alexametrics
23.9 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Pemkot Madiun Bantu Cari Solusi Agar Proyek Jalan Nasional Tak Mandek

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kendala proyek perbaikan dan pelebaran jalan nasional di wilayah Kota Madiun jadi masalah serius. Karena itu, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat bakal mengundang seluruh pihak terkait untuk audiensi, Rabu mendatang (25/5).

Ganjalan lahan milik warga hingga pemindahan tiang utilitas udara di Jalan Basuki Rahmat bakal dicarikan solusinya. ‘’Semua yang terkait akan kami undang dalam pembahasan bersama nanti,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno, Senin (23/5).

Suwarno berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan. Sehingga, progres proyek senilai Rp 26 miliar dari APBN itu terus berlanjut. Jika warga tetap kekeh mengklaim lahannya terdampak proyek, pihaknya akan meminta Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat untuk mengukur ulang. ‘’Harus ukur ulang untuk memastikan lahan itu milik warga atau bukan,’’ ujarnya.

Suwarno menjelaskan, jika dari hasil ukur ulang itu secara legalitas lahan sah milik negara, proyek akan dilanjutkan. Namun, jika milik warga pemkot meminta kerelaan warga untuk melepasnya. ‘’Kalau memang milik warga, kami akan koordinasikan dengan BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Jatim-Bali ada anggaran untuk ganti rugi atau tidak,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tukar Guling Selesai, Pembangunan Jilid IV Dimulai

Sebab, ihwal ganti rugi lahan sepenuhnya wewenang BBPJN Jatim-Bali. Jika tidak ada anggaran, satu-satunya solusi adalah berharap kerelaan warga. ‘’Mungkin ada opsi penundaan ganti rugi kalau anggaran saat ini tidak cukup atau bagaimana, kami tidak tahu. Yang pasti kami berharap pembangunan jalan nasional ini berlanjut,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk tiang utilitas kable udara, sebut Suwarno, wali kota telah menginstruksikan provider segera memindahkannya. Jika, ternyata belum dipindah, pemkot bakal melakukan pembahasan bersama lagi. ‘’Tiang provider harus dipindah. Kalau untuk PJU (penerangan jalan umum) akan dipindahkan pemkot,’’ ungkapnya.

Diketahui, BBPJN Jatim-Bali melaksanakan penanganan minor lima ruas jalan nasional di Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan untuk pelebaran, hanya 630 meter di ruas Jalan Basuki Rahmat. Sisi kanan-kiri jalan dilebarkan masing-masing empat meter. (ggi/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kendala proyek perbaikan dan pelebaran jalan nasional di wilayah Kota Madiun jadi masalah serius. Karena itu, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat bakal mengundang seluruh pihak terkait untuk audiensi, Rabu mendatang (25/5).

Ganjalan lahan milik warga hingga pemindahan tiang utilitas udara di Jalan Basuki Rahmat bakal dicarikan solusinya. ‘’Semua yang terkait akan kami undang dalam pembahasan bersama nanti,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno, Senin (23/5).

Suwarno berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan. Sehingga, progres proyek senilai Rp 26 miliar dari APBN itu terus berlanjut. Jika warga tetap kekeh mengklaim lahannya terdampak proyek, pihaknya akan meminta Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat untuk mengukur ulang. ‘’Harus ukur ulang untuk memastikan lahan itu milik warga atau bukan,’’ ujarnya.

Suwarno menjelaskan, jika dari hasil ukur ulang itu secara legalitas lahan sah milik negara, proyek akan dilanjutkan. Namun, jika milik warga pemkot meminta kerelaan warga untuk melepasnya. ‘’Kalau memang milik warga, kami akan koordinasikan dengan BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Jatim-Bali ada anggaran untuk ganti rugi atau tidak,’’ terangnya.

Baca Juga :  Rubella Berbahaya bagi Ibu Hamil

Sebab, ihwal ganti rugi lahan sepenuhnya wewenang BBPJN Jatim-Bali. Jika tidak ada anggaran, satu-satunya solusi adalah berharap kerelaan warga. ‘’Mungkin ada opsi penundaan ganti rugi kalau anggaran saat ini tidak cukup atau bagaimana, kami tidak tahu. Yang pasti kami berharap pembangunan jalan nasional ini berlanjut,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk tiang utilitas kable udara, sebut Suwarno, wali kota telah menginstruksikan provider segera memindahkannya. Jika, ternyata belum dipindah, pemkot bakal melakukan pembahasan bersama lagi. ‘’Tiang provider harus dipindah. Kalau untuk PJU (penerangan jalan umum) akan dipindahkan pemkot,’’ ungkapnya.

Diketahui, BBPJN Jatim-Bali melaksanakan penanganan minor lima ruas jalan nasional di Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan untuk pelebaran, hanya 630 meter di ruas Jalan Basuki Rahmat. Sisi kanan-kiri jalan dilebarkan masing-masing empat meter. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/