alexametrics
27.6 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Pemkot Madiun Alokasikan Rp 1,7 Miliar untuk Seragam Sekolah Gratis

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun kembali menggelontorkan anggaran pengadaan seragam SD dan SMP negeri tahun ini. Total disediakn Rp 1,7 miliar untuk keperluan pendukung program pendidikan tersebut. ‘’Perencanaan, termasuk administrasi, kami garap dulu sambil menunggu lelang. Sebab, proses itu juga butuh waktu,’’ kata Kadindik Kota Madiun Lismawati, Senin (23/5).

Seragam gratis berupa dua setel bahan (kain). Yakni, merah-putih dan Pramuka untuk siswa baru SDN. Sedangkan untuk siswa baru SMPN biru-putih dan Pramuka. Serta, seragam almamater atau khaki bagi siswa TK Pembina. ‘’Insya Allah bisa terlaksana dengan baik,’’ harapnya.

Lismawati mengingatkan sekolah negeri agar tidak memaksakan siswa baru mengenakan seragam saat awal masuk sekolah pertengahan 2022 nanti. Kebijakan dindik ini didasari Permendikbud 45/2014 tentang Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik. Di antaranya, pengadaan seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua atau wali murid.

Karena itu, pihak sekolah dilarang memaksakan peserta didik membeli seragam lebih dulu. Sebab, seragam gratis akan dibagikan serentak. Baik melalui koperasi sekolah maupun komite sekolah. Kecuali atas permintaan orang tua atau wali murid. ‘’Saat ini pengadaannya masih dalam proses,’’ terang Lismawati.

Baca Juga :  Kena Refocusing, Proyek Revitalisasi Terminal Madiun Tertunda

Mekanismenya, pihaknya lebih dahulu membeli contoh kain seragam. Setelah itu, dilakukan uji laboratorium di Bandung atau Jogjakarta untuk melihat kelayakan dan spesifikasi kain. Selanjutnya baru dilakukan lelang. ‘’Jika sudah memperoleh pemenang lelang, baru dibelikan kain untuk percontohan,’’ jelasnya.

Kain yang dari pihak ketiga juga diuji laboratorium terlebih dahulu. Untuk mencocokkan dengan contoh yang sebelumnya diajukan pemkot. Jika kedua sesuai, baru dapat dilaksanakan pengadaan secara massal. Pemberian bantuan kain seragam juga disertai ongkos jahit. Termasuk kelengkapan emblemnya.

Kabid Pengelolaan PAUD, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Henrykus Titis Sunarno mengatakan, kebutuhan seragam tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Untuk SDN 2.646 siswa, SMPN 2.787 siswa. ‘’Seragam diberikan kepada siswa baru kelas I SD dan VII SMP,’’ jelasnya.

Untuk ukuran, siswa SD kain atasan 1,25 meter dan bawahan 1 meter. Sedangkan SMP i atasan 1,75 meter dan bawahan 1,75 meter. Kemudian ukuran jumbo ditambah 0,50 meter. ‘’Kami bantu ongkos jahit juga. Untuk SD Rp 130 ribu, sedangkan SMP Rp 150 ribu,’’ terangnya. (her/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun kembali menggelontorkan anggaran pengadaan seragam SD dan SMP negeri tahun ini. Total disediakn Rp 1,7 miliar untuk keperluan pendukung program pendidikan tersebut. ‘’Perencanaan, termasuk administrasi, kami garap dulu sambil menunggu lelang. Sebab, proses itu juga butuh waktu,’’ kata Kadindik Kota Madiun Lismawati, Senin (23/5).

Seragam gratis berupa dua setel bahan (kain). Yakni, merah-putih dan Pramuka untuk siswa baru SDN. Sedangkan untuk siswa baru SMPN biru-putih dan Pramuka. Serta, seragam almamater atau khaki bagi siswa TK Pembina. ‘’Insya Allah bisa terlaksana dengan baik,’’ harapnya.

Lismawati mengingatkan sekolah negeri agar tidak memaksakan siswa baru mengenakan seragam saat awal masuk sekolah pertengahan 2022 nanti. Kebijakan dindik ini didasari Permendikbud 45/2014 tentang Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik. Di antaranya, pengadaan seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua atau wali murid.

Karena itu, pihak sekolah dilarang memaksakan peserta didik membeli seragam lebih dulu. Sebab, seragam gratis akan dibagikan serentak. Baik melalui koperasi sekolah maupun komite sekolah. Kecuali atas permintaan orang tua atau wali murid. ‘’Saat ini pengadaannya masih dalam proses,’’ terang Lismawati.

Baca Juga :  Tips Aman Saat Gowes Agar Terhindar dari Serangan Jantung

Mekanismenya, pihaknya lebih dahulu membeli contoh kain seragam. Setelah itu, dilakukan uji laboratorium di Bandung atau Jogjakarta untuk melihat kelayakan dan spesifikasi kain. Selanjutnya baru dilakukan lelang. ‘’Jika sudah memperoleh pemenang lelang, baru dibelikan kain untuk percontohan,’’ jelasnya.

Kain yang dari pihak ketiga juga diuji laboratorium terlebih dahulu. Untuk mencocokkan dengan contoh yang sebelumnya diajukan pemkot. Jika kedua sesuai, baru dapat dilaksanakan pengadaan secara massal. Pemberian bantuan kain seragam juga disertai ongkos jahit. Termasuk kelengkapan emblemnya.

Kabid Pengelolaan PAUD, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Henrykus Titis Sunarno mengatakan, kebutuhan seragam tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Untuk SDN 2.646 siswa, SMPN 2.787 siswa. ‘’Seragam diberikan kepada siswa baru kelas I SD dan VII SMP,’’ jelasnya.

Untuk ukuran, siswa SD kain atasan 1,25 meter dan bawahan 1 meter. Sedangkan SMP i atasan 1,75 meter dan bawahan 1,75 meter. Kemudian ukuran jumbo ditambah 0,50 meter. ‘’Kami bantu ongkos jahit juga. Untuk SD Rp 130 ribu, sedangkan SMP Rp 150 ribu,’’ terangnya. (her/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/