alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Kantor DLH dan Dinkes Kota Madiun Menahun Kosong

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua aset kantor milik Pemkot Madiun suwung menahun. Yakni, eks kantor dinas lingkungan hidup (DLH) di Jalan Dawuhan, dan dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes-PPKB) di Jalan Trunojoyo. Kondisinya pun bak “rumah hantu”. Mengerikan.

Bekas kantor DLH terakhir disewa pihak ketiga hingga 2020 lalu. Setelah itu kosong alias mangkrak. ‘’Rencananya akan dipakai lagi untuk laboratorium DLH. Jadi, laboratorium di belakang RSUD Kota Madiun akan dipindah ke situ,’’ kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji, Senin (23/5).

Hanya dia belum tahu kapan akan dimanfaatkan lagi. Sebab, untuk menyiapkan diperlukan anggaran yang lumayan besar. ‘’Sekarang memang duitnya juga tidak ada. Soalnya di sana (bekas kantor DLH, Red.) tingkat kerusakannya juga cukup parah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Chef Subadri, Sosok Penting di Balik Dapur Aston Hotel Madiun

Sementara untuk bekas kantor dinkes-PPKB, lanjut Sidik, sebetulnya bakal direhab tahun ini menggunakan dana insentif daerah (DID). Tapi, karena anggaran yang diperlukan lebih besar dari perkiraan awal, sehingga harus tertunda. ‘’Biayanya sangat besar,’’ ujar Sidik tanpa menyebutkan nominalnya.

Menurut dia, jika rehab dipaksakan bakal membebani APBD Kota Madiun. Sehingga, diputuskan menunda lebih dulu sambil menunggu waktu yang tepat. ‘’Sementara ini kantor dinkes-PPKB masih memanfaatkan gedung di Wisma Haji,’’ sambungnya.

Pihaknya memastikan telah menginventarisasi aset-aset pemkot. Dia membenarkan ada beberapa aset yang belum dioptimalkan hingga kini. Termasuk di antaranya rumah dan toko (ruko). ‘’Langkah selanjutnya, BKAD berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pemanfaatan aset atau lahan tersebut,’’ jelasnya. (her/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dua aset kantor milik Pemkot Madiun suwung menahun. Yakni, eks kantor dinas lingkungan hidup (DLH) di Jalan Dawuhan, dan dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes-PPKB) di Jalan Trunojoyo. Kondisinya pun bak “rumah hantu”. Mengerikan.

Bekas kantor DLH terakhir disewa pihak ketiga hingga 2020 lalu. Setelah itu kosong alias mangkrak. ‘’Rencananya akan dipakai lagi untuk laboratorium DLH. Jadi, laboratorium di belakang RSUD Kota Madiun akan dipindah ke situ,’’ kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji, Senin (23/5).

Hanya dia belum tahu kapan akan dimanfaatkan lagi. Sebab, untuk menyiapkan diperlukan anggaran yang lumayan besar. ‘’Sekarang memang duitnya juga tidak ada. Soalnya di sana (bekas kantor DLH, Red.) tingkat kerusakannya juga cukup parah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Saluran Air Jalan Pahlawan-Pandan Kota Madiun Dinormalisasi

Sementara untuk bekas kantor dinkes-PPKB, lanjut Sidik, sebetulnya bakal direhab tahun ini menggunakan dana insentif daerah (DID). Tapi, karena anggaran yang diperlukan lebih besar dari perkiraan awal, sehingga harus tertunda. ‘’Biayanya sangat besar,’’ ujar Sidik tanpa menyebutkan nominalnya.

Menurut dia, jika rehab dipaksakan bakal membebani APBD Kota Madiun. Sehingga, diputuskan menunda lebih dulu sambil menunggu waktu yang tepat. ‘’Sementara ini kantor dinkes-PPKB masih memanfaatkan gedung di Wisma Haji,’’ sambungnya.

Pihaknya memastikan telah menginventarisasi aset-aset pemkot. Dia membenarkan ada beberapa aset yang belum dioptimalkan hingga kini. Termasuk di antaranya rumah dan toko (ruko). ‘’Langkah selanjutnya, BKAD berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pemanfaatan aset atau lahan tersebut,’’ jelasnya. (her/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/