini enggan menyia-nyiakan kelonggaran tersebut. Alasannya, PTM amat penting dalam dunia pendidikan. ‘’Sejauh ini dilaksanakan enam jam pelajaran per hari,’’ ujar Fatoni.

Kurva kasus Covid-19 di  kabupaten ini terus naik. Hingga Senin (21/2) terdapat 105 kasus positif aktif.  Secara kumulatif,  9.703 kasus positif, 8.902 pasien sembuh, dan 696 pasien meninggal dunia. Bahkan, beberapa kasus ditemukan di berbagai satuan pendidikan. Sehingga, jenjang SD dan SMP memilih PTM terbatas alias 50 persen.

Sebenarnya, Fatoni khawatir juga dengan temuan kasus Covid-19 di sekolah  lain beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya menekankan kepada seluruh warga sekolah agar lebih taat protokol kesehatan (prokes). ‘’Juga meminimalkan bepergian jika tidak  penting,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Memabukkan, Ribuan Liter Miras Dimusnahkan

Awal Februari  lalu, SMAN 1 Mejayan di-lockdown. Buntut seorang siswa positif Covid-19. Full PTM dihentikan total. Keputusan itu diambil usai testing sejumlah siswa dan guru kontak erat. Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 meluas. ‘’Setelah PJJ (pembelajaran jarak jauh) 10 hari, kami kembali PTM sejak Kamis (17/2) lalu,’’ kata Kepala SMAN 1 Mejayan Agus Supriyono.

Agus mengklaim siswanya sangat bersemangat. Untuk mencegah kasus terulang, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar tidak kecolongan lagi. ‘’Siswa dan guru wajib bermasker saat jam pelajaran, prokes yang lain diperketat,’’ terangnya.

Termasuk mengajak siswa maupun orang tua murid berperan aktif agar PTM tetap berlangsung. ‘’Sekolah punya cara masing-masing agar siswanya tidak keluyuran sepulang sekolah. Sampai saat ini, semua melaksanakan PTM 100 persen,’’ tegas Ketua MKK SMAN Kabupaten Madiun Tedjo Sasono. (den/c1/sat)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merujuk Inmendagri 12/2022 yang berlaku 22-28 Februari, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun bertahan di level 2. Kondisi tersebut tidak berpengaruh signifikan pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), terutama di jenjang SMA. ‘’Hasil koordinasi MKK (musyawarah kerja kepala) SMAN, disepakati tetap PTM 100 persen,’’  kata Kepala SMAN 1 Geger Makmun Fatoni, Rabu (23/2).

Pun, sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, PPKM level 2 diperbolehkan menggelar PTM terbatas. Namun, seluruh SMAN di kabupaten ini enggan menyia-nyiakan kelonggaran tersebut. Alasannya, PTM amat penting dalam dunia pendidikan. ‘’Sejauh ini dilaksanakan enam jam pelajaran per hari,’’ ujar Fatoni.

Kurva kasus Covid-19 di  kabupaten ini terus naik. Hingga Senin (21/2) terdapat 105 kasus positif aktif.  Secara kumulatif,  9.703 kasus positif, 8.902 pasien sembuh, dan 696 pasien meninggal dunia. Bahkan, beberapa kasus ditemukan di berbagai satuan pendidikan. Sehingga, jenjang SD dan SMP memilih PTM terbatas alias 50 persen.

Sebenarnya, Fatoni khawatir juga dengan temuan kasus Covid-19 di sekolah  lain beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya menekankan kepada seluruh warga sekolah agar lebih taat protokol kesehatan (prokes). ‘’Juga meminimalkan bepergian jika tidak  penting,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Wali Kota: ASN Tidak Hanya Asal Kerja

Awal Februari  lalu, SMAN 1 Mejayan di-lockdown. Buntut seorang siswa positif Covid-19. Full PTM dihentikan total. Keputusan itu diambil usai testing sejumlah siswa dan guru kontak erat. Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 meluas. ‘’Setelah PJJ (pembelajaran jarak jauh) 10 hari, kami kembali PTM sejak Kamis (17/2) lalu,’’ kata Kepala SMAN 1 Mejayan Agus Supriyono.

Agus mengklaim siswanya sangat bersemangat. Untuk mencegah kasus terulang, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar tidak kecolongan lagi. ‘’Siswa dan guru wajib bermasker saat jam pelajaran, prokes yang lain diperketat,’’ terangnya.

Termasuk mengajak siswa maupun orang tua murid berperan aktif agar PTM tetap berlangsung. ‘’Sekolah punya cara masing-masing agar siswanya tidak keluyuran sepulang sekolah. Sampai saat ini, semua melaksanakan PTM 100 persen,’’ tegas Ketua MKK SMAN Kabupaten Madiun Tedjo Sasono. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/