alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pedagang Tanaman Hias Keluhkan Lokasi Baru, Sudah Sepi, Panas Lagi!

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang tanaman hias di Pasar Bunga Kota Madiun sambat. Hingga kini sebagian dari mereka belum menemukan hokinya di tempat baru. Setelah pindah dari kawasan Stadion Wilis ke Jalan D.I. Panjaitan awal tahun ini. ‘’Sebenarnya, kalau soal sepi pengunjung itu relatif,’’ kata Eko Widyo Utomo, ketua paguyuban pedagang pasar ini, Kamis (23/6).

Menurut dia, kondisi seperti itu masih wajar lantaran belum lama relokasi. Dia menduga pelanggan belum banyak yang tahu lokasi saat ini. Meskipun dinilai lebih representatif. ‘’Tempatnya jauh beda dengan pasar yang lama. Di sini lebih bagus dan tertata. Hanya lebih sepi dibandingkan dulu,’’ ujarnya.

Selain sepi pengunjung, minimnya sarana-prasarana di pasar baru juga dikeluhkan. Pun, kawasan ini sangat panas pada siang hari karena tidak banyak pepohonan seperti di tempat lama. Apalagi, ketiadaan portal pintu keluar-masuk membuat akses ke pasar itu seperti jalan umum. ‘’Memang belum sempurna,’’ sambung Eko.

Situasi pada malam hari juga membuat para pedagang khawatir meninggalkan lapak mereka. Kemudahan akses masuk dianggap berisiko fasilitas pasar menjadi tempat berbuat kriminal atau asusila. ‘’Dulu, sebelum ditempati, banyak pasangan muda-mudi ke sini di tempat-tempat gelap. Takutnya dijadikan tempat mesum karena tidak ada penjaganya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sembilan Warga Kota Madiun Terpapar Omicron

Mereka berharap ada portal keluar-masuk pasar untuk meminimalkan terjadinya hal-hal tidak diinginkan yang berisiko merusak image  pasar bunga. Pun, butuh tenaga keamanan untuk menjaga pasar. ‘’Ada pedagang yang pernah kehilangan tanaman. Karena belum ada portal, saya sendiri berniat memasang CCTV,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, pihaknya telah menampung keluhan para pedagang tersebut. Pun sudah ada pembahasan ihwal revitalisasi pintu keluar-masuk bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. ‘’Nanti akses masuk pasar bakal dilewatkan dari jalan besar (Jalan D.I. Panjaitan, Red),’’ terangnya.

Hanya, untuk pengadaan portal tahun ini pihaknya belum dapat berbuat banyak lantaran keterbatasan anggaran. Namun, fasilitas itu telah direncanakan untuk direalisasikan pada 2023 mendatang. ‘’Insya Allah sudah kami pikirkan untuk penambahan fasilitas. Termasuk pohon pelindung agar tidak panas,’’ lanjutnya.

Ansar menambahkan, pihaknya tengah menyusun strategi untuk meramaikan pasar bunga. Sementara ini pihaknya telah menggandeng pihak ketiga dalam mempromosikan keberadaan pasat bunga lewat digital marketing. Jumat besok sudah mulai dijalankan. ‘’Kami juga akan turun menampung keluhan pedagang,’’ janjinya. (ggi/tr2/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang tanaman hias di Pasar Bunga Kota Madiun sambat. Hingga kini sebagian dari mereka belum menemukan hokinya di tempat baru. Setelah pindah dari kawasan Stadion Wilis ke Jalan D.I. Panjaitan awal tahun ini. ‘’Sebenarnya, kalau soal sepi pengunjung itu relatif,’’ kata Eko Widyo Utomo, ketua paguyuban pedagang pasar ini, Kamis (23/6).

Menurut dia, kondisi seperti itu masih wajar lantaran belum lama relokasi. Dia menduga pelanggan belum banyak yang tahu lokasi saat ini. Meskipun dinilai lebih representatif. ‘’Tempatnya jauh beda dengan pasar yang lama. Di sini lebih bagus dan tertata. Hanya lebih sepi dibandingkan dulu,’’ ujarnya.

Selain sepi pengunjung, minimnya sarana-prasarana di pasar baru juga dikeluhkan. Pun, kawasan ini sangat panas pada siang hari karena tidak banyak pepohonan seperti di tempat lama. Apalagi, ketiadaan portal pintu keluar-masuk membuat akses ke pasar itu seperti jalan umum. ‘’Memang belum sempurna,’’ sambung Eko.

Situasi pada malam hari juga membuat para pedagang khawatir meninggalkan lapak mereka. Kemudahan akses masuk dianggap berisiko fasilitas pasar menjadi tempat berbuat kriminal atau asusila. ‘’Dulu, sebelum ditempati, banyak pasangan muda-mudi ke sini di tempat-tempat gelap. Takutnya dijadikan tempat mesum karena tidak ada penjaganya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Kota Madiun Berangkat 4 Juni

Mereka berharap ada portal keluar-masuk pasar untuk meminimalkan terjadinya hal-hal tidak diinginkan yang berisiko merusak image  pasar bunga. Pun, butuh tenaga keamanan untuk menjaga pasar. ‘’Ada pedagang yang pernah kehilangan tanaman. Karena belum ada portal, saya sendiri berniat memasang CCTV,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, pihaknya telah menampung keluhan para pedagang tersebut. Pun sudah ada pembahasan ihwal revitalisasi pintu keluar-masuk bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. ‘’Nanti akses masuk pasar bakal dilewatkan dari jalan besar (Jalan D.I. Panjaitan, Red),’’ terangnya.

Hanya, untuk pengadaan portal tahun ini pihaknya belum dapat berbuat banyak lantaran keterbatasan anggaran. Namun, fasilitas itu telah direncanakan untuk direalisasikan pada 2023 mendatang. ‘’Insya Allah sudah kami pikirkan untuk penambahan fasilitas. Termasuk pohon pelindung agar tidak panas,’’ lanjutnya.

Ansar menambahkan, pihaknya tengah menyusun strategi untuk meramaikan pasar bunga. Sementara ini pihaknya telah menggandeng pihak ketiga dalam mempromosikan keberadaan pasat bunga lewat digital marketing. Jumat besok sudah mulai dijalankan. ‘’Kami juga akan turun menampung keluhan pedagang,’’ janjinya. (ggi/tr2/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/